Pengadilan Distrik Columbia Anulir Larangan Warga AS Memperdagangkan Saham Xiaomi

Rabu, 26 Mei 2021 | 13:09 WIB
Pengadilan Distrik Columbia Anulir Larangan Warga AS Memperdagangkan Saham Xiaomi
[ILUSTRASI. Booth Xiaomi pada pameran disain industri di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 3 Desember 2017. REUTERS/Stringer ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - HONG KONG.  Xiaomi Corp, Rabu (26/5) menyatakan pengadilan Amerika Serikat (AS) telah mencoret namanya dari daftar perusahaan militer komunis China.  Penghapusan itu berarti membatalkan larangan bagi warga negara AS untuk membeli atau memiliki saham Xiaomi.

"Pengadilan AS untuk Distrik Columbia mengeluarkan vonis akhir yang membatalkan penunjukan Xiaomi sebagai perusahaan militer komunis China oleh Kementerian Pertahanan AS,” demikian pernyataan produsen ponsel pintar itu dalam keterbukaan informasi di bursa Hong Kong. Pengadilan Columbia mengeluarkan vonis itu pada Selasa (25/5).

Pernyataan ke bursa itu juga memuat pernyataan Chairman Xiaomi, Lei Jun. “Xiaomi menegaskan bahwa kami adalah perusahaan yang terbuka, transparan, diperdagangkan secara publik, dioperasikan dan dikelola secara independen," tutur Lei.

Mengutip dokumen pengadilan, awal Mei ini, Pentagon menyatakan akan menghapus nama Xiaomi dalam daftar hitam perusahaan China. Keputusan pemerintahan Joe Biden itu membatalkan kebijakan yang diambil administrasi AS selama hari-hari terakhir Presiden Donald Trump berkuasa.

Selanjutnya: Xiaomi lolos dari daftar hitam perusahaan China di Amerika

 

Bagikan

Berita Terbaru

Potensi Koreksi IHSG Lebih Besar Dibanding Melanjutkan Tren Kenaikan
| Senin, 27 Juli 2026 | 08:17 WIB

Potensi Koreksi IHSG Lebih Besar Dibanding Melanjutkan Tren Kenaikan

Selama IHSG belum tutup di atas 6.377 dan volume transaksi naik, penguatan terbatas. Potensi koreksi lebih besar dibanding tren kenaikan.

Relaksasi Aturan DHE Pengaruhi Likuiditas Valas
| Senin, 27 Juli 2026 | 08:15 WIB

Relaksasi Aturan DHE Pengaruhi Likuiditas Valas

Relaksasi retensi DHE SDA bagi empat negara bisa kurangi potensi devisa yang tertahan di RI          

Cukai Tak Naik Tiga Tahun Beruntun, Saham Rokok Masih Menanggung Warisan Tekanan Lama
| Senin, 27 Juli 2026 | 08:12 WIB

Cukai Tak Naik Tiga Tahun Beruntun, Saham Rokok Masih Menanggung Warisan Tekanan Lama

Konsumen yang telanjur pindah ke rokok segmen murah selama era kenaikan cukai agresif tidak otomatis kembali ke merek premium.

Mengawali Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (27/7)
| Senin, 27 Juli 2026 | 08:04 WIB

Mengawali Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (27/7)

Jumat (24/7) lalu, investor asing membukukan aksi jual bersih alias net sell sekitar Rp 1,2 triliun dan sepekan net sell sekitar Rp 2,5 triliun.

Side Job Biar Menjadi Akselerator Harta, Bukan Penyangga
| Senin, 27 Juli 2026 | 08:00 WIB

Side Job Biar Menjadi Akselerator Harta, Bukan Penyangga

Simak tips berikut biar penghasilan dari pekerjaan sampingan tak habis begitu saja.                 

Rupiah Lemah, Harga Produk Impor Naik
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Lemah, Harga Produk Impor Naik

Peritel memacu efisiensi, promo dan merilis produk baru untuk mengimbangi permintaan yang melemah dan tekanan kenaikan harga barang impor

Kuota Tak Lagi Hangus, ARPU Telko Tergerus atau Cuma Ilusi?
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:49 WIB

Kuota Tak Lagi Hangus, ARPU Telko Tergerus atau Cuma Ilusi?

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait larangan penghangusan kuota internet.

Hati-Hati di Balik Kontrak PSEL 30 Tahun
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:24 WIB

Hati-Hati di Balik Kontrak PSEL 30 Tahun

Dari 12 PLTSa yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional sejak 2016, baru dua yang beroperasi,

Harga Minyak Mendidih Lagi, Subsidi Membengkak
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:02 WIB

Harga Minyak Mendidih Lagi, Subsidi Membengkak

Harga minyak dunia nyaris menembus US$ 100 per barel dan mengancam ketahanan fiskal di dalam neegeri

Efisiensi, Kunci Penguatan Kinerja Emiten Sektor Batubara
| Senin, 27 Juli 2026 | 07:00 WIB

Efisiensi, Kunci Penguatan Kinerja Emiten Sektor Batubara

Emiten sektor batubara tertekan kenaikan biaya operasional di tengah tekanan sentimen kebijakan dari dalam negeri 

INDEKS BERITA

Terpopuler