Pengangguran dan Risiko Utama Perekonomian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di balik optimisme bahwa angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan mencapai 5% lebih, salah satu isu utama yang perlu dicermati adalah persoalan pengangguran, khususnya yang terjadi di usia muda. Laporan terbaru World Economic Forum (WEF) bertajuk Global Risks Report 2026 menempatkan ketiadaan peluang ekonomi atau pengangguran sebagai risiko teratas dalam daftar risiko ancaman ekonomi yang dihadapi Indonesia dalam dua tahun ke depan, yakni 2026 hingga 2028 (Kontan, 19 Januari 2026).
Bonus demografi yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengulik kemajuan kondisi perekonomian nasional, ternyata belum sepenuhnya diimbangi oleh penciptaan lapangan kerja berkualitas. Meski angka tingkat pengangguran terbuka per Agustus 2025 tercatat rendah, yakni hanya 4,85%. Tetapi, daya serap dan kualitas lapangan kerja yang tersedia masih jauh dari memadai. Sebagian besar tenaga kerja yang ada umumnya lebih banyak terserap di sektor informal yang produktivitasnya rendah. Sementara itu, disrupsi AI yang semula diharapkan mempermudah kerja manusia justru mengambil alih pekerjaan manusia.
Baca Juga: Wangi Cuan dari Usaha Belah Durian
