KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gayung bersambut, kata berjawab. Pepatah itu tampaknya layak dialamatkan kepada Bank Indonesia (BI). Tak lama setelah menginisiasi lembaga pengelola pasar uang (central counterpart), BI memperoleh pengalihan pengaturan dan pengawasan transaksi aset keuangan digital, termasuk aset kripto.
Transaksi aset kripto selama ini dikelola oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Pemosisian aset kripto di bawah Bappebti ketika itu sudah dengan sendirinya menegaskan aset kripto sebagai barang/komoditas, alih-alih sebagai uang/alat pembayaran (medium of exchange).
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.