Penghasilan Pekerja

Sabtu, 08 Juli 2023 | 08:30 WIB
Penghasilan Pekerja
[]
Reporter: Cipta Wahyana | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bangga. Mengacu data Bank Dunia, di akhir 2022, Indonesia naik kelas dan masuk ke dalam klasifikasi negara berpendapatan menengah atas. Ukurannya adalah Produk Nasional Bruto (PNB) per kapita yang telah mencapai US$ 4.580 per tahun. Ambang PNB untuk kelompok negara menengah atas adalah US$ 4.466.

Dalam rupiah, PNB per kapita Indonesia berarti Rp 68,7 juta per tahun atau Rp 5,73 juta per bulan. Cuma, sejatinya, kita mesti lebih cermat menyikapi pencapaian ini. Pasalnya, PNB per kapita dihitung dari total penghasilan seluruh warga negara Indonesia dari berbagai macam kelas. Padahal, kita mahfum, disparitas penghasilan antara konglomerat, pengusaha UKM, investor, karyawan kerah putih, buruh, serta pekerja serabutan sangat lebar.

Jika kita lihat data Badan Pusat Statisik (BPS), gaji rata-rata kelompok pekerja per Februari 2023 ternyata hanya Rp 2,94 juta. Rata-rata gaji pekerja laki-laki Rp 3,23 juta, namun gaji kaum perempuan rata-rata hanya Rp 2,42 juta.

Mengapa gaji pekerja kita masih rendah. Sebabnya, 83 juta atau 60% dari 139 juta kelompok angkatan kerja yang saat ini bekerja, ternyata, membanting tulang di sektor informal. Meminjam istilah PBB, kategori kerja informal ini berisiko (vulnerable) dan tidak layak (decent). Pasalnya, pekerja di kategori ini bisa kehilangan pekerjaan sewaktu-waktu dan umumnya mereka tak memilik jaring pengaman penghasilan.

Contoh pekerjaan informal adalah mereka yang berusaha sendiri. Jumlahnya 29 juta orang. Para perajin rumahan masuk kategori rentan karena mereka menanggung semuanya sendiri, mulai dari modal, bahan baku, hingga produksi. Jika terjadi gangguan usaha, selain kehilangan pekerjaan, mereka juga merugi.

Pendidikan yang rendah menjadi salah satu akar permasalahan penghasilan pekerja ini. Faktanya, mayoritas (40%) angkatan kerja kita masih berpendidikan sekolah dasar, atau bahkan tak bersekolah. Di era pasar tenaga terampil (skilled labour), mereka yang berpendidikan pas-pasan pasti sulit mencari kerja.

Di luar itu, penciptaan lapangan pekerjaan yang semakin terbatas juga jadi pekerjaan rumah pemerintah. Investasi langsung yang belakangan banyak masuk ternyata lebih padat modal dan teknologi. Di kuartal I-2023, investasi langsung Rp 329 triliun hanya menyerap 385.000 pekerja. Artinya rasio per Rp 1 triliun investasi hanya 1.170 pekerja. Sebagai pembanding, pada 2010, investasi yang sama bisa menyerap sekitar 5.000 pekerja.

Bagikan

Berita Terbaru

Rebalancing Indeks Unggulan Picu Pergeseran Dana Triliunan, Investor Siap-siap!
| Senin, 27 April 2026 | 05:05 WIB

Rebalancing Indeks Unggulan Picu Pergeseran Dana Triliunan, Investor Siap-siap!

Saham seperti CUAN dan HRTA kini masuk LQ45, berpotensi panen aliran dana segar. Cermati potensi cuan yang bisa diraih.

Mahalnya BBM Murah untuk Negeri
| Senin, 27 April 2026 | 05:04 WIB

Mahalnya BBM Murah untuk Negeri

Kalau subsidi menemukan penerima yang tepat, ia menjadi lebih adil, lebih hemat dan lebih bermartabat.

Asuransi Syariah Bidik Musim Haji dan Umrah
| Senin, 27 April 2026 | 05:00 WIB

Asuransi Syariah Bidik Musim Haji dan Umrah

Asuransi syariah menyiapkan layanan terbaik untuk Haji 2026. Ketahui manfaat yang bisa Anda dapatkan agar ibadah lebih tenang.

IHSG Terjun Bebas, Intip Peluang Trading Menjelang Akhir April
| Senin, 27 April 2026 | 05:00 WIB

IHSG Terjun Bebas, Intip Peluang Trading Menjelang Akhir April

Bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI jadi sasaran jual asing. Simak analisis mengapa IHSG jadi yang terburuk global.

Multifinance Perkuat Strategi Pendanaan
| Senin, 27 April 2026 | 04:50 WIB

Multifinance Perkuat Strategi Pendanaan

Sumber pendanaan juga berasal dari sukuk dan obligasi.                                                   

MD Entertainment (FILM) Siapkan Film Baru
| Senin, 27 April 2026 | 04:20 WIB

MD Entertainment (FILM) Siapkan Film Baru

Untuk menjaga momentum, manajemen MD Entertainment telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk merilis film baru pada momentum libur berikutnya.

Operator Minat Ikut Lelang Frekuensi Baru
| Senin, 27 April 2026 | 04:10 WIB

Operator Minat Ikut Lelang Frekuensi Baru

Pelelangan ini dilakukan demi mendorong perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas layanan mobile broadband di seluruh wilayah Indonesia.

Reksadana Primadona Saat Ketidakpastian Melanda di Awal Tahun 2026
| Minggu, 26 April 2026 | 14:10 WIB

Reksadana Primadona Saat Ketidakpastian Melanda di Awal Tahun 2026

Pasar modal bergejolak, tapi ada cara lindungi modal Anda. Reksadana pasar uang tawarkan stabilitas di tengah ketidakpastian.

Pendapatan Naik, Laba DCI Indonesia Tertekan Lonjakan Beban
| Minggu, 26 April 2026 | 14:02 WIB

Pendapatan Naik, Laba DCI Indonesia Tertekan Lonjakan Beban

Pendapatan DCII melesat 10,92%, tapi laba justru anjlok. Temukan penyebab di balik fenomena ini dan dampaknya pada saham DCII.

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham
| Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

NAYZ Punya Bos Baru, Perusahaan Asal Singapura Mencaplok 41,18% Saham

Saiko Consultancy akan menjadi pengendali baru NAYZ, membawa potensi besar bagi saham makanan bayi ini.

INDEKS BERITA