Pengusaha Tunggu Aturan Turunan Perdagangan Karbon dan Mekanisme Bursa Karbon

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:09 WIB
Pengusaha Tunggu Aturan Turunan Perdagangan Karbon dan Mekanisme Bursa Karbon
[ILUSTRASI. ]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu, Muhammad Julian | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjawab tren transisi energi global, pemerintah merintis perdagangan karbon, termasuk membangun bursa karbon hingga implementasi pajak karbon. Potensi perdagangan karbon di Indonesia memang cukup menggiurkan, yakni mencapai US$ 565,9 miliar atau setara Rp 8.000 triliun.

Payung hukum perdagangan karbon adalah Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional. 

Baca Juga: Saat Saham RAJA dan Medo (MEDC) Beterbangan, Saham Elnusa (ELSA) Masih Adem-Ayem

Untuk mengimplementasikan perdagangan karbon, termasuk bursa karbon, yang kelak melibatkan berbagai sektor bisnis di Indonesia, kini para pihak menunggu aturan turunan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Terkait bursa karbon, misalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan berdiskusi dengan KLHK, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Keuangan. Mereka akan menyiapkan regulasi dan infrastruktur bursa karbon. 

Baca Juga: Perluas Pabrik di Vietnam, Foxconn Pemasok Apple Teken Nota Kesepahaman US$ 300 Juta

Sejumlah hal teknis akan dibahas, seperti instrumen nilai ekonomi karbon yang kelak akan diperdagangkan di bursa karbon, dan mekanisme pencatatan. Juga dibahas pengelola bursa karbon, apakah ditangani langsung oleh Bursa Efek Indonesia atau entitas terpisah yang dibentuk untuk perdagangan karbon.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Indroyono Soesilo mengatakan, pihaknya menunggu aturan turunan dari Perpres No 98/2021, yaitu Permen LHK tentang NDC dan Permen LHK tentang Nilai Ekonomi Karbon. "Mudah-mudahan bisa segera terbit," ungkap dia. 

Baca Juga: Saat Harga Saham Grup Bakrie Melonjak, Investor Kakap Ini Sibuk Jualan Saham BNBR

Sembari menunggu, anggota APHI harus bersiap menghitung baseline serapan karbon dan melaksanakan aksi mitigasi untuk mendapatkan angka serapan karbon yang kemudian bisa diverifikasi.

Untuk mencapai target forest & other land uses (FOLU) net sink pada 2030, misalnya, butuh biaya US$ 14 miliar, di mana US$ 8 miliar di antaranya harus dipenuhi dari sektor swasta. FOLU net sink adalah keadaan ketika sektor lahan dan hutan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya.

Baca Juga: Eksplorasi Kemungkinan Melakukan Kesepakatan, Musk Mendekati Synchron

Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI), Arthur Simatupang menilai, sebagai instrumen baru di Indonesia, perdagangan karbon perlu diatur. "Khususnya mekanisme teknis dan pembentukan badan pengelola pasar karbon secara resmi," kata dia.

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Industri Kelapa Sawit Maret 2026, Tergelincir
| Rabu, 27 Mei 2026 | 15:10 WIB

Kinerja Industri Kelapa Sawit Maret 2026, Tergelincir

Melansir data GAPKI per-Maret 2026, produksi CPO bulan Maret 2026 mencapai 4,40 juta ton, turun 12,22% dari bulan sebelumnya 5,01 juta ton.

Kualitas Pembiayaan Membaik, BTPS Fokus Pertumbuhan Berkelanjutan
| Rabu, 27 Mei 2026 | 13:27 WIB

Kualitas Pembiayaan Membaik, BTPS Fokus Pertumbuhan Berkelanjutan

Kinerja BTPS hingga empat bulan pertama masih menghadapi sejumlah tekanan meskipun secara kualitas aset menunjukkan perbaikan.

Antrean Jual Saham GOTO Masif, Investor Asing Sudah Keluar 2,08 Miliar Saham di Mei
| Rabu, 27 Mei 2026 | 06:00 WIB

Antrean Jual Saham GOTO Masif, Investor Asing Sudah Keluar 2,08 Miliar Saham di Mei

Meskipun banyak yang melepas, sebagian investor institusi asing masih ada yang memilih untuk membeli saham GOTO di sepanjang Mei 2026.

Rumor Divestasi BFIN Muncul, Manajemen: Tidak Ada Informasi Aktivitas Pemegang Saham
| Rabu, 27 Mei 2026 | 05:11 WIB

Rumor Divestasi BFIN Muncul, Manajemen: Tidak Ada Informasi Aktivitas Pemegang Saham

Di tengah harga sahamnya yang cenderung turun, terjadi transaksi pembelian yang dilakukan oleh direktur utama BFIN, Sutadi.

Bitcoin Bertahan di Tengah Gejolak Global, Pasar Mulai Berubah?
| Selasa, 26 Mei 2026 | 13:00 WIB

Bitcoin Bertahan di Tengah Gejolak Global, Pasar Mulai Berubah?

Narasi Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai juga kembali menguat setelah Moody’s menurunkan rating kredit AS dari Aaa menjadi Aa1.

Mengupas Ferroalloy yang Kena Imbas Ekspor Satu Pintu Prabowo, Ini Para Pemainnya
| Selasa, 26 Mei 2026 | 12:00 WIB

Mengupas Ferroalloy yang Kena Imbas Ekspor Satu Pintu Prabowo, Ini Para Pemainnya

Di sepanjang 2024 Indonesia mengekspor ferroalloy senilai US$ 13,8 miliar, menjadikannya eksportir ferroalloy terbesar  dari 127 negara di dunia.

Melihat Kuatnya Pengaruh Beijing Terhadap Ekonomi Indonesia
| Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Melihat Kuatnya Pengaruh Beijing Terhadap Ekonomi Indonesia

China sebagai mitra investasi yang vital bagi Indonesia juga terlihat dari realisasi investasi telah menyentuh angka US$ 34,3 miliar.

Blackpink Economics: Credit Glut, Credit Gap
| Selasa, 26 Mei 2026 | 09:32 WIB

Blackpink Economics: Credit Glut, Credit Gap

Tur dunianya menghasilkan lebih dari US$ 300 juta. Kontrak individual dengan Chanel dan Dior memperkuat posisi mereka.

Jalan Terjal Pemenuhan Minimum Free Float 15% di Tengah Ambruknya Pasar Saham
| Selasa, 26 Mei 2026 | 09:32 WIB

Jalan Terjal Pemenuhan Minimum Free Float 15% di Tengah Ambruknya Pasar Saham

Pemenuhan aturan minimal free float 15% tak melulu harus melalui jalur rights issue atau private placement.

Mempersiapkan Investasi Aman untuk Para Pensiunan
| Selasa, 26 Mei 2026 | 09:08 WIB

Mempersiapkan Investasi Aman untuk Para Pensiunan

Pemanfaatan teknologi seperti yang sudah lebih dulu terjadi di industri reksadana juga diharapkan dapat memacu pertumbuhan DPLK.

INDEKS BERITA

Terpopuler