Penjualan Ace Hardware (ACES) Bakal Laris Manis Jelang Hari Raya

Selasa, 29 Maret 2022 | 04:45 WIB
Penjualan Ace Hardware (ACES) Bakal Laris Manis Jelang Hari Raya
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Awal tahun ini belum menjadi periode yang baik bagi PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES). Kendati begitu, emiten ritel ini berpeluang memulihkan kinerja di sisa tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengatakan, rerata pertumbuhan penjualan per toko same sales store growth (SSSG) ACES kembali kontraksi pada Februari. SSSG ACES pada Februari 2022 minus 12,6%. 

Di Januari 2022, SSSG ACES juga kontraksi 4,5%. "Turunnya level SSSG ACES pada Februari tidak terlepas dari kenaikan kasus Covid-19 yang mengakibatkan diberlakukannya PPKM sehingga jumlah kunjungan ke mal menurun," kata Kenny, Senin (28/3). 

Baca Juga: Didorong Pemulihan Ekonomi, Prospek Saham ACES Diyakini Masih Menarik

Kendati begitu, Kenny menilai SSSG ACES dalam dua bulan pertama di tahun ini masih inline dengan proyeksi. Selain itu, Maret akan jadi periode baik bagi ACES. 

Di minggu pertama Maret, tingkat kunjungan mal pulih. Ini berpotensi membuat SSSG kembali ke mid - low negatif single digit. ACES juga mengadakan bazar dengan diskon 70% yang bisa mendorong penjualan. 

Analis CGS CIMB Sekuritas Patricia Gabriela dalam riset 7 Maret juga menuliskan, penjualan ACES diperkirakan pulih bertahap pada Maret. Lalu, memasuki April dan seterusnya, penjualan akan normal. 

Kendati begitu, Patricia memangkas proyeksi SSSG ACES pada tahun ini dari semula 10% menjadi 5,5%. Alasannya, potensi turunnya penjualan ACES pada kuartal I-2022, sebelum akhirnya membaik kuartal berikutnya. 

Penjualan online

Baca Juga: Pertumbuhan Penjualan Ace Hardware (ACES) Terkontraksi, Simak Rekomendasi Sahamnya

Patricia menyoroti, ACES punya channel penjualan online yang solid. Ini tercermin dari kontribusi penjualan online pada 2021 yang mencapai 20%, padahal pada 2019 hanya berkontribusi 1%. Selain menjual melalui situs Ruparupa, ACES juga memasarkan melalui e-commerce. 

Namun, Patricia bilang, produk ACES jarang ditampilkan sebagai opsi pertama pada kolom pencarian. Tak hanya itu, harga juga tidak kompetitif karena rata-rata lebih mahal 8%-17% dibanding produk serupa. 

Walau begitu, ACES justru punya pelanggan solid dan setia. "Pada akhir kuartal III-2021, member ACES 3,7 juta telah berkontribusi terhadap 73,6% penjualan. Selain itu, rata-rata keranjang pembelian naik 29% dibanding periode sebelumnya," imbuh Patricia. 

Seiring kenaikan harga komoditas seperti batubara dan CPO, Patricia menyebut pendapatan disposable target pasar ACES akan ikut naik. Ini akan memperkuat pandangan bahwa tingkat kunjungan ke toko maupun penjualan ACES akan pulih, seiring turunnya kekhawatiran pada Covid-19.

Baca Juga: Sampai Akhir 2022, ACE Hardware Indonesia (ACES) Berencana Buka 15 Gerai Baru

Vanessa Karmajaya, analis RHB Sekuritas, mengatakan, ACES akan membukukan kinerja kuat pada kuartal II-2022. Apalagi ada momen lebaran yang akan mendorong permintaan terhadap barang dekorasi rumah. 

Selain itu, kenaikan inflasi cenderung berdampak minim terhadap kinerja ACES ke depan. Ini lantaran target pasar ACES kelompok menengah-atas, yang jauh lebih tangguh di hadapan kenaikan inflasi. Ditambah, target pasar ini tidak keberatan jika harus dibebankan kenaikan biaya. 

Tim riset RHB memperkirakan, pendapatan dan laba bersih ACES di 2021 masing-masing sebesar Rp 6,61 triliun dan Rp 380 miliar. Sedangkan tahun ini, pendapatan ACES akan menjadi Rp 7,29 triliun dengan laba Rp 664 miliar. 

Sedang Patricia memprediksi ACES akan memperoleh pendapatan Rp 7,58 triliun dengan laba bersih Rp 609 miliar. Patricia pun memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.300. 

Senada, Kenny juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp 1.400. "Saham ACES berada dalam tren koreksi seiring dengan dikeluarkannya dari indeks LQ45 dan pemulihan yang belum optimal," kata Kenny. 

Baca Juga: Siapkan Capex Rp 200 Miliar, Ace Hardware (ACES) Akan Tambah 15 Gerai Baru Tahun Ini

Tapi, momentum puasa dan hari raya jadi pendorong. Kemarin, ACES ditutup naik 1% ke Rp 1.015 per saham.    

 

Bagikan

Berita Terbaru

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka
| Jumat, 23 Januari 2026 | 15:56 WIB

Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel 2026, Pekan Depan ORI029 Jadi Pembuka

Pemerintah siapkan 7 seri SBN Ritel 2026, ORI029 jadi pembuka. Lihat jadwal sementara penerbitan SBN Ritel.

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:50 WIB

Izin Tambang Emas Martabe Melayang, Investor Asing Justru Rajin Borong Saham ASII

PT Astra International Tbk (ASII) saat ini dipersepsikan sebagai deep value stock oleh investor global.

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:29 WIB

Profit Taking Bayangi Emiten Prajogo Pangestu, Intip Proyeksi Ambisius BRPT ke Depan

Pendapatan BRPT diperkirakan tumbuh sebesar 41,4% dan EBITDA sebesar 40,2% selama periode 2024-2029.

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 08:05 WIB

Bursa Kripto Kedua Hadir, Apa Dampak Bagi Investor Aset Digital?

Secara struktur pasar, kehadiran bursa kedua dapat memperkuat kompetisi.  Kedua bursa dapat mendorong transparansi harga.

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:58 WIB

Indeks Saham Indonesia Terjun Bebas ke Bawah 9.000, Simak Pergerakan IHSG Hari Ini

Pelemahan IHSG di tengah bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Pemicunya, aksi jual di sejumlah sektor dan emiten berkapitalisasi besar.

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:35 WIB

Investor Panik, Duit Asing Kabur Hingga Rp 4 Triliun, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell asing berawal dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk keponakannya, Thomas pmenjadi Deputi Gubernur BI.

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:30 WIB

Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?

Dalam jangka panjang RATU dapat menjadi operator penuh atau memimpin kerja sama dengan mitra berskala besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR
| Jumat, 23 Januari 2026 | 07:06 WIB

Sinarmas Land Masih Mengandalkan KPR

Transaksi penjualan properti Sinarmas Land masih didominasi kredit pemilikan rumah (KPR), khususnya untuk produk rumah tapak dan ruko.

Perbankan Digital Akan Ekspansif  Kejar Pertumbuhan Kredit
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:55 WIB

Perbankan Digital Akan Ekspansif Kejar Pertumbuhan Kredit

​Bank digital tetap optimistis menatap prospek kredit 2026, meski ketidakpastian global dan persaingan industri masih menjadi tantangan utama.

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026
| Jumat, 23 Januari 2026 | 06:43 WIB

BINO Amankan Kontrak Bantex Rp 35 Miliar, Berdampak Positif ke Keuangan 2026

Pembayaran sebesar 100% dari nilai invoice, paling lambat 120 hari setelah produk diterima dan disetujui oleh PT Deli Group Indonesia Jakarta,

INDEKS BERITA

Terpopuler