Penjualan Indocement Naik 6% VS Semen Indonesia yang Turun 6%

Jumat, 22 Februari 2019 | 07:14 WIB
Penjualan Indocement Naik 6% VS Semen Indonesia yang Turun 6%
[]
Reporter: Aldo Fernando, Auriga Agustina | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil penjualan semen PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berbeda drastis. Di Januari 2019, penjualan semen milik INTP diklaim naik, tapi penjualan SMGR justru turun.

Indocement mengklaim penjualan semen meningkat 6,25% secara year on year (yoy) pada Januari 2019. Direktur INTP Antonius Marcos mengungkapkan, volume penjualan semen mencapai 1,6 juta ton pada Januari 2019, sementara pada 2018 di periode yang sama volume penjualan cuma sebesar 1,5 juta ton.

"Penjualan semen meningkat karena di Januari curah hujan masih sedikit," kata Antonius. Sebab biasanya, di musim hujan, orang akan cenderung menunda membeli semen karena takut pembangunan terganggu.

Antonius menambahkan, peningkatan penjualan terjadi antara lain di Jabodetabek, Jawa Barat dan Sumatra. INTP mengaku belum akan ekspansi ke wilayah lain. "Kondisi pasar masih kelebihan pasokan," ujar dia. Saat ini, INTP akan fokus memperkuat jaringan distribusi agar ketersediaan selalu terjaga.

Sementara Semen Indonesia justru mencatatkan penurunan volume penjualan semen sebesar 6% secara yoy di Januari 2019. General Manager of Corporate Communication SMGR Sigit Wahono mengatakan, volume penjualan semen SMGR 2,15 juta ton turun dari Januari 2018 sebesar 2,28 juta ton.

Menurut dia, penurunan penjualan disebabkan penjualan semen jenis curah. "Kemungkinan di awal tahun proyek masih baru dimulai," ujar Sigit, Kamis (21/2).

Dia mengatakan, selama ini proporsi penjualan semen curah memberi kontribusi sekitar 30% dari total penjualan Semen Indonesia. Dia menambahkan, penopang penjualan semen di Januari 2019 berasal dari tiga wilayah, yakni Sumatra, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Peningkatan penjualan terjadi di segmen ekspor sebesar 4,2% menjadi 210.918 ton. Sigit menjelaskan, volume penjualan ekspor tertinggi dari Bangladesh, Srilanka dan Australia.

Analis Indo Premier Sekuritas Mino berpendapat, prospek sektor semen pada tahun ini akan positif karena adanya konsolidasi industri semen. "Sehingga praktis pemain besar tinggal dua, yaitu SMGR dan INTP. Dampaknya emiten lebih bisa mengontrol harga jual dan perang harga bisa dikurangi," kata dia.

Bagikan

Berita Terbaru

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan

Indonesia ternyata kekurangan terkait strategi pengembangan kebijakan yang berbasis pada dampak yang dihasilkan.​

Aroma Neo Orde Baru
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Aroma Neo Orde Baru

Menyerahkan kembali fungsi pemeriksaan kepada entitas asing merupakan bentuk pertaruhan kedaulatan yang nekat.

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi
| Sabtu, 29 November 2025 | 06:10 WIB

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi

Pada periode 24-28 November 2025, IHSG mengakumulasi kenaikan 1,12%. IHSG ditutup pada 8.508,71 pada perdagangan terakhir, Jumat (28/11). 

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:50 WIB

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah

PP Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan nasional

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:50 WIB

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah

PP Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan nasional

LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis Asuransi, Ini Detailnya
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:20 WIB

LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis Asuransi, Ini Detailnya

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kaji penjaminan polis asuransi hingga Rp 700 juta. Adatiga jenis jaminan untuk klaim dan pengalihan portofolio 

LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis Asuransi, Ini Detailnya
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:20 WIB

LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis Asuransi, Ini Detailnya

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kaji penjaminan polis asuransi hingga Rp 700 juta. Adatiga jenis jaminan untuk klaim dan pengalihan portofolio 

Fast Food Indonesia (FAST) Siapkan Ekspansi Ambisius
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:20 WIB

Fast Food Indonesia (FAST) Siapkan Ekspansi Ambisius

FAST akanbuka 60 gerai baru di tahun 2026 dengan total Capex sekitar Rp 300 miliar yang 30% dari internal  dan 70%  kerjasama dengan investor.

INDEKS BERITA

Terpopuler