Penundaan Pungutan Ekspor CPO Bikin IHSG Hari Ini Menguat 0,14%

Rabu, 25 September 2019 | 22:26 WIB
Penundaan Pungutan Ekspor CPO Bikin IHSG Hari Ini Menguat 0,14%
[ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia]
Reporter: Irene Sugiharti | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau. Di penutupan perdagangan, IHSG hari ini menguat 0,14% ke 6.146,41.

IHSG menghijau berkat dukungan indeks sektor pertanian yang menguat 0,81% dan sektor industri dasar yang naik 0,71%.

Penyebabnya, menurut Analis Indo Premier Sekuritas Mino, penundaan pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan produk turunannya, dari seharusnya mulai 1 Oktober 2019 menjadi 1 Januari 2020.

Baca Juga: Meski Masih Ada Aksi Massa, IHSG Hari Ini Ditutup Menghijau Ke 6.146,40

Selain itu, aksi demo penolakan RUU KUHP dan UU KPK yang mulai kondusif menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG. Juga, pelaku pasar menilai, harga saham sudah murah dan mulai akumulasi beli.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, kini pelaku pasar menanti data tingkat pengangguran dan produk domestik bruto Amerika Serikat (AS). Dua data itu akan jadi indikator pelonggaran suku bunga lanjutan dari The Fed.

Bukan cuma itu, pelaku pasar juga menanti perkembangan upaya pemakzulan atas Presiden AS Donald Trump. Selasa (24/5), DPR AS mengumumkan penyelidikan pemakzulan terhadap Trump.

Baca Juga: IHSG bertahan di zona merah hingga perdagangan sesi II hari ini

IHSG hari ini ditutup menghijau, setelah empat hari berturut-turut memerah. Meski begitu, asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp 769,28 miliar di semua pasar.

Mengutip data RTI, dalam perdagangan, Rabu (25/9), sebanyak 197 saham naik, 213 saham turun, dan 148 saham tidak berubah. Total volume perdagangan mencapai 17,01 miliar saham.

Sementara nilai perdagangan hari ini mencapai Rp 8,01 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 431.627 kali.

Bagikan

Berita Terbaru

Kurs Rupiah Potensi Lemas di Awal Tahun, Ini Penyebabnya
| Jumat, 02 Januari 2026 | 08:04 WIB

Kurs Rupiah Potensi Lemas di Awal Tahun, Ini Penyebabnya

Rupiah masih sulit diprediksi karena liburan. "Namun dengan indeks dolar AS yang masih naik, rupiah berpotensi tertekan,

Emiten Konglomerasi Menjadi Tumpuan di Tahun 2026, Pelemahan Rupiah Jadi Beban
| Jumat, 02 Januari 2026 | 08:00 WIB

Emiten Konglomerasi Menjadi Tumpuan di Tahun 2026, Pelemahan Rupiah Jadi Beban

Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor fundamental dalam negeri. Maka, rupiah masih dalam tren pelemahan.

Hari Perdana Perdagangan di Bursa Saham Indonesia, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:42 WIB

Hari Perdana Perdagangan di Bursa Saham Indonesia, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini

Pelaku pasar masih mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi mempengaruhi arah IHSG ke depan.

Bisnis Kredit Investasi Bank Masih Cukup Seksi
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:38 WIB

Bisnis Kredit Investasi Bank Masih Cukup Seksi

Permintaan kredit untuk jangka panjang memberi sinyal masih ada ruang pertumbuhan.                        

Emiten Prajogo Pangestu Menuntaskan Akuisisi SPBU ESSO di Singapura
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:35 WIB

Emiten Prajogo Pangestu Menuntaskan Akuisisi SPBU ESSO di Singapura

Perusahaan akan terus mengejar peluang pertumbuhan yang sejalan dengan tujuan bisnis jangka panjang.

Penumpang Angkutan Nataru Tembus 14,95 Juta
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:21 WIB

Penumpang Angkutan Nataru Tembus 14,95 Juta

Sejak H-7 (18 Desember) hingga H+5 Natal (30 Desember), total pergerakan penumpang mencapai 14.951.649 orang.

Saat Dompet Menipis Pasca Liburan, Saatnya Meraih Cuan dari Emiten Pembagi Dividen
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:20 WIB

Saat Dompet Menipis Pasca Liburan, Saatnya Meraih Cuan dari Emiten Pembagi Dividen

Saham emiten berkapitalisasi besar atau blue chip cenderung menawarkan yield dividen rendah sekitar 2% bahkan di bawah level tersebut. ​

Haji Khusus Terancam Gagal Berangkat
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:17 WIB

Haji Khusus Terancam Gagal Berangkat

Kuota haji khusus 2026 ditetapkan sebanyak 17.680 jemaah. Dari jumlah itu, 16.396 merupakan jemaah berdasarkan urut nomor porsi

Penyaluran FLPP Menembus Rp 34,64 Triliun di 2025
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:14 WIB

Penyaluran FLPP Menembus Rp 34,64 Triliun di 2025

Pekerja swasta masih mendominasi penyerapan dengan total 205.311 unit (73,63%), kemudian diikuti kelompok wiraswasta sebanyak 39.218 unit

Siasat Pemerintah Tahan Ancaman Badai PHK
| Jumat, 02 Januari 2026 | 07:09 WIB

Siasat Pemerintah Tahan Ancaman Badai PHK

Pemutusan hubungan kerja akan berlanjut akibat kelesuan daya beli dan ketidakpastian ekonomi dimestik dan global

INDEKS BERITA

Terpopuler