Penunjukan Novi Helmy Untuk Serap Gabah Petani

Selasa, 11 Februari 2025 | 07:00 WIB
Penunjukan Novi Helmy Untuk Serap Gabah Petani
[ILUSTRASI. Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan meski ditunjuk untuk memimpin Bulog dirinya masih aktif sebagai anggota TNI.]
Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengangkatan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perum Bulog mendapat perhatian. Ini dikarenakan Novi Helmy merupakan seorang prajutit aktif yang sebelumnya menjabat sebagai  Asisten Teritorial Panglima TNI.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir langsung buka suara terkait penunjukkan Novi Helmy Prasetya sebagai orang nomor satu di Bulog. Menurut Erick pengangkatan Novi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melakukan penyegaran supaya bisa melaksanakan tugas Bulog secara maksimal.

"Penyegaran (Bulog) harus dilakukan dan penugasan yang diberikan harus bisa dilaksanakan sesuai dengan target-target yang kita berikan," tuturnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (10/2).

Baca Juga: Penyerapan Beras 3 Juta Ton akan Tuntas April 2025

Erick mengungkapkan bahwa salah satu penugasan baru yang diberikan kepada perum Bulog yakni melakukan penyerapan 3 juta gabah dari petani pada tahun ini.

Menurutnya, penyerapan yang dilakukan Bulog belakangan dinilai masih kurang maksimal. Sebelumnya, Direktur Utama Bulog Novi Helmy menyatakan bahwa Bulog sejauh ini baru menyerap sebanyak 45.000 ton gabah. 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Bos YB Sekuritas: Pentingnya Membangun Integritas dan Kepercayaan
| Sabtu, 19 September 2026 | 11:23 WIB

Bos YB Sekuritas: Pentingnya Membangun Integritas dan Kepercayaan

Integritas, kepercayaan, dan amanah itu harus dijaga. Karier saya dari bawah sampai ke sini karena saya menjaga kepercayaan yang sudah diberikan.

Taktik Memprioritaskan atau Menunda Tujuan Keuangan
| Sabtu, 19 September 2026 | 10:00 WIB

Taktik Memprioritaskan atau Menunda Tujuan Keuangan

Memiliki banyak tujuan finansial, hal yang wajar. Simak cara menentukan prioritas atau justru menunda tujuan keuangan!                 

Menangkap Peluang Cuan dari Mahjong yang Lagi Viral
| Sabtu, 19 September 2026 | 09:34 WIB

Menangkap Peluang Cuan dari Mahjong yang Lagi Viral

Kini, mahjong yang identik dengan keluarga dan budaya oriental itu makin mudah ditemui termasuk di antara para komunitas di perkotaan.

Royal FrieslandCampina Akan Jadi Pengendali Baru Ultrajaya (ULTJ)
| Sabtu, 19 September 2026 | 09:15 WIB

Royal FrieslandCampina Akan Jadi Pengendali Baru Ultrajaya (ULTJ)

Masuknya FrieslandCampina menjadi pengendali Ultrajaya terjadi setelah bergabungnya ULTJ dengan Frisian Flag Indonesia. 

Intip Peluang Investasi Aset Dolar di Tengah Kenaikan Bunga Acuan Fed
| Sabtu, 19 September 2026 | 07:00 WIB

Intip Peluang Investasi Aset Dolar di Tengah Kenaikan Bunga Acuan Fed

Selain untuk diversifikasi, aset offshore dapat menjadi lindung nilai risiko nilai tukar di tengah pelemahan mata uang domestik

MPX Logistics International Perluas Jasa Logistik & Perdagangan
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:30 WIB

MPX Logistics International Perluas Jasa Logistik & Perdagangan

PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) berupaya kurangi ketergantungan pada bisnis pengangkutan semen curah

Nilai Tukar Rupiah Sepekan Ini Tertekan Bunga Acuan AS
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah Sepekan Ini Tertekan Bunga Acuan AS

Mengutip data Bloomberg pada Jumat (18/9), rupiah ditutup melemah 0,03% secara harian ke level Rp 17.758 per dolar AS. 

Moody's Ratings Pangkas Outlook BYAN
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:15 WIB

Moody's Ratings Pangkas Outlook BYAN

Lembaga pemeringkat utang, Moody’s Ratings memangkas outlook peringkat PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi negatif dari sebelumnya stabil. ​

Jangan Bakar Masa Depan
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:10 WIB

Jangan Bakar Masa Depan

Hutan adalah masa depan bangsa. Jangan sampai generasi mendatang mewarisi lahan yang rusak, udara penuh asap dan biaya pemulihan.

Prospek Emiten Infrastruktur Dibayangi Suku Bunga Tinggi
| Sabtu, 19 September 2026 | 06:09 WIB

Prospek Emiten Infrastruktur Dibayangi Suku Bunga Tinggi

Era suku bunga tinggi berdampak besar terhadap kinerja emiten infrastruktur. Sektor ini sangat bergantung pada utang untuk operasionalnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler