KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit di sektor properti sedikit melambat pada Maret 2023. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan pembiayaan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) cuma 7,3% secara tahunan per Maret 2023 dengan total penyaluran kredit KPR sebesar Rp 648,4 triliun.
Realisasi pertumbuhan tersebut melambat tipis dari Februari 2023 yang tumbuh 7,8% secara tahunan dengan nilai sebesar Rp 642,9 triliun. BI merangkum pertumbuhan tersebut terjadi pada KPR tipe di atas 70.
Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebagai bank yang fokus pada penyaluran kredit properti masih mencatat total pertumbuhan pembiayaan KPR sebesar 6,44% secara tahunan jadi Rp 237,47 triliun di kuartal I-2023. KPR subsidi tercatat sebesar Rp 148,65 triliun dan KPR non subsidi sebesar Rp 88,81 triliun.
Jika dilihat pertumbuhan per kuartal, total pembiayaan KPR BTN hanya tumbuh 1,62% secara kuartalan dari sebelumnya Rp 233,68 triliun. Toh, Haru Koesmahargyo, Direktur Utama Bank BTN masih optimistis prospek sektor properti cukup baik. Alasannya, kebutuhan hunian rumah masih tinggi dan akan semakin menguat dengan adanya insentif pemerintah.
Baca Juga: Kualitas Kredit Membaik, Pemangkasan Pencadangan Bikin Laba Perbankan Makin Gendut
BI sudah memberikan dukungan dengan memperpanjang kebijakan relaksasi bagi perbankan. BI antara lain memperpanjang insentif loan to value (LTV) dan financing to-value (FTV) hingga Desember 2023.
Sementara Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan KPR di kuartal pertama 2023 mencapai 11,6% secara tahunan jadi Rp 109,59 triliun. Executive Vice President Consumer Loan BCA Welly Yandoko mengatakan, penyaluran KPR di BCA tersebar secara merata.
BCA menyalurkan KPR baik untuk pembelian di pasar primer, pembelian di pasar sekunder, maupun refinancing. "Ticket size rata-rata KPR BCA masih di kisaran Rp 1,4 miliar, namun saat ini kami mulai fokus untuk penetrasi ke segmen yang lebih besar, sehingga KPR BCA dapat memenuhi kebutuhan hunian dan kredit pemilikan properti dari semua segmen masyarakat," kata Welly, Rabu (3/5).
Hingga akhir 2023, BCA menargetkan KPR tumbuh 12% secara tahunan.
Sementara Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pembiayaan KPR tumbuh 8,7% secara tahunan menjadi Rp 50,8 triliun di kuartal pertama 2023. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR di 2023 sebesar 6%-8%.
Pencapaian pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi first-home buyer yang didominasi oleh kalangan milenial. "Kami tetap optimistis target pertumbuhan KPR tahun ini, sejalan outlook pertumbuhan pasar," kata Josephus K. Triprakoso, SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Tbk, Rabu (3/5).
