Penyaluran KPR di Awal Tahun Hanya Tumbuh Satu Digit

Kamis, 04 Mei 2023 | 05:05 WIB
Penyaluran KPR di Awal Tahun Hanya Tumbuh Satu Digit
[]
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit di sektor properti sedikit melambat pada Maret 2023. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan pembiayaan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) cuma 7,3% secara tahunan per Maret 2023 dengan total penyaluran kredit KPR sebesar Rp 648,4 triliun. 

Realisasi pertumbuhan tersebut melambat tipis dari Februari 2023 yang tumbuh 7,8% secara tahunan dengan nilai sebesar Rp 642,9 triliun. BI merangkum pertumbuhan tersebut terjadi pada KPR tipe di atas 70. 

Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebagai bank yang fokus pada penyaluran kredit properti masih mencatat total pertumbuhan pembiayaan KPR sebesar 6,44% secara tahunan jadi Rp 237,47 triliun di kuartal I-2023. KPR subsidi tercatat sebesar Rp 148,65 triliun dan KPR non subsidi sebesar Rp 88,81 triliun.

Jika dilihat pertumbuhan per kuartal, total pembiayaan KPR BTN hanya tumbuh 1,62% secara kuartalan dari sebelumnya Rp 233,68 triliun. Toh, Haru Koesmahargyo, Direktur Utama Bank BTN masih optimistis prospek sektor properti cukup baik. Alasannya, kebutuhan hunian rumah masih tinggi dan akan semakin menguat dengan adanya insentif pemerintah.

Baca Juga: Kualitas Kredit Membaik, Pemangkasan Pencadangan Bikin Laba Perbankan Makin Gendut

BI sudah memberikan dukungan dengan memperpanjang kebijakan relaksasi bagi perbankan. BI antara lain memperpanjang insentif loan to value (LTV) dan financing to-value (FTV) hingga Desember 2023. 

Sementara Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan KPR di kuartal pertama 2023 mencapai 11,6% secara tahunan jadi Rp 109,59 triliun. Executive Vice President Consumer Loan BCA Welly Yandoko mengatakan, penyaluran KPR di BCA tersebar secara merata. 

BCA menyalurkan KPR baik untuk pembelian di pasar primer, pembelian di pasar sekunder, maupun refinancing. "Ticket size rata-rata KPR BCA masih di kisaran Rp 1,4 miliar, namun saat ini kami mulai fokus untuk penetrasi ke segmen yang lebih besar, sehingga KPR BCA dapat memenuhi kebutuhan hunian dan kredit pemilikan properti dari semua segmen masyarakat," kata Welly, Rabu (3/5).

Hingga akhir 2023, BCA menargetkan KPR tumbuh 12% secara tahunan. 

Sementara Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pembiayaan KPR tumbuh 8,7% secara tahunan menjadi Rp 50,8 triliun di kuartal pertama 2023. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR di 2023 sebesar 6%-8%.

Pencapaian pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi first-home buyer yang didominasi oleh kalangan milenial. "Kami tetap optimistis target pertumbuhan KPR tahun ini, sejalan outlook pertumbuhan pasar," kata Josephus K. Triprakoso, SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Tbk,  Rabu (3/5).
 

Bagikan

Berita Terbaru

MDKA Siap Membagikan Dividen Rp 300 Miliar
| Kamis, 25 Juni 2026 | 11:16 WIB

MDKA Siap Membagikan Dividen Rp 300 Miliar

Dividen tunai tersebut akan dibagikan dari sebagian saldo laba MDKA dari tahun buku 2025 yang belum ditentukan penggunaannya.​

Terbitkan Obligasi Jumbo Rp 2,25 Triliun, TPIA Tingkatkan Modal Kerja
| Kamis, 25 Juni 2026 | 11:03 WIB

Terbitkan Obligasi Jumbo Rp 2,25 Triliun, TPIA Tingkatkan Modal Kerja

Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja TPIA. Terutama, mendukung pengadaan bahan baku produksi.​

Enam Emiten Antre IPO, Sinyal Kebangkitan Pasar Saham atau Sekadar Cari Pendanaan?
| Kamis, 25 Juni 2026 | 09:20 WIB

Enam Emiten Antre IPO, Sinyal Kebangkitan Pasar Saham atau Sekadar Cari Pendanaan?

Saat sentimen positif mendominasi pasar, minat investor terhadap aset berisiko meningkat sehingga penyerapan saham baru menjadi lebih baik.

Enam Perusahaan Calon IPO, Ada  Afiliasi Djarum dan Emtek, Perhatikan Fundamental
| Kamis, 25 Juni 2026 | 09:10 WIB

Enam Perusahaan Calon IPO, Ada Afiliasi Djarum dan Emtek, Perhatikan Fundamental

Enam perusahaan siap IPO. Namun analis sepakat dua emiten ini paling prospektif. Cek fundamental dan potensi untungnya.

Masih Ada  Peringatan dari MSCI, IHSG Masih Terancam Lesu
| Kamis, 25 Juni 2026 | 08:58 WIB

Masih Ada Peringatan dari MSCI, IHSG Masih Terancam Lesu

Indonesia dipertahankan emerging market, tapi IHSG malah terjun bebas di bawah 6.000. Ada kekhawatiran besar di balik keputusan MSCI.

Transaksi Afiliasi Rp 18,27 Triliun, Rajawali Kapital Emas Jadi Pengendali ARCI
| Kamis, 25 Juni 2026 | 08:44 WIB

Transaksi Afiliasi Rp 18,27 Triliun, Rajawali Kapital Emas Jadi Pengendali ARCI

Rajawali Corpora lepas seluruh saham ARCI ke afiliasi senilai Rp 18,27 T. Perubahan ini bisa pengaruhi valuasi saham ARCI.

Indeks Sudah Jebol ke 5.800, Net Sell Rp 6 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 25 Juni 2026 | 08:06 WIB

Indeks Sudah Jebol ke 5.800, Net Sell Rp 6 Triliun, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Jika hingga November 2026 tidak ada perubahan signifikan, ada peluang penurunan status menjadi frontier market. 

ARPU TLKM, EXCL, dan ISAT Naik, tapi Ruang Kenaikan Tarif Mulai Menyempit
| Kamis, 25 Juni 2026 | 07:55 WIB

ARPU TLKM, EXCL, dan ISAT Naik, tapi Ruang Kenaikan Tarif Mulai Menyempit

Prospek sektor telekomunikasi dalam jangka menengah masih dinilai positif, amun narasi pertumbuhannya mulai mengalami pergeseran.

Saham DSSA Mulai Bangkit Usai Keluar dari MSCI dan FTSE, Masih Layak Dibeli?
| Kamis, 25 Juni 2026 | 07:34 WIB

Saham DSSA Mulai Bangkit Usai Keluar dari MSCI dan FTSE, Masih Layak Dibeli?

DSSA memiliki eksposur yang kuat di sektor energi, pembangkit listrik, serta mulai memperluas bisnis ke sektor transisi energi dan EBT.

Menakar Prospek Saham BREN Usai Diborong Prajogo Pangestu, Masih Layak Dibeli?
| Kamis, 25 Juni 2026 | 06:46 WIB

Menakar Prospek Saham BREN Usai Diborong Prajogo Pangestu, Masih Layak Dibeli?

BREN merupakan pemain panas bumi terbesar di Indonesia dan berada di peringkat keempat secara global.

INDEKS BERITA

Terpopuler