Percepat Pertumbuhan Bisnis, Samsung Siapkan Investasi 450 Triliun Won

Selasa, 24 Mei 2022 | 13:10 WIB
Percepat Pertumbuhan Bisnis, Samsung Siapkan Investasi 450 Triliun Won
[ILUSTRASI. Gerai Samsung di kawasan belanja di Shanghai, China, 21 Februari 2020. REUTERS/Aly Song/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Samsung Group akan menginvestasikan dana hingga 450 triliun won, atau setara Rp 5.215 triliun selama lima tahun ke depan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis semikonduktor, biofarmasi, dan teknologi generasi berikutnya, demikian pernyataan Samsung Electronics.

Konglomerat top asal Korea Selatan itu pada Selasa mengatakan bahwa sekitar 10% dari investasi bertujuan untuk membantu Samsung mendorong pertumbuhan jangka panjang di bidang strategis seperti sektor chip. Samsung akan melakukan investasi secara agresif di sektor biofarmasi,  untuk membuat lini usaha itu sesukses bisnis chip miliknya.

Samsung Electronics, pembuat chip memori terbesar di dunia, tidak memberikan rincian angka. Namun perusahaan menyebut bahwa 80% dari investasi akan dilakukan di Korea Selatan. Dan pengumuman pada Selasa mencakup janji investasi senilai 240 triliun won yang dibuat pada Agustus 2021.

Baca Juga: Toyota Memangkas Target Produksi Mobil hingga 100.000 Unit di Pasar Global

Samsung tidak memasukkan baterai kendaraan listrik sebagai mesin pertumbuhan masa depan dalam pengumuman tersebut.

Samsung SDI, unit baterai grup, dan Stellantis, perusahaan induk Chrysler, dijadwalkan mengumumkan pabrik baterai baru mereka di negara bagian Indiana, AS, Selasa.

Mengamankan chip domestik dan rantai pasokan bio akan memiliki arti strategis dan penting bagi keamanan ekonomi Korea Selatan, kata Samsung dalam pengumumannya.

Investasi 450 triliun won, yang diharapkan dapat menciptakan 1,07 juta pekerjaan, lebih dari 30% lebih besar dari 330 triliun won yang diinvestasikan Samsung dalam lima tahun hingga 2021.

Bagikan

Berita Terbaru

Polemik Haji Klik Cepat
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:15 WIB

Polemik Haji Klik Cepat

Polemik war ticket haji menegaskan satu hal: persoalan antrean memang mendesak, tetapi solusi tidak boleh lahir dari ketergesaan.

Mengkreasi Instrumen Moneter Valuta Asing
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:05 WIB

Mengkreasi Instrumen Moneter Valuta Asing

Status finansial SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dalam valas lebih kokoh dari sekuritas dan sukuk valas BI.​

Dampak Geopolitik, Industri Barang Mewah Melambat, Pertumbuhan Cuma 2%-4%
| Sabtu, 18 April 2026 | 07:00 WIB

Dampak Geopolitik, Industri Barang Mewah Melambat, Pertumbuhan Cuma 2%-4%

Ketidakpastian global pukul industri barang mewah. Proyeksi pertumbuhan hanya 2-4% di 2026. Bagaimana nasib koleksi Anda ke depan?

Rupiah Loyo, Bank Perketat Risiko Kredit
| Sabtu, 18 April 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Loyo, Bank Perketat Risiko Kredit

Pelemahan rupiah belum berdampak signifikan ke NPL bank, namun debitur berpendapatan rupiah dengan utang valas patut waspada. Simak risikonya!

Nilai Tukar Rupiah Terjun Lagi, Ini Pemicu Pelemahan Sepekan Terakhir
| Sabtu, 18 April 2026 | 06:00 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terjun Lagi, Ini Pemicu Pelemahan Sepekan Terakhir

Rupiah kembali melemah 0,29% ke Rp 17.189 per dolar AS. Perang Timur Tengah dan risiko fiskal domestik jadi biang keroknya.

Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun Ini
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:47 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 10% Tahun Ini

DRMA akan mencari jalan untuk mencapai target ini meski konflik Timur Tengah akan memengaruhi permintaan produk otomotif.

Bisnis Ponsel Metrodata Electronics (MTDL) Masih Berdering
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:37 WIB

Bisnis Ponsel Metrodata Electronics (MTDL) Masih Berdering

Ada tren penjualan ponsel mereka dengan merek Infinix laris manis dengan pertumbuhan penjualan dobel digit.

Peluang OCBC Akuisisi Bisnis Ritel HSBC Indonesia
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:30 WIB

Peluang OCBC Akuisisi Bisnis Ritel HSBC Indonesia

OCBC berpeluang besar mengakuisisi bisnis ritel HSBC Indonesia senilai Rp 6 triliun. Simak strategi besar di balik langkah ini.

Gadai Kendaraan Terus Tumbuh
| Sabtu, 18 April 2026 | 05:00 WIB

Gadai Kendaraan Terus Tumbuh

Bisnis gadai kendaraan tumbuh hingga 80% di awal 2026. Temukan bagaimana ini bisa jadi solusi dana cepat bagi UMKM dan individu.

Masyarakat Ramai-ramai Jual Dolar Demi Panen Cuan
| Jumat, 17 April 2026 | 22:50 WIB

Masyarakat Ramai-ramai Jual Dolar Demi Panen Cuan

Masyarakat ramai-ramai menukarkan dolar Amerika Serikat (AS) miliknya di tengah pelemahan kurs rupiah, yang mencatat rekor terlemah. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler