Pergerakan IHSG Masih Mengekor Bursa Global

Jumat, 19 November 2021 | 05:05 WIB
Pergerakan IHSG Masih Mengekor Bursa Global
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,59% ke level 6.636,47 pada perdagangan Kamis (18/11). Investor asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp 417,93 miliar. Dus, asing sudah mencetak jual bersih empat hari berturut-turut.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat koreksi kemarin sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia yang cenderung terkoreksi juga. "Dari teknikal, IHSG sebelumnya memang menunjukkan tanda-tanda koreksi," ujarnya, Kamis (18/11).

Mengutip Reuters, Indeks MSCI Asia di luar Jepang terkoreksi 0,5% kemarin. Ini terutama karena pelemahan saham-saham teknologi di bursa saham Hong Kong.

Untuk perdagangan hari ini (19/11), IHSG masih rawan terkoreksi. Indeks berpeluang menguji 6.560 terlebih dahulu.Area support terdekat di 6.550 dan resistance di 6.680.

Pelaku pasar akan memperhatikan data neraca pembayaran Indonesia (NPI) kuartal III. Salah satu komponen yang dicermati pasar adalah defisit transaksi berjalan atau current account deficit. Bank Indonesia sebelumnya memperkirakan, CAD Indonesia akan berkisar 0%-0,8%. 

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan juga memprediksi IHSG akhir pekan ini akan melanjutkan pelemahan. Analisa dia, secara teknikal, candlestick IHSG telah membentuk lower high dan lower low, dengan volume yang cukup tinggi. Indikator stochastic juga membentuk dead cross di area jenuh beli atau overbought. Ini mengindikasikan potensi pelemahan indeks.

Dennies memperkirakan, investor juga masih terpengaruh perkembangan terkait inflasi dari Amerika Serikat (AS). Sekadar informasi, AS sudah mengumumkan inflasi Oktober 6,2% year on year. Ini merupakan inflasi tertinggi sejak 1990.

Kondisi ini mencuatkan spekulasi The Fed akan mempercepat kenaikan bunga dibanding perkiraan. Padahal The Fed baru memulai tapering off akhir November ini.

Dennies memperkirakan, rentang support IHSG ada di 6.594-6.615 dan resistance di 6.6663-6.690. Beberapa saham yang dapat diamati antara lain WIKA, HMSP dan BSDE. Sedangkan Herditya merekomendasikan LSIP, SSMS, AGRO dan PNBS.

 

Bagikan

Berita Terbaru

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok: Net Sell Asing Terjadi 3 Pekan Beruntun, SOHO & UNVR Malah Naik

Pada periode 2-6 Februari 2026, IHSG tumbang 4,73% dan ditutup pada level 7.935,26. Pekan sebelumnya, IHSG telah turun 6,94%.

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:00 WIB

Anomali Pergerakan Saham BRIS, Diprediksi Nafasnya Kuat Hingga Tembus 3.000

Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) naik 5,78% dalam sepekan melebihi kinerja IHSG yang turun -4,47%, efek euforia pasca spin off dari BMRI.

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:00 WIB

PTPP dan Anak Usaha WIKA Digugat PKPU, Begini Kata Manajemen

WIKON diajukan PKPU oleh PT Pratama Widya Tbk (PTPW), sedangkan PTPP diajukan PKPU oleh PT Sinergi Karya Sejahtera.

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

INDEKS BERITA

Terpopuler