Pergerakan Rupiah Hari Ini (1/4) Ditentukan Hasil Data Inflasi

Jumat, 01 April 2022 | 04:20 WIB
Pergerakan Rupiah Hari Ini (1/4) Ditentukan Hasil Data Inflasi
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah berpotensi melemah pada Jumat (1/4). Pelaku pasar masih menanti data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan inflasi Indonesia, yang akan menentukan pergerakan rupiah. 

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, data inflasi domestik memberikan gambaran kapan Bank Indonesia (BI) menaikkan bunga acuan. 

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut bunga akan dipertahankan sampai ada tanda kenaikan inflasi inti. Saat ini, inflasi inti di 2,03%, di batas bawah target BI, yaitu 3% plus minus 1%. 

Baca Juga: Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah pada Jumat (1/4)

Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, terjadi penurunan aktivitas manufaktur di China akibat penyebaran Covid-19. Ini negatif bagi rupiah. 

Nanang memprediksi, kurs rupiah hari ini bergerak di Rp 14.340-Rp 14.410. Sementara Josua memperkirakan rupiah bergerak di Rp 14.325-Rp 14.425. 

Kurs spot rupiah melemah 0,14% ke Rp 14.363 Kamis (31/3). Sedang kurs Jisdor turun tipis 0,05% ke Rp 14.357. 

Baca Juga: Rupiah Jisdor Melemah Tipis ke Rp 14.357 Per Dolar AS Pada Kamis (31/3)

Bagikan

Berita Terbaru

Sido Muncul (SIDO) Memperkuat Pasar Ekspor
| Jumat, 27 Maret 2026 | 09:40 WIB

Sido Muncul (SIDO) Memperkuat Pasar Ekspor

Pada tahun ini Sido Muncul akan mengoptimalkan kinerja operasional dan keuangan dengan sejumlah langkah strategis.

Gencar Ekspansi Gerai, Laba Midi Utama (MIDI) Mendaki
| Jumat, 27 Maret 2026 | 09:02 WIB

Gencar Ekspansi Gerai, Laba Midi Utama (MIDI) Mendaki

Pertumbuhan kinerja MIDI didorong ekspansi agresif lini bisnis Lawson yang memiliki margin lebih tinggi. 

Musim Mudik Lebaran 2026, Trafik Data Indosat (ISAT) Naik 20%
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:57 WIB

Musim Mudik Lebaran 2026, Trafik Data Indosat (ISAT) Naik 20%

Puncak lonjakan berasal dari Jakarta menuju Jawa Barat, dengan porsi lebih dari 22% dan Jawa Tengah lebih dari 37%.​

Pendapatan Tumbuh 44,8%, Laba Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit Tiga Digit
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:53 WIB

Pendapatan Tumbuh 44,8%, Laba Chandra Daya Investasi (CDIA) Melejit Tiga Digit

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang tahun 2025.

Laba Emiten Grup Triputra Masih Perkasa Pada 2025
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:49 WIB

Laba Emiten Grup Triputra Masih Perkasa Pada 2025

Tren positif kinerja keuangan emiten-emiten Grup Triputra pada tahun 2026 bisa berlanjut secara selektif.

Sinyal Bahaya Menyala, Arah IHSG Dekati Masa Krisis & Sumber Tekanannya Belum Selesai
| Jumat, 27 Maret 2026 | 08:30 WIB

Sinyal Bahaya Menyala, Arah IHSG Dekati Masa Krisis & Sumber Tekanannya Belum Selesai

Koreksi IHSG saat ini sudah masuk zona deep correction, seperti di  2013, 2015 dan 2025, Perbedaannya sumber tekanan sekarang belum selesai.

Mulai Terjadi Net Sell Jumbo, Sebelum Libur Weekend Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 27 Maret 2026 | 07:27 WIB

Mulai Terjadi Net Sell Jumbo, Sebelum Libur Weekend Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

 Artinya di luar transaksi crossing itu, aksi jual asing sudah cukup besar, mencapai Rp 1,94 triliun.

IHSG Masih Rawan Terkoreksi di Akhir Pekan Ini
| Jumat, 27 Maret 2026 | 07:24 WIB

IHSG Masih Rawan Terkoreksi di Akhir Pekan Ini

Koreksi IHSG bisa berlanjut pada Jumat (27/3). Pasar masih akan mencermati perkembangan tensi geopolitik.

Kenaikan Harga Bahan Baku Masih Menghantui Prospek Kinerja MYOR
| Jumat, 27 Maret 2026 | 07:20 WIB

Kenaikan Harga Bahan Baku Masih Menghantui Prospek Kinerja MYOR

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan pertumbuhan penjualan sepanjang tahun 2025. Namun, kenaikan harga bahan baku menekan laba bersih 

Tekanan di Segmen Usaha Mikro Masih Berat
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:50 WIB

Tekanan di Segmen Usaha Mikro Masih Berat

​Kredit mikro masih tersendat di awal 2026: pertumbuhan stagnan, sementara risiko kredit bermasalah justru meningkat.

INDEKS BERITA

Terpopuler