KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah belum bisa keluar dari tekanan. Rencana The Fed mempertahankan bunga di level tinggi jadi tantangan.
Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, saat ini pelaku pasar memilih memegang dollar Amerika Serikat (AS) seiring pernyataan terbaru The Fed terkait outlook kenaikan suku bunga. The Fed menyatakan tidak bisa menjamin ekonomi AS terhindar dari resesi akibat kenaikan bunga yang agresif.
Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menyebut, sikap hawkish The Fed membuat pasar memilih safe haven seperti dollar. "Ini memicu capital outflow di pasar saham dan obligasi," kata dia.
Baca Juga: Loyo Hadapi Dolar AS, Rupiah Masih Bisa Perkasa Atas Sejumlah Mata Uang Ini
Dari dalam negeri Reny meyakini data inflasi domestik Juni akan naik 0,5%. Jika ternyata sesuai maka dianggap terkendali. Faisyal menambahkan, pelaku pasar juga memantau pembatasan pembelian bahan bakar yang bisa berdampak pada inflasi.
Reny memprediksi hari ini (1/7) rupiah akan bergerak antara Rp 14.835-Rp 14.928 per dollar AS. Proyeksi Faisyal, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.800-Rp 15.000.
Kamis (30/3), kurs spot rupiah turun 0,34% jadi Rp 14.903. Kurs Jisdor BI melemah 0,23% jadi Rp 14.882 per dollar AS.
Baca Juga: Dolar AS Masih Jadi Primadona, Rupiah Terperosok ke Rp 14.903 Per Dolar AS
