Berita Market

Pergerakan Rupiah Sideways Karena Menahan Diri Jelang Rilis Data Inflasi

Kamis, 09 Juni 2022 | 04:00 WIB
Pergerakan Rupiah Sideways Karena Menahan Diri Jelang Rilis Data Inflasi

Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih akan bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (9/6). Hal ini seiring ekspektasi pelaku pasar pada inflasi AS yang masih tinggi.

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah masih akan melemah menjelang data consumer price index (CPI) di akhir pekan dan minggu depan ada pertemuan FOMC.

Sementara itu Lukman bilang, data dari domestik belum ada data mempengaruhi rupiah. "Fundamental rupiah masih bisa menahan kekuatan dollar," ujar dia.

Baca Juga: Rupiah Masih Berpotensi Tertekan pada Kamis (9/6)

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan pelaku pasar memperkirakan inflasi AS masih tinggi. "Pelaku pasar mewaspadai dampak inflasi AS yang mempengaruhi keputusan The Fed dalam menaikkan bunga acuan. Minggu ini pelaku pasar akan wait and see pada data inflasi AS yang diprediksi tinggi, yakni di atas 8%," ucap Reny.

Lukman memproyeksikan rupiah Kamis (9/6) di Rp 14.450-Rp 14.600 dan Reny memprediksi di level Rp 14.434-Rp 14.512 per dollar AS.

Rabu (8/6), rupiah di pasar spot melemah 0,26% ke Rp 14.491 per dollar AS. Sementara berdasarkan kurs referensi Jisdor BI, rupiah melemah 0,08% ke Rp 14.477 per dollar AS.

Baca Juga: Rupiah di Jisdor BI Melemah 0,09% ke Rp 14.477 Per Dolar AS di Perdagangan Rabu (8/6)


Baca juga