Persaingan Mobil MPV Tujuh Kursi Makin Ramai

Senin, 10 Juni 2019 | 10:34 WIB
Persaingan Mobil MPV Tujuh Kursi Makin Ramai
[]
Reporter: Agung Hidayat, Kenia Intan | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sudah menjadi rahasia umum jika kendaraan penumpang jenis multi purpose vehicle (MPV) tujuh kursi laris manis di pasar Indonesia. Maka tak heran jika semakin banyak agen pemegang merek (APM) yang masuk ke segmen mobil sejuta umat ini.

Akhir bulan lalu, pabrikan otomotif asal Prancis yakni Renault, memastikan akan memboyong Triber, low MPV tujuh kursi, ke Indonesia. Melalui PT Maxindo Renault Indonesia, mereka siap membanderol kendaraan tersebut seharga mobil low cost green car (LCGC).

Renault menilai, penting untuk memasarkan kendaraan berharga miring di Indonesia. " Justru kalau tidak punya produk di market itu, akan tertatih-tatih untuk bersaing," kata Davy J Tulian, Chief Operating Officer (COO) PT Maxindo Renault Indonesia, akhr bulan Mei lalu.

Sejalan dengan agenda tersebut, Maxindo Renault siap membuka 19 diler sepanjang tahun 2019. Lima diler sudah mereka realisasikan. Lokasinya di Serpong (Banten), Pluit (Jakarta), BSD (Banten), Bintaro (Jakarta) dan Pecenongan (Jakarta).

Pemain kawakan PT Toyota Astra Motors (TAM) juga tak heran jika mobil MPV tujuh kursi semakin riuh. Pasalnya, secara historis jenis kendaraan tersebut memang merajai penjualan mobil nasional. "Bisa dibilang total segmen MPV berkontribusi lebih dari 40% dari total market otomotif Indonesia," kata Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motors kepada KONTAN, Minggu (9/6).

Meski begitu, TAM tetap percaya diri. Mereka yakin strategi penyegaran pasar yang selama ini diterapkan, masih efektif untuk menjaga pasar. Sejak pertengahan Januari 2019, Toyota memperkenalkan MPV New Avanza-Veloz dan New Avanza. Perusahaan itu menargetkan Avanza menggenggam 30% pangsa pasar di kelasnya.

Pada April tahun ini, Toyota mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 29.424 unit. Dalam catatan mereka, penjualan Avanza berkontribusi sekitar 31%.

Sementara menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan TAM pada Bulan April menjadi yang tertinggi ketimbang tiga bulan sebelumnya. Adapun akumulasi penjualan Januari-April 2019 mencapai 106.690 unit atau 31,68% terhadap total penjualan nasional yang tercatat 337.892 unit.

Layanan digital

APM lain seperti Wuling Motors Indonesia juga ngiler dengan pasar MPV tujuh kursi. "Pasar MPV itu peluang bagi kami sebagai merek baru untuk mendapatkan pasar dengan potensi yang besar," ungkap Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors Indonesia kepada KONTAN, Minggu (9/6).

Namun Wuling Motors sadar, persaingan pasar juga semakin ketat. Mereka mengaku perlu bekerja keras untuk memasarkan MPV Confero dan MPV Cortez.

Layaknya APM-APM lain, Wuling Motors memacu strategi penguatan layanan purna jual. Namun tak hanya fasilitas fisik, mereka juga merambah pengembangan digital dalam bentuk aplikasi My Wuling+ sejak April tahun ini. Lewat platform tersebut, pelanggan bisa berkonsultasi mengenai teknis kendaraan secara online.

Wuling Motors juga bertekad membuka 120 diler di dalam negeri. Hingga kini, perusahaan tersebut sudah memiliki 96 diler.

Bagikan

Berita Terbaru

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:47 WIB

B50: Menguji Kesiapan Kapal dan Asuransi

Perpindahan ke B50 sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar pencapaian target kalender atau seremonial semata.

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Menakar Dampak Krisis Diesel Global terhadap Pasokan & Harga Solar Nasional

Krisis pasokan diesel di pasar solar global saat ini bersifat struktural, dan berpotensi bertahan hingga awal 2027. Indonesia mesti waspada

Bongkar Pasang
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Bongkar Pasang

Kalau reshuffle terjadi lebih sering daripada kita mengganti kalender, lantas hasil kerja semacam apa yang bisa diharapkan?

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:41 WIB

Masih di Bawah Tekanan, Rupiah Berpotensi Melemah Lagi

Perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik belum cukup kuat menahan tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury.

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Menakar Posisi Darma Henwa (DEWA) di Aturan Baru Jasa Tambang, Peluang Atau Beban?

PT Darma Henwa (DEWA) merupakan kontraktor tambang KPC dan Arutmin, dua anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI). 

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Tren Melemah Terus Melanda Rupiah, Cek Prediksi Pergerakan Mata Uang Garuda Hari Ini

Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed. Terutama setelah data inflasi AS menunjukkan perkembangan yang lebih rendah daripada perkiraan.

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Tekanan Jual Asing Masih Tinggi, Jelang Weekend, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari domestik, pelaku pasar mencermati perkembangan reshuffle kabinet. Tekanan jual investor asing juga masih menjadi perhatian.

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Aksi Buyback Saham Marak Lagi, UNTR Hingga BTPS Siapkan Dana Triliunan

Besar kecilnya pengaruh buyback sangat tergantung pada realisasinya, bukan hanya nilai maksimum anggaran yang diumumkan.

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Harganya Lebih Resilien, ANTM Jadi Saham Emas Paling Diburu Investor Asing

Meski sebulan terakhir harganya cuma naik tipis, posisi ANTM jauh lebih baik ketimbang saham emiten emas lainnya.

Tekanan IHSG Masih Kuat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Tekanan IHSG Masih Kuat

Tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat setelah indeks sempat turun ke bawah level psikologis 6.000 pada Kamis (1/10).

INDEKS BERITA

Terpopuler