Pertumbuhan Deposito di Kuartal Pertama 2019 Melambat

Rabu, 08 Mei 2019 | 04:49 WIB
Pertumbuhan Deposito di Kuartal Pertama 2019 Melambat
[]
Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan deposito perbankan terpantau masih melambat di kuartal I-2019. Analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) mencatat, deposito hanya tumbuh sebesar 7,3% secara year on year (yoy) menjadi Rp 2.494,3 triliun per akhir Maret 2019.

Bila dibandingkan dengan Februari 2019 yang tumbuh 7,9%, persentase kenaikan di sedikit Maret 2019 menyusut. Meski begitu, pertumbuhan simpanan berjangka lebih baik dibandingkan Maret tahun sebelumnya yang hanya tumbuh 5,5% secara yoy.

Bankir menyebut, perlambatan dana mahal tersebut relatif wajar lantaran mayoritas bank lebih fokus memupuk dana murah alias current account and saving account (CASA). Sementara Bank Central Asia (BCA) sampai akhir kuartal I 2019 masih mencatatkan kenaikan deposito sebesar 10,1% secara tahunan menjadi Rp 145,83 triliun.

Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibanding CASA yang tumbuh 7,2% yoy. Kendati demikian, Direktur BCA Santoso Liem menyebut, pihaknya kini fokus dalam pengembangan CASA.

BCA berniat menjaga rasio CASA di kisaran 73% hingga 78% tahun ini, dengan asumsi dana pihak ketiga (DPK) tumbuh di kisaran 8%–10% hingga akhir 2019.

Direktur Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Jatim Ferdian Timur Satyagraha juga mengaku akan lebih fokus menggenjot pertumbuhan dana murah ketimbang deposito. Hingga kuartal I-2019, Bank Jatim masih mencetak pertumbuhan deposito cukup tinggi sebesar 14,28% yoy dari Rp 13,69 triliun menjadi Rp 15,64 triliun.

"Kami mematok pertumbuhan dana murah sebesar 12% di tahun 2019 ini. Sementara untuk deposito, target pertumbuhan hanya sebesar 8% yoy hingga akhir 2019," ujar Ferdian.

Sementara PT BPD Sumatera Utara (Bank Sumut) tetap mendorong pertumbuhan deposito sebagai penopang likuiditas. Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Siregar mengatakan, target tahun ini deposito naik sebesar 14% yoy menjadi Rp 7,1 triliun.

Meski begitu, Bank Sumut juga tetap mendorong CASA untuk menjaga biaya dana. Per Maret 2019, deposito Bank Sumut turun 44,85% yoy dari Rp 9,55 triliun menjadi Rp 5,28 triliun akibat pengetatan likuiditas. Itu tecermin dari total DPK yang turun 14,23% secara yoy menjadi Rp 22,91 triliun pada Maret 2019.

Bagikan

Berita Terbaru

Negosiasi WTO Alot di Kamerun, Nasib Pajak Digital E-Commerce Global Terancam
| Minggu, 29 Maret 2026 | 16:32 WIB

Negosiasi WTO Alot di Kamerun, Nasib Pajak Digital E-Commerce Global Terancam

Negosiasi WTO tentang bea masuk digital terancam buntu. Dunia usaha was-was tarif baru, AS ancam kredibilitas WTO. Akankah ada jalan tengah?

Kerugian Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak Sepanjang 2025, Masih Layak Diselamatkan?
| Minggu, 29 Maret 2026 | 11:00 WIB

Kerugian Garuda Indonesia (GIAA) Membengkak Sepanjang 2025, Masih Layak Diselamatkan?

Manajemen Garuda menyebutkan bahwa momen keluarnya GIAA dari papan pemantauan khusus menjadi momen penting untuk memperbaiki persepsi pasar.

Harga Batubara Melonjak, Tapi Pengusaha Dalam Negeri Belum Bisa Pesta-Pora
| Minggu, 29 Maret 2026 | 09:00 WIB

Harga Batubara Melonjak, Tapi Pengusaha Dalam Negeri Belum Bisa Pesta-Pora

Kenaikan harga minyak membebani biaya operasional perusahaan karena biaya bahan bakar mencakup sekitar 25%-35% dari biaya operasional perusahaan.

Perluas 5G dan Perkuat Segmen Enterprise, Begini Rekomendasi Saham EXCL
| Minggu, 29 Maret 2026 | 08:00 WIB

Perluas 5G dan Perkuat Segmen Enterprise, Begini Rekomendasi Saham EXCL

Dari sisi memperluas layanan, nantinya seluruh infrastruktur BTS 4G milik EXCL juga akan dilengkapi dengan teknologi 5G.

Sahamnya Terus Koreksi, Portofolio Investor Institusi Asing di Saham BREN Merugi
| Minggu, 29 Maret 2026 | 07:00 WIB

Sahamnya Terus Koreksi, Portofolio Investor Institusi Asing di Saham BREN Merugi

Secara teknikal, posisi pergerakan BREN saat ini masih berada di fase down trend-nya dengan tekanan jual dan volume yang tidak begitu besar.

Mencari Jalan Agar Botol Yakult Bisa Kembali Pulang
| Minggu, 29 Maret 2026 | 06:51 WIB

Mencari Jalan Agar Botol Yakult Bisa Kembali Pulang

Untuk mengurangi emisi karbon, PT Yakult Indonesia Persada memasang PLTS atap di dua unit pabriknya. Perusahaan juga men

 
Juragan Bioskop Berburu Penonton ke Kota-Kota Kecil
| Minggu, 29 Maret 2026 | 06:48 WIB

Juragan Bioskop Berburu Penonton ke Kota-Kota Kecil

Pengelola bioskop semakin masif mengembangkan layar di kota tier dua dan tier tiga. Mereka melirik peluang pertumbuhan.

Mencuil Cuan dari Sepotong Roti Gandum
| Minggu, 29 Maret 2026 | 06:44 WIB

Mencuil Cuan dari Sepotong Roti Gandum

Tren gaya hidup sehat mendorong lonjakan permintaan roti gandum, yang membuka peluang bagi pelaku usaha meraup penjualan dari roti gandum.

 
APBN di Persimpangan
| Minggu, 29 Maret 2026 | 06:40 WIB

APBN di Persimpangan

​Tekanan global dan ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, hingga perlambatan ekonomi membuat ruang gerak fiskal semakin terbatas.

Saatnya Investor Melakukan Diversifikasi Sektor Saham
| Minggu, 29 Maret 2026 | 04:50 WIB

Saatnya Investor Melakukan Diversifikasi Sektor Saham

Diversifikasi tidak hanya berlaku pada saham, bisa dikombinasikan dengan aset-aset lain, seperti surat utang dan deposito.

INDEKS BERITA

Terpopuler