Pertumbuhan Giro di Bank Mulai Melandai, Korporasi Bersiap Jalankan Ekspansi

Senin, 03 April 2023 | 06:00 WIB
Pertumbuhan Giro di Bank Mulai Melandai, Korporasi Bersiap Jalankan Ekspansi
[]
Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di awal tahun 2023. simpanan giro perbankan tumbuh tinggi dibandingkan tabungan dan deposito. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di Februari 2023, giro bertumbuh 15,6% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 2.466 triliun. 

Sedangkan tabungan cuma naik 5,2% yoy menjadi Rp 2.537 triliun di dua bulan pertama tahun ini. Adapun deposito hanya tumbuh 4,6% yoy menjadi Rp 2.979 triliun. 

Simpanan giro di perbankan didominasi segmen korporasi. Seiring kenaikan pertumbuhan giro, kredit korporasi meningkat 11,0% yoy menjadi Rp 3.218 triliun di Februari 2023. 

Adapun kredit modal kerja meningkat 10,1% yoy menjadi Rp 2.817 triliun pada dua bulan pertama 2023. Sedangkan kredit investasi naik 11,8% yoy menjadi Rp 1.686 triliun hingga Februari 2023. 

Baca Juga: Parkir Duit di Bank, Simpanan Nasabah Tajir Naik

Anggota Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono menyatakan meskipun tumbuh tinggi, pertumbuhan giro sebenarnya dalam tren perlambatan. Ia menyatakan, perlambatan pertumbuhan giro ini mengindikasikan perusahaan mulai melakukan spending dan melakukan ekspansi usaha. 

“Kondisi ini  sejalan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) di zona ekspansi pada Januari dan Februari 2023 serta sejalan hasil survei kegiatan dunia usaha Bank Indonesia triwulan IV 2022,” ujar Didik kepada Kontan pada pekan lalu.

SVP Retail Deposit Product And Solution Group Bank Mandiri, Evi Dempowati mengatakan produk giro Bank Mandiri pada Februari 2023 tumbuh 30% yoy. Pertumbuhan  lebih tinggi dibandingkan tabungan dan deposito. 

“Pertumbuhan ini sejalan strategi Bank Mandiri sebagai bank wholesale dalam optimalisasi penghimpunan dana murah. Juga solusi yang menyeluruh untuk nasabah badan usaha,” katanya. 

Sementara Direktur Distribusi dan Pendanaan Ritel Bank Tabungan Negara (BTN), Jasmin juga menyebut,  hingga Februari 2023, pertumbuhan giro BTN  lebih tinggi dari tabungan dan deposito. Ia menargetkan, pertumbuhan giro dan tabungan lebih tinggi dari deposito.
 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Profitabilitas Emiten Cenderung Melandai dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Profitabilitas Emiten Cenderung Melandai dalam Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Investor tampaknya lebih banyak mem-pricing risiko persepsi, ketidakpastian kebijakan pemerintah, dan persoalan kelembagaan.

Negara Kaji Pengecualian Pajak Bagi EGR
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:37 WIB

Negara Kaji Pengecualian Pajak Bagi EGR

Pembahasan mengenai perlakuan PPN dan PPh atas transaksi EGR telah dilakukan bersama Kementerian Keuangan

Mazda Hingga CoreWeave Disebut Antre Masuk Indonesia, Cermati BEST, DMAS, atau KIJA?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Mazda Hingga CoreWeave Disebut Antre Masuk Indonesia, Cermati BEST, DMAS, atau KIJA?

Peningkatan investasi asing tidak serta-merta bertranslasi ke kenaikan harga saham emiten kawasan industri.

Optimisme Terkikis, Konsumsi Makin Tipis
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Optimisme Terkikis, Konsumsi Makin Tipis

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menurun selama tiga bulan berturut-turut                            

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Ujian Independensi BI di Bawah Nahkoda Baru

Destru Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur Bank Indonesia menggantikan Perry Warjiyo           

 Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:03 WIB

Digencet Depresiasi Rupiah Prospek Emiten Farmasi Masih bisa Cerah, KLBF atau SIDO?

Sektor farmasi memiliki karakter defensif karena kebutuhan terhadap obat dan produk kesehatan bertahan di berbagai kondisi ekonomi.

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:42 WIB

Bursa Efek Indonesia Mengejar Pendalaman Pasar

Ekspansi pengembangan produk yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap harus mampu menjawab kebutuhan investor

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Penjualan Masih Kuat, Laba Bersih ULTJ Semester Pertama Melonjak 73,7%

Penjualan  PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencapai Rp 5,49 triliun, naik 34,6% year-on-year (yoy)

Babak Baru Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Babak Baru Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

OJK tengah melakukan finalisasi aturan demutualisasi, Danantara siap masuk menjadi pemegang saham BEI

Harga Logam Mulia Bertahan di Atas US$ 4.300, Saham Produsen Emas Ikut Meroket
| Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Harga Logam Mulia Bertahan di Atas US$ 4.300, Saham Produsen Emas Ikut Meroket

Potensi penguatan saham-saham emas di BEI masih berlanjut sejalan dengan kenaikan harga emas di pasar global.

INDEKS BERITA

Terpopuler