Demo Sang Pewaris
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demonstrasi mahasiswa pada Jumat (12/6) menunjukkan, pembangunan fisik masif tak berbanding lurus dengan ekonomi masyarakat. Publik masih berhadapan pada persoalan yang sama: lapangan kerja minim, daya beli lemah dan biaya meningkat.
Padahal saat berkuasa, Joko Widodo (Jokowi) menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama. Pemerintah menghabiskan anggaran yang sangat besar
Jalan tol terus memanjang, bandara berdiri, pelabuhan bertambah, bendungan dibangun dan berbagai proyek strategis nasional lain. Namun manfaat ekonominya belum sepenuhnya terasa.
Jokowi menempatkan infrastruktur sebagai motor pertumbuhan ekonomi dengan harapan mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selama Jokowi berkuasa, utang negara meningkat sekitar Rp 5.800 triliun. Ia juga memberikan penugasan kepada BUMN karya. Harga yang harus dibayar tidak hanya berupa peningkatan beban keuangan, juga tekanan pada perusahaan konstruksi pelat merah.
Akibatnya, sejumlah BUMN karya bergulat dengan restrukturisasi utang, tekanan likuiditas, serta tingginya beban bunga setelah bertahun-tahun menjadi ujung tombak pembangunan nasional. BUMN karya maupun masyarakat sama-sama menjadi pihak yang menanggung konsekuensi dari model pembangunan yang menelan biaya sangat besar tersebut.
Di sinilah letak paradoks pembangunan satu dekade terakhir. Persoalan tersebut menjadi warisan pemerintahan Prabowo Subianto. Meski menghadapi tekanan fiskal akibat berbagai kewajiban periode sebelumnya, Prabowo tetap menjalankan sejumlah program berskala besar seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
Prabowo juga mewarisi sejumlah figur yang terkait dengan Jokowi. Seperti Gibran Rakabuming Raka - putra Jokowi yang menjabat wakil presiden, hingga sejumlah menteri dan pejabat yang pernah menjadi bagian dari kabinet Jokowi dipercaya menempati posisi strategis.
Program berskala besar Prabowo dan kewajiban akibat ekspansi pembangunan pada masa Jokowi menjadi bagian dari beban fiskal yang ditanggung Indonesia. Demonstrasi mahasiswa pekan lalu merupakan refleksi posisi mereka sebagai pewaris negeri ini. Aksi itu mencerminkan kekhawatiran atas masa depan Indonesia yang tidak pasti.
