Peta Kita Berbeda

Kamis, 11 Juni 2026 | 06:10 WIB
Peta Kita Berbeda
[ILUSTRASI. TAJUK - Hasbi Maulana (KONTAN/Indra Surya)]
Hasbi Maulana | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lusa, Jumat 12 Juni 2026, sebuah perusahaan roket untuk pertama kalinya akan menjual sahamnya kepada publik di Nasdaq. Reuters melaporkan permintaan investor melampaui dua kali lipat nilai saham yang tersedia, US$ 150 miliar berebut slot US$ 75 miliar. 

Kelak ketika SpaceX resmi masuk indeks saham global, suatu mekanis me tak terhindarkan akan terjadi. Pengelola dana besar yang membuntuti indeks MSCI, S&P, atau Nasdaq tak punya pilihan. Mereka wajib membeli saham SpaceX sesuai bobotnya dalam indeks.

Anthropic, pembuat kecerdasan buatan yang kini bernilai hampir US$ 1 triliun, sudah mengajukan prospektus IPO secara konfidensial. OpenAI, rival terdekatnya yang terkenal dengan ChatGPT, bersiap menyusul. Tiga IPO ini akan menyerap lebih dari US$ 200 miliar dari pasar dalam satu tahun.

MSCI sudah memodelkan skenario ini: gelombang mega-IPO 2026 akan menaikkan bobot Amerika Serikat dalam indeks ekuitas global, memaksa miliaran dolar berpindah melalui mekanisme index-tracking yang bekerja otomatis. 

SpaceX menjual kepemilikan atas infrastruktur antariksa, Anthropic dan OpenAI menjual kepemilikan atas fondasi kognitif peradaban berikutnya. Investor mengantre mereka karena percaya dua dekade dari sekarang, dunia akan dijalankan di atas apa yang sedang dibangun perusahaan-perusahaan tersebut.

Lalu, apa yang Indonesia tawarkan untuk bersaing?

Sawit, nikel, batubara, dan konsumsi domestik adalah sebagian aset nyata Indonesia yang menghidupi ekonomi kita hari ini. Tapi dalam percakapan tentang peta potensi cuan tatanan dunia masa depan yang dijejali bermacam teknologi, pamflet Indonesia mungkin tidak akan banyak dilirik. Bukan karena kita tidak mampu, melainkan karena kita memang belum pernah memutuskan untuk berada di sana.

Dua hari lagi, salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah pasar modal global akan terjadi. Modal senilai ratusan miliar dolar akan bergerak, indeks akan berubah, portofolio global akan ditimbang ulang. Di ruang-ruang rapat di Singapura, London, dan New York, nama-nama yang disebut adalah SpaceX, Anthropic, OpenAI. Nama Indonesia, jika disebut, mungkin berada di daftar negara di mana para pemodal global akan membongkar celengan untuk mendanai pembelian wajib tadi.

Lantas, di mana kita berada dalam peta ekonomi dunia masa depan? Ah, iya, peta masa depan kita memang berbeda: Indonesia Emas!

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08 WIB

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:2.

Dapat Restu RUPSLB, BRNA Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Dapat Restu RUPSLB, BRNA Siap Menggelar Rights Issue

Harga pelaksanaan rights issue BRNA Rp 685 per saham. Dus, dari rights issue, BRNA berpotensi meraup dana maksimal sekitar Rp 372,6 miliar. 

Permintaan Ayam Menguat, Laba Emiten Unggas Masih Bisa Ngegas
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Permintaan Ayam Menguat, Laba Emiten Unggas Masih Bisa Ngegas

Kuatnya permintaan pada kuartal IV-2026 jadi katalis positif kinerja keuangan emiten unggas di sisa tahun ini.

Energi Mega Persada (ENRG) Genjot Kinerja Melalui Pengembangan Aset dan Akuisisi
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Energi Mega Persada (ENRG) Genjot Kinerja Melalui Pengembangan Aset dan Akuisisi

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyiapkan ekspansi produksi migas secara organik melalui pengeboran lebih dari 120 sumur.​

Dibayangi Sentimen MSCI dan Nota Keuangan, IHSG Bergerak Terbatas
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Dibayangi Sentimen MSCI dan Nota Keuangan, IHSG Bergerak Terbatas

Selain sentimen MSCI, pelaku pasar juga menunggu pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai RAPBN 2027 Jumat, (14/8)

Keputusan MSCI Bikin Bursa Indonesia Semakin Sepi
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:41 WIB

Keputusan MSCI Bikin Bursa Indonesia Semakin Sepi

MSCI mendepak 10 saham asal Indonesia dari daftar konstituennya. Dengan begitu, MSCI tetap melakukan pembekuan alias freeze pasar saham nasional.

Prospek Emiten EBT Masih Cerah
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:34 WIB

Prospek Emiten EBT Masih Cerah

Emiten EBT seperti BREN dan PGEO memiliki momentum yang relatif kuat, sehingga ruang pertumbuhan masih terbuka.​

INCO Memacu Pembangunan Smelter HPAL
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:32 WIB

INCO Memacu Pembangunan Smelter HPAL

Proyek HPAL membuat INCO jadi perusahaan dengan eksposur yang lebih luas terhadap rantai nilai nikel untuk baterai kendaraan listrik.

Pendapatan Masih Kuat, Prospek MIKA Semakin Sehat
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Pendapatan Masih Kuat, Prospek MIKA Semakin Sehat

Hingga akhir semester I-2026, MIKA membukukan pendapatan sebesar Rp 2,77 triliun, tumbuh 8,01% secara tahunan atau year on year (yoy). 

Investor Asing Masih Bertahan di Instrumen Jangka Pendek BI
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Investor Asing Masih Bertahan di Instrumen Jangka Pendek BI

Selama imbal hasil SRBI tetap menarik dan ketidakpastian tinggi, investor asing mempunyai alasan untuk tetap memilih instrumen yang lebih pendek

INDEKS BERITA

Terpopuler