Petrindo Jaya (CUAN) Siap Menggelar Stock Split Mulai 15 Juli 2025

Kamis, 10 Juli 2025 | 05:15 WIB
Petrindo Jaya (CUAN) Siap Menggelar Stock Split Mulai 15 Juli 2025
[ILUSTRASI. RUPSLB PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengumumkan akan melaksanakan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:10 di pasar reguler dan negosiasi pada 15 Juli 2025 mendatang.

Pelaksanaan stock split ini mundur dari jadwal sebelumnya yang ditetapkan pada 10 Juli 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/7), dengan stock split, nilai nominal saham CUAN akan berubah dari sebelumnya Rp 200 per saham jadi Rp 20 per saham.

Baca Juga: Mencuil Cuan dari Obligasi Korporasi di Semester II 2025

Nilai nominal saham ini merupakan angka yang tertera pada akta saham CUAN, bukan nilai yang mengacu pada harga saham emiten ini di BEI.

Aksi stock split tersebut akan mengubah jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh CUAN dari sebelumnya 11,24 miliar saham menjadi 112,41 miliar saham.

Perdagangan saham baru

"Rencana stock split ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) CUAN pada 30 Juni 2025," kata Michael, Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi. dalam keterbukaan informasi perusahaan di BEI, kemarin.

Nantinya, 14 Juli 2025 akan menjadi akhir perdagangan saham CUAN dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi.

Baca Juga: Segera Stock Split, Begini Rekomendasi Saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)

Perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi akan dimulai pada 15 Juli 2025. Lalu, perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai pada 17 Juli 2025.

Menutup perdagangan saham di BEI pada Rabu (9/7), harga saham CUAN bertengger di posisi Rp 13.400, naik 3,47% dibandingkan penutupan di hari sebelumnya.

Jika diakumulasi sejak awal tahun ini atau year to date, harga saham CUAN sudah melesat 16,45%. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Laba Bersih Melonjak tapi Saham TINS Terjerembap, Asing Malah Diam-Diam Serok Bawah!
| Kamis, 14 Mei 2026 | 09:30 WIB

Laba Bersih Melonjak tapi Saham TINS Terjerembap, Asing Malah Diam-Diam Serok Bawah!

Ketidakpastian mengenai aturan royalti minerba menjadi salah satu faktor utama penekan harga saham TINS.

Rupiah Terjerembap ke Rekor Terendah, Emiten Kertas TKIM dan INKP Siap Panen Cuan
| Kamis, 14 Mei 2026 | 08:30 WIB

Rupiah Terjerembap ke Rekor Terendah, Emiten Kertas TKIM dan INKP Siap Panen Cuan

Rebalancing indeks MSCI memberikan tekanan outflow jangka pendek buat TKIM yang terdepak dari indeks small cap.

Agresif Ekspansi Anorganik, Saham INET Malah Terus Terjepit, Prospeknya tak Menarik?
| Kamis, 14 Mei 2026 | 07:30 WIB

Agresif Ekspansi Anorganik, Saham INET Malah Terus Terjepit, Prospeknya tak Menarik?

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sedang bertransformasi menjadi integrated digital infrastructure provider.

Konflik Geopolitik Makin Menjerat Membuat Harga Emas Semakin Mengkilat
| Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB

Konflik Geopolitik Makin Menjerat Membuat Harga Emas Semakin Mengkilat

Salah satu faktor yang mendorong harga emas adalah rencana NATO menggelar pertemuan bulan depan untuk membahas kemungkinan keanggotaan Ukraina.

Sebelas Saham Big Caps Bertahan di Indeks MSCI Global Standard, Simak Prospeknya
| Kamis, 14 Mei 2026 | 06:59 WIB

Sebelas Saham Big Caps Bertahan di Indeks MSCI Global Standard, Simak Prospeknya

Pengumuman MSCI ini bisa jadi bottom dari koreksi IHSG sebelum kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan.

DBS Research Group: Perekonomian Indonesia Masih Resilien di Bawah Pelemahan Rupiah
| Kamis, 14 Mei 2026 | 06:10 WIB

DBS Research Group: Perekonomian Indonesia Masih Resilien di Bawah Pelemahan Rupiah

Sektor pertambangan dan energi, perusahaan tambang hulu dinilai akan diuntungkan di tengah harga komoditas yang lebih tinggi.

Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun
| Kamis, 14 Mei 2026 | 05:37 WIB

Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir Tahun

Salah satu faktor kunci adalah kemampuan EXCL melakukan efisiensi jaringan dan mengurangi biaya yang tumpang tindih pasca merger.

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia
| Rabu, 13 Mei 2026 | 11:00 WIB

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia

Valuasi MAPI masih menarik, saat ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) sekitar 9,88 kali dan price to book value (PBV) 1,69 kali.

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:19 WIB

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten

Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per April 2026 belum menjadi katalis positif emiten konsumer.

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:11 WIB

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

PT Rama Indonesia telah menyelesaikan transaksi pengambilalihan saham mayoritas PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). 

INDEKS BERITA

Terpopuler