PGAS Dibayangi Arbitrase Gunvor, Ketidakpastian Membebani Kinerjanya

Sabtu, 26 September 2026 | 09:00 WIB
PGAS Dibayangi Arbitrase Gunvor, Ketidakpastian Membebani Kinerjanya
[ILUSTRASI. Pemanfaatan CNG oleh PGN (PGAS) (DOK/PGN)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sentimen dari sengketa arbitrase Gunvor, diprediksi masih menjadi kerikil bagi jalan emiten pelat merah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) untuk mencapai kinerja optimalnya. Bahkan juga menjadi tantangan untuk kembali menembus level Rp 1.600.

Dalam riset BRI Danareksa terbaru Kamis (24/9), beban sengketa arbitrase Gunvor ini menghasilkan ketidakpastian bagi kinerja PGAS ke depan serta beban mekanisme harga gas alam cair (LNG) US$ 13 per MMBtu.

Sebagaimana diketahui, setelah putusan partial award pada 26 Agustus 2026, PGAS masih mengevaluasi sejumlah opsi legal. Adapun besaran kompensasi maupun waktu pembayarannya belum ditentukan, walau beban mekanisme harga LNG US$ 13 per MMBtu tersebut dinilai masih sejalan dengan ekspektasi sebelumnya.

Baca Juga: Membedah Dampak Arbitrase Gunvor Terhadap Kinerja Keuangan dan Prospek Saham PGAS

Risiko yang terjadi dari arbitrase Gunvor dinilai masih relatif dapat dikelola mengingat PGAS telah memiliki provisi yang cukup besar.

BRI Danareksa Sekuritas memetakan sejumlah skenario terhadap provisi yang telah dibukukan PGAS sebesar US$ 72 juta. Dalam skenario pertama, apabila kewajiban PGAS mencapai US$ 72 juta, maka tidak terdapat tambahan dampak terhadap provisi yang telah tersedia.

Lalu, apabila kompensasi yang harus dibayarkan mencapai US$ 100 juta, maka PGAS berpotensi menghadapi tambahan beban sekitar US$ 28 juta. Sedangkan dalam skenario kewajiban mencapai US$ 130 juta, tambahan dampaknya diperkirakan mencapai US$ 58 juta.

Dengan asumsi seluruh kewajiban tersebut diselesaikan secara tunai pada tahun buku 2026, BRI Danareksa menyatakan skenario tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap target harga saham PGAS sekitar 3%-11%.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Biaya Mahal Buka Ceruk Asuransi Hewan Peliharaan
| Sabtu, 26 September 2026 | 09:43 WIB

Biaya Mahal Buka Ceruk Asuransi Hewan Peliharaan

Di Indonesia, Survei Jakpat 2026 menunjukkan 75% dari lebih 1.254 responden memelihara kucing.                

PGAS Dibayangi Arbitrase Gunvor, Ketidakpastian Membebani Kinerjanya
| Sabtu, 26 September 2026 | 09:00 WIB

PGAS Dibayangi Arbitrase Gunvor, Ketidakpastian Membebani Kinerjanya

Secara fundamental, PGAS masih memiliki basis bisnis yang relatif solid melalui bisnis transmisi dan distribusi gas.

Bersyukur Menjadi Seorang Introvert
| Sabtu, 26 September 2026 | 07:16 WIB

Bersyukur Menjadi Seorang Introvert

Melihat sisi lain Sutopo Widodo, Presiden Komisaris PT HFX Internasional Berjangka yang memiliki karakter sebagai introvert

Banyak Belajar dari Pengalaman Pahit
| Sabtu, 26 September 2026 | 07:06 WIB

Banyak Belajar dari Pengalaman Pahit

Melihat perjalanan investasi Sutopo Widodo, Presiden Komisaris PT HFX Internasional Berjangka yang penuh tantangan

Bakal Konversi Utang Menjadi Saham, ini Efeknya Bagi Fundamental APEX
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:47 WIB

Bakal Konversi Utang Menjadi Saham, ini Efeknya Bagi Fundamental APEX

Manfaat utama dari konversi utang APEX ini bukan tambahan likuiditas, melainkan perbaikan struktur modal, leverage dan tekanan bunga ke depan.

Tekanan The Fed Batasi Kilau Emas
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:45 WIB

Tekanan The Fed Batasi Kilau Emas

Harga emas dunia masih berada dalam tren koreksi di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan yield obligasi Pemerintah AS

Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Domestik pada Pekan Ini
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:00 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Domestik pada Pekan Ini

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada Jumat (25/9) ditutup turun 0,07% secara harian ke level Rp 17.903 per dolar AS

Belajar dari Warsh
| Sabtu, 26 September 2026 | 06:00 WIB

Belajar dari Warsh

Saat seseorang ditunjuk sebagai pejabat publik, pengabdian utamanya adalah kepada rakyat dan negara, bukan kepada pihak tertentu.

Ke Mana Uang Kita Pergi?
| Sabtu, 26 September 2026 | 04:25 WIB

Ke Mana Uang Kita Pergi?

Sepanjang semester I 2026, tercatat 12,55 miliar transaksi. QRIS menyentuh belanja kita sehari-hari, termasuk pembelian kecil bernilai kecil.

Asing Net Sell Rp 1,7 Triliun Tapi Saham TINS Malah Naik 20%, Ini Pemicunya
| Jumat, 25 September 2026 | 15:13 WIB

Asing Net Sell Rp 1,7 Triliun Tapi Saham TINS Malah Naik 20%, Ini Pemicunya

Selain harga timah, pemulihan produksi menjadi penopang penting, dengan produksi bijih timah tumbuh 75% dan produksi logam naik 58% secara tahunan

INDEKS BERITA

Terpopuler