Pimpinan Uni Eropa Memutuskan Permohonan Penundaan Brexit Malam Ini

Kamis, 21 Maret 2019 | 19:25 WIB
Pimpinan Uni Eropa Memutuskan Permohonan Penundaan Brexit Malam Ini
[]
Reporter: Sumber: BBC | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Para pemimpin dari 27 negara anggota Uni Eropa pada hari ini pukul 14.30 GMT (atau 21.30 WIB malam ini) akan menentukan tanggal pasti keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Pemungutan suara yang berlangsung di Brussel itu dilakukan menyusul permohonan yang diajukan oleh Pemerintah Inggris untuk menunda tanggal keluarnya negeri itu dari blok Eropa hingga 30 Juni mendatang. Sesuai aturan yang berlaku, Inggris seharusnya berpisah dengan Uni Eropa pada 29 Maret mendatang.

Pemerintah Inggris meminta pengunduran tanggal perpisahan karena hingga kini gagal meyakinkan parlemen negerinya untuk meratifikasi kesepakatan yang telah disusun secara bersama oleh tim runding dari Inggris dan Uni Eropa. Pemerintahan Perdana Menteri Theresa May memang masih memiliki satu kesempatan lagi untuk mendapat dukungan dari parlemen Inggris.

Pada 25 Maret mendatang, parlemen menjadwalkan pertemuan membahas kesepakatan perpisahan Inggris dengan Uni Eropa, yang popular disebut withdrawal agreement. Namun seandainya parlemen hasil pemungutan suara dalam sidang pekan depan mendukung withdrawal agreement, Inggris tidak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan proses ratifikasi.

Jadi, jika tanggal perpisahan Inggris dengan Uni Eropa tidak diubah, maka negeri itu terancam tidak memiliki kesepakatan apapun dengan Uni Eropa. Perpisahan tanpa kesepakatan ini akan menimbulkan ketidakpastian yang amat tinggi bagi Inggris.  

Perdana Menteri May, awal pekan ini menyuarakan kekecewaannya terhadap anggota parlemen Inggris atas kegagalan ratifikasi kesepakatan. May juga menyatakan, ia berada di sisi rakyat Inggris dan mengutamakan kepentingan mereka dalam menuntaskan agenda keluarnya negeri tersebut dari Uni Eropa, atau yang umum disebut British Exit (Brexit).

Para pimpinan Uni Eropa mengeluarkan suara senada menanggapi permohonan Inggris. Mereka bersedia mengundurkan tanggal keluarnya Inggris dari blok tersebut, selama ada kepastian kesepakatan perpisahan akan mendapat pengesahan dari parlemen Inggris.

“Saya percaya Uni Eropa akan menyetujui perpanjangan waktu yang singkat, asalkan kesepakatan pemerintah Inggris dan Uni Eropa mendapat persetujuan dari parlemen di sidang pekan depan. Uni Eropa mungkin saja menggelar rapat darurat jika memang diperlukan,” ujar Donald Tusk, Presiden Dewan Uni Eropa seperti dikutip BBC.

Ia menambahkan, masih belum ketahuan seberapa lama periode penundaan Brexit yang akan disetujui oleh pimpinan Uni Eropa. Di awal pekan ini, seorang sumber di pemerintahan Inggris yang dikutip BBC menyatakan, pemerintahan Inggris kemungkinan meminta opsi untuk memperpanjang Brexit hingga dua tahun, seandainya parlemen mereka tak kunjung mengesahkan withdrawal agreement hingga 30 Juni.

Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengisyaratkan kemungkinan Uni Eropa menerima permohonan Inggris untuk mengulur waktu kepergiannya dari blok Benua Biru. Seperti Tusk, Merkel pun menegaskan persetujuan itu hanya diberikan jika ada kepastian parleman Inggris akan menyetujui withdrawal agreement.

Namun Merkel menyebut waktu perpanjangan yang lebih pendek. “Kami harus mempertimbangkan pemilihan yang harus berlangsung di Dewan Uni Eropa, jika membicarakan perpanjangan hingga 30 Juni,” ujar dia seperti dikutip BBC.

Jadi? Silakan menanti hingga sekitar dua jam lagi untuk mengetahui pasti kapan Inggris harus hengkang dari Uni Eropa.

Bagikan

Berita Terbaru

 Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:00 WIB

Penonaktifan PBI JK Merugikan Rakyat Miskin

BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan menonaktifkan kepesertaan PBI JK karena menjadi kewenangan Kemensos

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:58 WIB

Danantara Hilirisasi US$ 7 Miliar, Duet Emiten Mind Id, ANTM dan PTBA Ketiban Berkah

Danantara melaksanakan groundbreaking enam proyek hilirisasi di 13 lokasi di Indonesia. Total nilai mencapai US$ 7 miliar. 

 Revolusi Melalui Teladan
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:56 WIB

Revolusi Melalui Teladan

Perjalanan karier Joao Angelo De Sousa Mota dari dunia konstruksi ke pertanian, hingga menjadi Dirut Agrinas

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:37 WIB

Waspada Potensi Lonjakan Biaya Utang Jangka Pendek

Jika pemangkasan outlook membuat tekanan terhadap pasar SBN berlanjut dan mempengaruhi nilai tukar rupiah, maka imbal hasil berisiko naik

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:28 WIB

Cadangan Devisa Amblas Terseret Depresiasi Rupiah

Penerbitan global bond oleh pemerintah belum mampu menyokong cadangan devisa Indonesia              

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:25 WIB

Prospek Industri Multifinance Diprediksi Lebih Cerah

Prospek industri multifinance diperkirakan akan lebih cerah tahun ini setelah tertekan pada 2025.​ Piutang pembiayaan diprediksi tumbuh 6%-8%

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:05 WIB

Mewaspadai Risiko Gugatan Iklim

Ilmu pengetahuan kini sudah bisa menjadi penghubung antara adanya emisi gas rumah kaca dan bencana alam.

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB

Nasib Kripto 2026: Level Krusial Ini Tentukan Arah Harga Bitcoin

Bitcoin anjlok lebih dari 50% dari ATH, Ethereum senasib. Pahami risiko likuidasi massal dan hindari kerugian lebih parah.

BSI Targetkan Kinerja 2026 Tumbuh Dua Digit
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:00 WIB

BSI Targetkan Kinerja 2026 Tumbuh Dua Digit

BSI berhasil mencetak kinerja positif sepanjang 2025. Bank berkode saham BRIS ini mengantongi laba bersih Rp 7,56 triliun, naik 8,02% YoY

Industri Reasuransi Diprediksi Berpotensi Tumbuh Tahun Ini
| Sabtu, 07 Februari 2026 | 06:55 WIB

Industri Reasuransi Diprediksi Berpotensi Tumbuh Tahun Ini

Meski industri reasuransi diperkirakan akan menghadapi sejumlah tantangan, tetapi potensi untuk tetap tumbuh masih ada

INDEKS BERITA

Terpopuler