PNBP Tahun Ini Sulit Menyamai Hasil di Tahun Lalu

Senin, 07 Januari 2019 | 08:57 WIB
PNBP Tahun Ini Sulit Menyamai Hasil di Tahun Lalu
[]
Reporter: Benedicta Prima | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Derasnya penerimaan negara sepanjang tahun lalu tidak lepas dari kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Kementerian Keuangan mencatat PNBP di 2018 mencapai Rp 401,7 triliun, atau 147,8% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, kenaikan harga komoditas energi, terutama minyak dan batubara, sebagai penopang utang PNBP. Sebagai gambaran, rata-rata harga batubara acuan Indonesia sepanjang 2018 adalah US$ 99,3 per ton, naik 15,6% dari harga rata-rata 2017. Sedang harga rata-rata Indonesia Crude Oil Prices (ICP) 2018 senilai US$ 67,5 per barel, atau naik 31,8% dari rata-rata tahun sebelumnya.

Namun, catatan positif ini bisa jadi sulit terulang di tahun ini mengingat tidak ada tanda-tanda harga minyak dan batubara akan naik tinggi. "Tahun 2019 tidak akan sebagus 2018, fluktuasi akan smooth, Negara OPEC dan Non-OPEC belum ada kesepakatan untuk mengurangi pasokan minyak mentah ke pasar," jelas Kurtubi, pakar minyak sekaligus Anggota DPR Komisi VII bidang bidang energi, Jumat (4/1).

Kurtubi menjelaskan Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu negara non-OPEC yang memiliki kemampuan besar meningkatkan produksi. Karena itu, kebijakan AS memblokade minyak Iran bisa menyebabkan fluktuasi harga minyak global. "Minyak selalu terkait dengan politik, terutama minyak dari Timur Tengah," jelasnya.

Sejauh ini harga minyak dalam tren melemah, begitu juga dengan harga batubara. Harga minyak WTI pada Jumat (4/1) US$ 47,96 per barel. Lalu, harga batubara US$ 99,5 per metrik ton. Saat tren harga komoditas turun seperti sekarang, Kurtubi menyarankan pemerintah untuk fokus juga pada peningkatan produksi tambang mineral dan nikel supaya bisa menjadi andalan untuk mendongkrak PNBP.

Bagikan

Berita Terbaru

Asing Kabur Terus dari Pasar Saham, Mampukah Likuiditas Domestik Menyelamatkan IHSG?
| Selasa, 21 April 2026 | 09:35 WIB

Asing Kabur Terus dari Pasar Saham, Mampukah Likuiditas Domestik Menyelamatkan IHSG?

IHSG Belum berpijak pada fondasi yang kokoh, melainkan masih rentan karena sekadar bergantung pada perputaran likuiditas yang tersisa.

Menyelisik Jejak Pengendali Baru BIKE, Dimiliki Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat
| Selasa, 21 April 2026 | 08:31 WIB

Menyelisik Jejak Pengendali Baru BIKE, Dimiliki Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat

Pemegang saham mayoritas PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) punya track record buruk di saham MENN.

Pendapatan Turun dan Rugi Bengkak Rp 5,4 T, Anak Usaha ADHI Kini Hadapi Gugatan PKPU!
| Selasa, 21 April 2026 | 08:05 WIB

Pendapatan Turun dan Rugi Bengkak Rp 5,4 T, Anak Usaha ADHI Kini Hadapi Gugatan PKPU!

Jerat PKPU yang membelit anak usaha ADHI merupakan manifestasi dari tekanan likuiditas sistemik yang menghantui BUMN Karya.

Indointernet (EDGE) Go Private, Pengendali Tawarkan Tender Sukarela
| Selasa, 21 April 2026 | 07:43 WIB

Indointernet (EDGE) Go Private, Pengendali Tawarkan Tender Sukarela

Harga penawaran tender sukarela Rp 11.500 per saham. Nilai ini mencerminkan premi 141,2%, di atas rata-rata harga tertinggi selama 90 hari.

Kantongi Restu RUPS, Wahana Interfood (COCO) Bakal Menggelar Rights Issue
| Selasa, 21 April 2026 | 07:38 WIB

Kantongi Restu RUPS, Wahana Interfood (COCO) Bakal Menggelar Rights Issue

Aksi rights issue akan digelar COCO usai mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Jumat, (17/4).​

Eksekusi Proyek Pembangkit, Kinerja PGEO bisa Terungkit
| Selasa, 21 April 2026 | 07:32 WIB

Eksekusi Proyek Pembangkit, Kinerja PGEO bisa Terungkit

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai mengeksekusi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4.

Tahun 2025, Kinerja Emiten Jasa Konstruksi Bervariasi
| Selasa, 21 April 2026 | 07:26 WIB

Tahun 2025, Kinerja Emiten Jasa Konstruksi Bervariasi

Jika ditelisik, kinerja emiten konstruksi swasta, baik dari sisi top line maupun bottom line lebih unggul dibandingkan emiten BUMN karya.

Ketika BEI Butuh Penyedia Likuiditas Agar Bursa Berkualitas
| Selasa, 21 April 2026 | 07:06 WIB

Ketika BEI Butuh Penyedia Likuiditas Agar Bursa Berkualitas

BEI mengklaim, liquidity provider dapat meningkatkan kualitas perdagangan melalui penyempitan bid-ask spread.

 Menakar Plus Minus Bila OJK Didanai APBN
| Selasa, 21 April 2026 | 07:05 WIB

Menakar Plus Minus Bila OJK Didanai APBN

​Wacana pendanaan OJK dari APBN menggantikan iuran industri menuai sorotan, dinilai berisiko memicu intervensi politik 

Kinerja ICBP Ditekan Kenaikan Harga Bahan Baku
| Selasa, 21 April 2026 | 07:00 WIB

Kinerja ICBP Ditekan Kenaikan Harga Bahan Baku

Manajemen ICBP targetkan pertumbuhan penjualan 5%-7% di 2026 dan margin EBIT 20%-22%. Cek potensi cuan sahamnya!

INDEKS BERITA

Terpopuler