Porsi Deposito Menyokong Kinerja Reksadana Campuran

Kamis, 07 Juli 2022 | 04:50 WIB
Porsi Deposito Menyokong Kinerja Reksadana Campuran
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja reksadana campuran belum mencatatkan kinerja optimal. Rata-rata reksadana campuran tercermin pada Infovesta 90 Balanced Fund Index cuma tumbuh 0,85% pada semester I-2022.

Di paruh kedua tahun ini, reksadana campuran akan menghadapi tekanan lebih berat. Pasalnya, pasar saham maupun obligasi terimbas pengetatan kebijakan moneter hingga kekhawatiran resesi.

Reksadana campuran yang berhasil mencatatkan kinerja lebih baik ternyata memiliki porsi aset di deposito. Seperti STAR Balanced II milik STAR Asset Management yang memberi return 8,33% di semester I-2022. Chief Investment Officer STAR Susanto Chandra mengaku, pengelolaan reksadana campuran ini dilakukan secara dinamis agar mencapai imbal hasil optimal.

Baca Juga: Tips Investasi Reksadana Saham Bagi Pemula

Dari fund fact sheet STAR Balanced II per Mei 2022 ditempatkan pada saham 79,65%, obligasi 10,43%, deposito 7,54% dan sisanya kas. Efek terbesar di STAR Balanced II deposito Bank Syariah Bukopin, Obligasi Oki Pulp & Paper Mills, saham LIFE, BSIM, DUTI, IBST, MDLN, APIC. 

Kinerja reksadana campuran Panin Dana Bersama yang dipegang Panin Asset Management juga berhasil memberi imbal hasil 24,22% pada semester I-2022. 

Direktur Panin AM Rudiyanto mengungkapkan, Panin Dana Bersama, porsi sahamnya 70,69%. Sementara obligasi 7,44%, sisanya 21,87% di pasar uang dan kas. Per Juni 2022, 10 efek terbesar di Panin Dana Bersama adalah deposito Deutsche Bank AG, obligasi Negara FR0079, saham ADRO, ADMF, PNBN, BRMS, CFIN, JSMR, dan PNLF. 

Ke depan, Rudiyanto melihat kinerja reksadana campuran dipengaruhi kondisi pasar saham. Namun dia masih optismistis IHSG bisa kembali ke 7.500 - 8.000. 

Kalau Susanto bilang, di semester II tahun ini, dalam mengelola reksadana campuran akan menerapkan strategi investasi dinamis dan tidak mematok target imbal hasil. 

Baca Juga: Punya Porsi Saham Besar, Kunci Kinerja Reksadana Campuran Panin AM Cemerlang

Bagikan

Berita Terbaru

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB

Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin Membara

Tak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB

Potensi Penguatan Penjualan Jelang Lebaran

 Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025 

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026

Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB

Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program Buyback

Lima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB

Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025         

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:24 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas Pani

Dua entitas usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menjalin kerjasama pengolahan dan pemurnian atas hasil tambang senilai Rp 9,84 triliun.  ​

TBIG Mulai Tawarkan Surat Utang Senilai Rp 1,27 Triliun
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:20 WIB

TBIG Mulai Tawarkan Surat Utang Senilai Rp 1,27 Triliun

Penawaran tersebut terdiri dari Obligasi Berkelanjutan VII TBIG Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I TBIG Tahap III Tahun 2026.

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Siap Mengejar Berkah di Bulan Ramadan
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:16 WIB

Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Siap Mengejar Berkah di Bulan Ramadan

Momentum Ramadan dan Idul Fitri berpotensi memberikan dampak positif bagi kinerja emiten ritel, termasuk PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES).

Berharap Bulan Ramadan Memacu Saham Kesehatan Jadi Bugar
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:00 WIB

Berharap Bulan Ramadan Memacu Saham Kesehatan Jadi Bugar

Dalam kondisi volatil, saham-saham emiten di sektor kesehatan sering jadi pilihan defensif para investor.

Jurus Mengalap Cuan di Bulan Ramadan
| Rabu, 11 Februari 2026 | 07:49 WIB

Jurus Mengalap Cuan di Bulan Ramadan

Secara historis, sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kerap melonjak selama bulan suci ini. 

INDEKS BERITA

Terpopuler