Porsi Pinjaman Usaha Fintech Makin Kempis

Kamis, 24 Oktober 2024 | 06:15 WIB
Porsi Pinjaman Usaha Fintech Makin Kempis
[ILUSTRASI. Peer to Peer Lending.]
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Porsi pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending ke sektor produktif terus menciut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi outstanding pinjaman fintech lending ke segmen pelaku usaha per Agustus 2024 hanya mencapai 29,14% dari total pinjaman.

Padahal pada Agustus 2023, porsi pinjaman ke sektor ini masih mencapai 39,05%. Catatan ini melanjutkan tren penurunan porsi pinjaman produktif yang terus turun, dimana pada akhir tahun 2021, kontribusi pinjaman produktif sempat menembus 65,88%.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Bunga KPR Tinggi, Tren Take Over Nasabah Bisa Meningkat
| Kamis, 27 Februari 2025 | 04:15 WIB

Bunga KPR Tinggi, Tren Take Over Nasabah Bisa Meningkat

Sepanjang 2024, setidaknya nilai take over nasabah dari bank lain ke Bank Mandiri mencapai Rp 3 triliun, angka tersebut naik dari tahun sebelumnya

Rasio Imbal Hasil Bank Kompak Menurun
| Kamis, 27 Februari 2025 | 04:00 WIB

Rasio Imbal Hasil Bank Kompak Menurun

Return on equity perbankan merosot karena penurunan laba dan tingginya biaya pencadangan. Di KBMI 4, ada BCA yang mengalami kenaikan ROE. 

Mengasah Taji Bullion Bank Menghimpun dan Mengelola Emas Masyarakat
| Kamis, 27 Februari 2025 | 03:05 WIB

Mengasah Taji Bullion Bank Menghimpun dan Mengelola Emas Masyarakat

Dalam lima tahun ke depan, emas kelolaan di BSI dan Pegadaian bisa tumbuh jadi 440 ton. Emas Pegadaian dan BSI ditargetkan masing-masing 219 ton.

Bukalapak Lolos dari Gugatan PKPU yang Diajukan Harmas Jalesveva
| Rabu, 26 Februari 2025 | 19:26 WIB

Bukalapak Lolos dari Gugatan PKPU yang Diajukan Harmas Jalesveva

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masih menghadapi gugatan ganti rugi yang diajukan Harmas Jalesveva, saat ini prosesnya sudah Peninjauan Kembali.

BSI Tebar Maslahat Lewat ESG
| Rabu, 26 Februari 2025 | 13:43 WIB

BSI Tebar Maslahat Lewat ESG

Target PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk menjadi bank terbesar ketiga di kancah global masih jauh. BSI perlu na

10 Perusahaan Asuransi Jiwa Dengan Aset Terbesar di Indonesia
| Rabu, 26 Februari 2025 | 11:51 WIB

10 Perusahaan Asuransi Jiwa Dengan Aset Terbesar di Indonesia

Tujuh dari sepuluh perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia per akhir tahun 2024 adalah perusahaan patungan.

Ratusan Triliun Menguap dari Korupsi Impor Minyak
| Rabu, 26 Februari 2025 | 08:48 WIB

Ratusan Triliun Menguap dari Korupsi Impor Minyak

Kejagung juga menemukan adanya fakta mark up kontrak shipping (pengiriman) oleh tersangka YF, sehingga negara mengeluarkan fee sebesar 13%-15%

Total Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 59,65 Triliun
| Rabu, 26 Februari 2025 | 08:39 WIB

Total Investasi Swasta di IKN Tembus Rp 59,65 Triliun

Pada bulan ini, OIKN baru saja meneken perjanjian kerja sama investasi dari lima perusahaan dengan total nilai Rp 1,25 triliun.

 Uang Senilai Rp 565,3 Miliar Disita di Kasus Impor Gula
| Rabu, 26 Februari 2025 | 08:35 WIB

Uang Senilai Rp 565,3 Miliar Disita di Kasus Impor Gula

Kejaksaan Agung menyita uang dari sembilan tersangka dugaan korupsi impor gula yang melibatkan Tom Lembong

ICBP Diyakini Masih Baik-Baik Saja, Penjualan dan Laba 2025 Diprediksi Makin Tebal
| Rabu, 26 Februari 2025 | 08:28 WIB

ICBP Diyakini Masih Baik-Baik Saja, Penjualan dan Laba 2025 Diprediksi Makin Tebal

Kenaikan harga mi instan pada bulan ini dipercaya bisa mendongkrak kinerja keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). 

INDEKS BERITA

Terpopuler