Prediksi Kurs Rupiah: Bergerak Terbatas Hingga Tutup Tahun

Selasa, 24 Desember 2019 | 06:03 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Bergerak Terbatas Hingga Tutup Tahun
[ILUSTRASI. Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR, Senin (7/1/2019). Kurs diprediksi bergerak terbatas hingga akhir tahun. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.]
Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minim sentimen, kurs rupiah bergerak tipis di awal pekan ini.

Pada perdagangan kemarin, Senin (23/12), kurs rupiah di pasar spot turun tipis 0,01% menjadi Rp 13.979 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sementara kurs tengah rupiah Bank Indonesia kemarin justru naik 0,11% ke Rp 13.978 per dollar AS.

Baca Juga: Harga CPO Terus Mendaki, Optimisme Emiten Sawit Bermekaran

Ekonom Standard Chartered Aldian Taloputra mengatakan, pergerakan rupiah jelang akhir tahun cenderung stabil karena sudah priced in. "Tidak banyak perubahan pada rupiah, kalaupun ada pergerakan cenderung tipis dan stabil," kata dia, Senin (23/12).

Analis Monex Investindo Faisyal menambahkan, pelaku pasar juga masih pesimistis terhadap kesepakatan dagang antara AS dan China dapat terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Masih Kuat Mendaki Hingga Akhir Tahun

Pekan ini, pergerakan kurs rupiah bakal dipengaruhi oleh data pesanan barang tahan lama AS. Jika hasilnya masih sesuai konsensus atau lebih baik, peluang rupiah melemah terbuka.

Karena itu, Faisyal memprediksi, kurs rupiah akan bergerak dengan kisaran Rp 13.940-Rp 14.000 per dollar AS. Sedangkan Aldian masih optimistis, kurs rupiah bergerak dalam rentang sempit di sekitar level Rp 13.900 per dollar AS.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Siapkan Pusat Finansial Internasional di Bali
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:04 WIB

Siapkan Pusat Finansial Internasional di Bali

Pemerintah akan menyiapkan kawasan tersendiri dengan skema insentif dan kerangka hukum yang setara dengan pusat finansial internasional

Surat Cinta untuk Tagih Tunggakan Pajak
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:10 WIB

Surat Cinta untuk Tagih Tunggakan Pajak

Ditjen Pajak masih harus mengejar tunggakan pajak senilai Rp 34 triliun lagi                        

Bom Waktu di Balik Penurunan Pencairan Restitusi Pajak
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:59 WIB

Bom Waktu di Balik Penurunan Pencairan Restitusi Pajak

Realisasi restitusi pajak hingga akhir Juni 2026 sebesar Rp 171,2 triliun, turun 31,5% dibanding periode sama 2025.

IHSG Menguat 0,83% Sepekan Terakhir, Cek Sentimen Pendorongnya
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:05 WIB

IHSG Menguat 0,83% Sepekan Terakhir, Cek Sentimen Pendorongnya

IHSG menguat 0,83% dalam sepekan, didorong cadangan devisa dan data solid. Namun, asing net sell Rp1,74 triliun. 

Penguatan IHSG Sepekan Ditopang Saham Lapis Dua
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:00 WIB

Penguatan IHSG Sepekan Ditopang Saham Lapis Dua

Saham lapis dua jadi penopang IHSG pekan ini.Analis mengungkap pemicu utama dan sektor mana saja yang prospektif untuk dicermati.

Pendapatan dan Laba RANS Anjlok, Sempat Tebar Dividen Rp 167,48 Miliar Sebelum IPO
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:56 WIB

Pendapatan dan Laba RANS Anjlok, Sempat Tebar Dividen Rp 167,48 Miliar Sebelum IPO

Sebelum IPO, RANS membagi dividen Rp 167,48 miliar ke pemegang saham lama. Dana segar Rp 429 miliar masuk dari investor publik untuk ekspansi.

Perkuat Ekspansi Bisnis, CBDK Suntik Modal ke Anak Usaha
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:55 WIB

Perkuat Ekspansi Bisnis, CBDK Suntik Modal ke Anak Usaha

CBDK suntik modal Rp209 miliar ke anak usaha, laba Q1-2026 meroket 317%. Simak proyeksi kinerja jangka panjang dan target harga sahamnya!

IPO, Kinerja RANS Masih Anjlok
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:45 WIB

IPO, Kinerja RANS Masih Anjlok

Laba bersih RANS anjlok 41,59% pada 2025, tapi sahamnya justru melesat. Cari tahu arah baru perusahaan 

Rombongan Emiten Baru Mereda, Stok IPO Tipis
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:39 WIB

Rombongan Emiten Baru Mereda, Stok IPO Tipis

Lima perusahaan masih antre dengan potensi dana Rp 2,47 triliun. Temukan sektor yang paling menjanjikan saat ini.

Rupiah Terancam Anjlok Lebih Dalam, Ini Pemicu Utamanya
| Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:20 WIB

Rupiah Terancam Anjlok Lebih Dalam, Ini Pemicu Utamanya

Pelemahan rupiah sepekan terakhir wajib diwaspadai investor. Sentimen domestik dan global menekan rupiah

INDEKS BERITA

Terpopuler