Prediksi Kurs Rupiah: Ditopang Kebijakan Suku Bunga

Jumat, 25 Oktober 2019 | 05:25 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Ditopang Kebijakan Suku Bunga
[ILUSTRASI. Petugas teller menghitung pecahan uang dolar AS di Kantor Pusat Bank Mandiri, Kamis (28/6). Kurs rupiah hari ini diperkirakan menguat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/18]
Reporter: Anna Suci Perwitasari, Intan Nirmala Sari | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koreksi teknikal mengakhiri keperkasaan rupiah yang sudah terjadi dalam lima hari berturut-turut.

Kemarin, Kamis (24/10), kurs rupiah di pasar spot, melemah 0,19% menjadi Rp 14.059 per dollar Amerika Serikat (AS). Tetapi, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia (BI) justru menguat 0,39% menjadi Rp 13.996 per dollar AS.

Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan, aksi ambil untung membuat kurs rupiah di pasar spot cenderung lesu. Namun, secara umum, pergerakan rupiah masih stabil lantaran ditopang sentimen pemangkasan suku bunga acuan atawa BI 7-day repo rate (BI 7-DRR) sebesar 25 bps menjadi 5%.

Baca Juga: Penurunan suku bunga BI untuk menjaga geliat konsumsi domestik

Pergerakan rupiah dalam sepekan terakhir memang terus menguat seiring dengan derasnya aliran dana asing ke pasar obligasi. Tetapi, kemarin terjadi aksi profit taking juga di pasar obligasi. "Di tambah indeks AS mengalami technical reversal setelah beberapa hari belakangan terus melemah," kata Satria, kemarin.

Efek pemangkasan BI 7-DRR masih berpotensi menopang pergerakan rupiah hari ini. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, mata uang Garuda berpeluang menguat lantaran pelaku pasar masih menunggu hasil rapat FOMC pekan depan.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Didorong Penurunan Suku Bunga

David memprediksi, kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.020-Rp 14.080 per dollar AS. Rupiah berpeluang menguat tinggi jika data klaim pengangguran Negeri Paman Sam melebihi proyeksi sebesar 216.000.

Sementara Ibrahim masih melihat sentimen eksternal bakal membuat rupiah sulit rebound. Masalah Brexit yang belum juga kelar membuat pelaku pasar cenderung hati-hati masuk ke aset lindung nilai. Karena itu, menurut perhitungan dia, kurs rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.010-Rp 14.070 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terbaru

Wahana Interfood (COCO) Mencecap Momen Ramadan
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:25 WIB

Wahana Interfood (COCO) Mencecap Momen Ramadan

Menghadapi momen Lebaran ini, COCO memperbanyak demo cooking dan baking ke food service dan UMKM dengan menu-menu festive.

Pendapatan Bunga Perbankan Tampak Layu
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:20 WIB

Pendapatan Bunga Perbankan Tampak Layu

​NII perbankan 2025 tertekan kenaikan biaya dana, membuat pertumbuhannya tipis bahkan minus dan kinerja lebih bertumpu pada pendapatan komisi.

Saham-Saham Lapis Dua Ini Siap Kasih Cuan Menarik
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:20 WIB

Saham-Saham Lapis Dua Ini Siap Kasih Cuan Menarik

Sentimen yang akan mengiringi pergerakan saham lapis dua ialah rilis kinerja keuangan emiten 2025 dan kuartal I-2026.

Ini Bocoran Dividen Bank Mandiri (BMRI)
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:20 WIB

Ini Bocoran Dividen Bank Mandiri (BMRI)

Bank Mandiri memastikan dividend payout ratio (DPR) yang akan diajukan ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sama seperti tahun 2024

IHSG Lompat 1,19%, Saham Rekomendasi Analis untuk Dikoleksi Hari Ini (19/2)
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:15 WIB

IHSG Lompat 1,19%, Saham Rekomendasi Analis untuk Dikoleksi Hari Ini (19/2)

IHSG mengakumulasi kenaikan 3,47% dalam lima hari perdagangan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih turun 3,89%.

Kinerja UNTR Bakal Semakin Bernas Usai Mengakuisisi Tambang Emas
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:15 WIB

Kinerja UNTR Bakal Semakin Bernas Usai Mengakuisisi Tambang Emas

Secara jangka panjang akuisisi tambang emas Doup menjadi langkah strategis dan krusial bagi PT United Tractors Tbk (UNTR).

Menguji Stamina Fiskal di Puncak Spiral Beban Utang
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:14 WIB

Menguji Stamina Fiskal di Puncak Spiral Beban Utang

Sejarah ekonomi memang berulang, namun ia hanya menghukum mereka yang enggan membacanya dengan jujur.

Strategi Optimalkan Peluang di Obligasi Korporasi
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:05 WIB

Strategi Optimalkan Peluang di Obligasi Korporasi

Kinerja obligasi korporasi diramal tetap positif pada tahun 2026. Minat investor juga masih tinggi, meskipun akan lebih selektif. 

Jasa Ekspedisi Mengalap Berkah di Bulan Ramadan
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:05 WIB

Jasa Ekspedisi Mengalap Berkah di Bulan Ramadan

Para penyedia jasa ekspedisi ini menyadari potensi besar pasar pada periode Ramadan dan Lebaran ini.

Agresif Akuisisi dan Perkuat Fiber, Saham TOWR Layak Koleksi?
| Kamis, 19 Februari 2026 | 02:00 WIB

Agresif Akuisisi dan Perkuat Fiber, Saham TOWR Layak Koleksi?

Segmen non-menara akan menjadi motor pertumbuhan utama kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

INDEKS BERITA

Terpopuler