Prediksi Kurs Rupiah: Masih Bergerak Sideways

Jumat, 16 Agustus 2019 | 06:03 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Masih Bergerak Sideways
[ILUSTRASI. Petugas Merapikan Mata Uang Rupiah]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah tampak masih sulit menguat.

Hari ini, analis memprediksi kurs rupiah masih bergerak sideways.

Sejatinya, kurs rupiah bisa menguat ditopang sentimen keputusan Donald Trump menunda penerapan tarif atas barang impor asal China.

Sentimen ini memberi ruang bagi pelaku pasar kembali masuk ke pasar valas.

Di saat yang sama, rupiah dibayangi sentimen negatif.

"Rupiah jadi cenderung bergerak sideways," kata Reny Eka Putri, ekonom Bank Mandiri, kemarin.

Ia memprediksi rupiah akan bergerak antara Rp 14.230-Rp 14.298 per dollar Amerika Serikat (AS).

Rupiah antara lain tertekan sentimen neraca dagang. Di Juli, neraca dagang defisit US$ 63,5 juta.

Baca Juga: Neraca dagang Juli defisit, tren surplus dua bulan berturut-turut terhenti

Selain itu, ada kekhawatiran resesi global.

"Lima negara maju diprediksi resesi akibat perang dagang yang berujung ke perang mata uang, yaitu Inggris, Jerman, Itali, Meksiko, dan Brasil," kata Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka.

Ia menghitung rupiah bergerak antara Rp 14.213-Rp 14.306 hari ini.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Mulai Wait and See

 

Bagikan

Berita Terbaru

 Pendapatan Komisi Jadi Penyelamat Kinerja Perbankan
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Pendapatan Komisi Jadi Penyelamat Kinerja Perbankan

Di tengah tekanan pendapatan bunga, perbankan menggenjot pendapatan komisi untuk menopang pertumbuhan kinerja.

Mengail Cuan dari Unitlink Saham Valas
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:10 WIB

Mengail Cuan dari Unitlink Saham Valas

Infovesta mencatat, Infovesta Equity Unit Linked Index turun 9,64% secara year to date (YtD) hingga kuartal III-2026

Tumbang ke Titik 5.864, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Jumat (16/10)
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:50 WIB

Tumbang ke Titik 5.864, Intip Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Untuk Jumat (16/10)

IHSG mengakumulasi pelemahan 2,78% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG turun 32,19%.

Menakar Potensi Investasi Data Center di Indonesia
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Menakar Potensi Investasi Data Center di Indonesia

Indonesia membutuhkan kapasitas minimal 2,8 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan komputasi dasar tanpa memperhitungkan lonjakan penggunaan AI.

Pemulihan Kinerja Asuransi Properti Masih Rentan
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:10 WIB

Pemulihan Kinerja Asuransi Properti Masih Rentan

Bank Indonesia mencatat, kredit properti di sektor perbankan tumbuh 18,4% secara tahunan pada Agustus 2026

Di Balik Transaksi Repo Obligasi Korporasi
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:08 WIB

Di Balik Transaksi Repo Obligasi Korporasi

Pasar primer, sekunder, dan pasar repo merupakan satu kesatuan "paket" yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Bea Masuk Plastik 0% Berlaku Enam Bulan, Ini Peluang dan Risiko Bagi Emiten di Hilir
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bea Masuk Plastik 0% Berlaku Enam Bulan, Ini Peluang dan Risiko Bagi Emiten di Hilir

Risiko pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak, biaya pengiriman, dan gangguan pasokan global masih membayangi industri plastik.

Volatilitas Bitcoin Menurun, Harga Masih Dibayangi Inflasi AS dan Keputusan The Fed
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Menurun, Harga Masih Dibayangi Inflasi AS dan Keputusan The Fed

Harga bitcoin diprediksi bergerak di US$ 75.000–US$ 100.000 hingga akhir 2026, dengan asumsi tidak terjadi guncangan besar pada ekonomi global.

Mengukur Kontribusi Ekonomi Syariah
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Mengukur Kontribusi Ekonomi Syariah

Rantai nilai halal atau halal value chain disebut menyumbang sekitar 24,9% terhadap PDB nasional    

Tambah Modal Usaha, HRTA Siap Menggelar Private Placement
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Tambah Modal Usaha, HRTA Siap Menggelar Private Placement

Untuk memuluskan aksi ini, manajemen HRTA akan minta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat (16/10). ​

INDEKS BERITA