Prediksi Kurs Rupiah: Menanti Pidato Powell

Jumat, 23 Agustus 2019 | 04:48 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Menanti Pidato Powell
[ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah menguat lantaran pelaku pasar mewaspadai pidato Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell. Kemarin, kurs spot rupiah naik 0,04% ke Rp 14.239 per dollar Amerika Serikat (AS). Kurs tengah rupiah Bank Indonesia pun menanjak 0,18% menjadi Rp 14.234 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see. Pidato Powell di Jackson Hole Symposium diharapkan memberi petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Ini menyebabkan rupiah bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat, ujar dia.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Masih Berpotensi Melemah Usai Pemangkasan Suku Bunga BI

Direktut Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, rilis notulen FOMC kemarin juga memperlihatkan peluang The Fed kembali memangkas suku bunga tergantung pada data ekonomi AS selanjutnya.

Risalah The Fed menunjukkan para pembuat kebijakan memandang penurunan suku bunga bulan lalu sebagai kalibrasi ulang bukan awal dari pelonggaran moneter berkelanjutan, jelas Ibrahim.

Meskipun The Fed diperkirakan masih menahan suku bunga dalam rapat selanjutnya, Josua yakin rupiah kembali menguat. Keputusan BI memangkas suku bunga acuan atau BI 7-day repo rate (BI 7-DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,5% akan mendorong rupiah.

Baca Juga: BI pro pertumbuhan ekonomi, rupiah bisa di bawah Rp 14.000 per dolar AS

Josua memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.200-Rp 14.300 per dollar AS hari ini. Ibrahim memprediksi, mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang Rp 14.190-Rp 14.260 per dollar AS.

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas
| Rabu, 04 Februari 2026 | 17:25 WIB

Harga Minyak Dunia Memanas, Ini Saham-saham yang Berpotensi Kena Imbas

Harga minyak dunia kembali memanas pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:59 WIB

A$1,6 Triliun Dana Pensiun Australia Siap Guyur RI, Ini Proyek Incaran!

Misi bisnis Australia lebih konkret, dengan investor institusi A$ 1,6 triliun mencari peluang di Indonesia. Pahami mengapa mereka tertarik.

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus

Hubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:10 WIB

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan

Investor asing tertarik dengan EXCL seiring potensi perbaikan kinerja setelah proses merger dengan Smartfren Telecom selesai.

INDEKS BERITA

Terpopuler