Prediksi Kurs Rupiah: Minim Sentimen Baru

Rabu, 19 Februari 2020 | 05:01 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Minim Sentimen Baru
[ILUSTRASI. Aktivitas warga saat menukarkan uang di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (7/2/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot pada Jumat (7/2/2020) mengalami pelemahan. Rupiah ditutup pada l]
Reporter: Arvin Nugroho, Hikma Dirgantara | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan kurs rupiah terhenti pada perdagangan Selasa (18/2).

Kurs rupiah di pasar spot melemah 0,25% ke level Rp 13,694 per dollar Amerika Serikat (AS).

Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menyebut, perpaduan sentimen eksternal dan internal sama-sama menekan nilai tukar rupiah. Rupiah tertekan penguatan dollar AS serta kekhawatiran resesi di sejumlah negara seperti Jepang, Singapura, dan China.

"Karena penyebaran corona belum terselesaikan, pelaku pasar kembali beralih ke safe haven seperti dollar AS," terang Yudi, kemarin. Upaya Bank Sentral China menyuntikkan dana 200 miliar yuan juga dinilai tidak membantu membangkitkan gairah pasar China.

Baca Juga: Proyeksi IHSG: Menjauhi Area Oversold

Sementara Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih melihat, pelemahan rupiah murni bersifat teknikal. Pasalnya, data ekonomi Tanah Air masih positif.

"Defisit neraca dagang Januari 2020 lebih baik ketimbang setahun lalu. Koreksi terhadap rupiah bukan disebabkan pengaruh fundamental," kata Lana, Selasa (18/2).

Baca Juga: Virus corona terus teror Singapura, empat lagi terjangkit Covid-19

Karena itu, Lana memperkirakan, kurs rupiah masih bisa menguat pada hari ini meski pergerakannya terbatas. Faktor teknikal akan mendorong rupiah menguat. Lana menghitung, rupiah akan bergerak dengan rentang Rp 13.670-Rp 13.690 per dollar AS.

Sementara Yudi memperkirakan rupiah berpotensi melemah kecuali ada sentimen baru dan cukup yang bisa menggerakkan rupiah. Proyeksi dia, rupiah bergerak di rentang Rp 13.640-Rp 13.730 per dollar AS.

 

Bagikan

Berita Terbaru

Emiten Menara Cetak Pertumbuhan Laba Pada 2025
| Senin, 13 April 2026 | 07:12 WIB

Emiten Menara Cetak Pertumbuhan Laba Pada 2025

Tiga emiten menara telekomunikasi terbersar di Indonesia kompak mencetak pertumbuhan kinerja di sepanjang tahun 2025. 

Saham Emiten Merekah Saat Harga Emas Melemah
| Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

Saham Emiten Merekah Saat Harga Emas Melemah

Mayoritas saham emiten emas berkilau dalam sepekan terakhir saat harga komoditas ini dalam tren melandai.​

IHSG Senin (13/4) Masih Disetir Tekanan Geopolitik
| Senin, 13 April 2026 | 07:01 WIB

IHSG Senin (13/4) Masih Disetir Tekanan Geopolitik

Negosiasi AS-Iran alot, Israel ikut menekan. Dinamika global bisa pengaruhi pergerakan IHSG hari ini.

Menjaga Kinerja Manufaktur di Masa Krisis
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Menjaga Kinerja Manufaktur di Masa Krisis

Menjaga kinerja industri manufaktur dalam negeri harus fokus pada pasar domestik sebagai penopang utama.​

Kenaikan Harga Dongkrak Kinerja Emiten Minyak dan Gas
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Kenaikan Harga Dongkrak Kinerja Emiten Minyak dan Gas

Eskalasi konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak. Cari tahu emiten migas mana saja yang berpotensi cuan dari kondisi ini

Nasib Malang Rupiah
| Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB

Nasib Malang Rupiah

Pemerintah seolah tidak punya ambisi besar untuk mempertahankan nilai rupiah yang terpuruk dalam imbas geopolitik. 

BEI Bersih-bersih, 18 Emiten 'Zombie' Didepak Paksa
| Senin, 13 April 2026 | 06:58 WIB

BEI Bersih-bersih, 18 Emiten 'Zombie' Didepak Paksa

BEI ambil langkah tegas demi kredibilitas pasar. 18 emiten bermasalah, termasuk 7 pailit, akan delisting. Cari tahu dampaknya!

Nasabah Ritel Rame-rame Membuka Rekening Valuta Asing
| Senin, 13 April 2026 | 06:50 WIB

Nasabah Ritel Rame-rame Membuka Rekening Valuta Asing

Jumlah rekening valas melonjak tajam, namun nilai simpanannya hanya naik tipis karena didominasi nasabah ritel

Permintaan PLTS Atap Terus Meningkat di Tahun Ini
| Senin, 13 April 2026 | 06:37 WIB

Permintaan PLTS Atap Terus Meningkat di Tahun Ini

Tren bisnis panel surya saat ini tengah mengalami peningkatan, sejalan membaiknya kesadaran pasar terhadap kebutuhan energi alternatif

Okupansi Hotel DFAM Tertekan Tiket Pesawat
| Senin, 13 April 2026 | 06:34 WIB

Okupansi Hotel DFAM Tertekan Tiket Pesawat

Manajemen DFAM menargetkan tingkat okupansi hotel berada di kisaran 65%–70% di sepanjang tahun 2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler