Prediksi Kurs Rupiah: Terseret Koreksi Yuan

Selasa, 06 Agustus 2019 | 06:41 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Terseret Koreksi Yuan
[]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Respons China terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat kurs rupiah tersungkur.

Kemarin, kurs rupiah di pasar spot melemah 0,49% menjadi Rp 14.255 per dollar AS.

Serupa, kurs rupiah di Bank Indonesia juga turun 0,20% ke Rp 14.231 per dollar AS.

Ekonom BCA David Sumual menjelaskan, koreksi rupiah terjadi setelah China melemahkan posisi yuan.

Senin (5/8), pasangan USD/CNY menguat 1,41% ke level 7,0385. Ini jadi posisi terendah yuan sejak Maret 2008.

Hal tersebut akhirnya menyeret pergerakan mata uang Asia lainnya termasuk rupiah.

Langkah yang dilakukan China ini merupakan retaliasi setelah Trump mengancam mengenakan bea masuk 10% pada produk China senilai US$ 300 miliar.

"Setelah perang dagang, nanti jadi perang mata uang," kata dia.

Analis Monex Investindo Futures Faiysal menambahkan, laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II tak sanggup menahan rupiah.

Sebab, pertumbuhan ekonomi di level 5,05% sudah sesuai target.

Dia pun memperkirakan, rupiah masih melemah dan bergerak dalam rentang Rp 14.200–Rp 14.340 per dollar AS.

Sedangkan David menebak, rupiah berada di kisaran Rp 14.220–Rp 14.320 per dollar AS.

Bagikan

Berita Terbaru

Bedah IPO ANDA: dari Profil Bisnis, Kinerja Keuangan, Hingga Perhitungan Valuasi
| Jumat, 06 November 2026 | 09:38 WIB

Bedah IPO ANDA: dari Profil Bisnis, Kinerja Keuangan, Hingga Perhitungan Valuasi

Selain batubara, mulai tahun ini PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA) mulai merambah bisnis jasa pertambangan nikel.

IMC Pelita Logistik (PSSI) Bagikan Saham Bonus
| Jumat, 06 November 2026 | 09:27 WIB

IMC Pelita Logistik (PSSI) Bagikan Saham Bonus

Aksi korporasi ini telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 28 Oktober 2026.​

Penjualan Tumbuh, Kepulan Laba Emiten Rokok Masih Tebal
| Jumat, 06 November 2026 | 09:17 WIB

Penjualan Tumbuh, Kepulan Laba Emiten Rokok Masih Tebal

Mayoritas emiten rokok berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih di sepanjang sembilan bulan tahun 2026.

Bedah Prospek HRUM: Lonjakan Laba, Beban Sulfur, Tekanan MHP, dan Rekomendasi Saham
| Jumat, 06 November 2026 | 09:11 WIB

Bedah Prospek HRUM: Lonjakan Laba, Beban Sulfur, Tekanan MHP, dan Rekomendasi Saham

Pada kuartal IV-2026, PT Harum Energy Tbk (HRUM) diproyeksikan mulai menanggung beban harga pasar sulfur secara penuh.

Rogoh Kocek Rp 150 Miliar, ISSP Rancang Aksi Buyback
| Jumat, 06 November 2026 | 09:10 WIB

Rogoh Kocek Rp 150 Miliar, ISSP Rancang Aksi Buyback

Lewat buyback, emiten produsen pipa baja memperkirakan dapat membeli 250 juta saham atau setara 3,48% dari total saham yang telah diterbitkan.​

PANI Meraih Marketing Sales Rp 3 Triliun Per September 2026
| Jumat, 06 November 2026 | 09:05 WIB

PANI Meraih Marketing Sales Rp 3 Triliun Per September 2026

Penjualan ditopang segmen residensial yang menyumbang lebih dari separuh total prapenjualan perusahaan.​

Saham Perbankan Menyetir Arah IHSG
| Jumat, 06 November 2026 | 09:00 WIB

Saham Perbankan Menyetir Arah IHSG

Sejak saham terkonsentrasi dikecualikan, trio saham bank besar menguasai bobot Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Laba DMAS dan SSIA Meroket, KIJA Tertekan: Bedah Prospek Emiten Kawasan Industri
| Jumat, 06 November 2026 | 08:27 WIB

Laba DMAS dan SSIA Meroket, KIJA Tertekan: Bedah Prospek Emiten Kawasan Industri

DMAS tercatat sebagai emiten yang paling terekspos terhadap euforia pertumbuhan industri data center.

Industri Petrokimia Tertekan Produk Impor
| Jumat, 06 November 2026 | 08:17 WIB

Industri Petrokimia Tertekan Produk Impor

Pebisnis berharap pengendalian impor dapat memberikan ruang bagi produsen domestik untuk meningkatkan utilisasi pabrik

DRMA Optimistis Kejar Pertumbuhan 10%
| Jumat, 06 November 2026 | 08:07 WIB

DRMA Optimistis Kejar Pertumbuhan 10%

Produsen komponen otomotif PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis mencapai target pertumbuhan kinerja di sepanjang 2026. 

INDEKS BERITA

Terpopuler