Prediksi Kurs Rupiah: Tertekan Dominasi Ekonomi Global

Selasa, 23 Juli 2019 | 06:40 WIB
Prediksi Kurs Rupiah: Tertekan Dominasi Ekonomi Global
[]
Reporter: Danielisa Putriadita, Dimas Andi | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pernyataan pejabat The Federal Reserve menekan nilai tukar rupiah. Kemarin, rupiah spot melemah 0,04% ke Rp 13.943 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia turun 0,36% menjadi Rp 13.963 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pernyataan Gubernur The Fed St Louis James Bullard bahwa penurunan suku bunga AS hanya sebanyak 25 basis poin (bps) sudah cukup membuat rupiah loyo.

Baca Juga: Ekonom Maybank sebut stabilitas rupiah dapat sokong penghematan utang negara

"Awalnya, pelaku pasar mengekspektasikan The Fed akan memangkas suku bunga 50 bps. Dengan komentar Bullard, optimisme pelaku pasar memudar," jelas dia, Senin (22/7).

Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar menambahkan, perkembangan kondisi global masih akan mendominasi pergerakan rupiah hari ini. "Di tengah minimnya sentimen domestik, respons para pelaku pasar terhadap kondisi global terkini akan menentukan arah rupiah," tegas dia.

Karena itu, Deddy memperkirakan, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.910–Rp 13.980 per dollar AS. Sedangkan Josua menebak, mata uang Garuda akan berada dalam rentang Rp 13.900–Rp 14.000 per dollar AS.

Baca Juga: Rupiah melemah tipis di awal pekan, simak prediksinya untuk besok

Bagikan

Berita Terbaru

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus
| Rabu, 04 Februari 2026 | 14:41 WIB

Hubungan Dagang Australia–Indonesia Menguat, Investasi Energi Hijau Jadi Fokus

Hubungan ekonomi Indonesia-Australia makin solid. Austrade ungkap potensi investasi di energi hijau, SDM, dan hilirisasi. Cek sektor prioritasnya!

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:35 WIB

Penjualan BBM dan Lahan JIIPE Melesat, Potensi Dividen dari Saham AKRA Menggoda

Total penjualan lahan industri PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang tahun 2025 tembus 84 hektare (ha).

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar
| Rabu, 04 Februari 2026 | 09:05 WIB

Batas Atas Investasi Asuransi & Dapen di Saham Naik, Penegak Hukum Harus Paham Pasar

Investasi dapen dan asuransi bisa menjadi buffer namun mereka harus diberikan kepastian hukum agar tak jadi korban di kemudian hari.

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil
| Rabu, 04 Februari 2026 | 08:14 WIB

Seminggu Terbang 23%, Saham Samator (AGII) Jadi Primadona di Tengah Pasar yang Labil

Permintaan gas industri mayoritas datang dari pelanggan tetap dengan kontrak jangka menengah hingga panjang.

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:42 WIB

Fundamental Kuat, Prospek Phapros (PEHA) Masih Sehat

Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 dinilai semakin membaik seiring perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis ke produk bermargin tinggi.

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:39 WIB

MSCI Effect Menghantam Saham Konglomerasi, Duo Indofood ICBP dan INDF Justru Menari

Jauh sebelum badai MSCI menghantam IHSG, saham INDF dan ICBP sejatinya sudah berada di fase bearish.

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:37 WIB

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Menuntaskan Akuisisi Saham PADA

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah membeli sekitar 1,68 juta saham PADA di harga Rp 63 per saham.  

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan
| Rabu, 04 Februari 2026 | 07:10 WIB

Saham EXCL Paling Banyak Dibeli Investor Asing, Vanguard & Dimensional Tambah Muatan

Investor asing tertarik dengan EXCL seiring potensi perbaikan kinerja setelah proses merger dengan Smartfren Telecom selesai.

Kurs Rupiah Menguat 0,26% Lawan Dolar AS, Ada Apa di Baliknya?
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:45 WIB

Kurs Rupiah Menguat 0,26% Lawan Dolar AS, Ada Apa di Baliknya?

Penguatan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen risiko (risk-on) di pasar global akibat berita kesepakatan tarif antara AS dengan India.

IFEX 2026 Bidik Transaksi US$ 320 Juta
| Rabu, 04 Februari 2026 | 06:41 WIB

IFEX 2026 Bidik Transaksi US$ 320 Juta

HIMKI menargetkan nilai transaksi langsung (on the spot) IFEX 2026 mencapai US$ 320 juta, banhkan potensinya bisa lebih.

INDEKS BERITA

Terpopuler