Preman, Negara dan Kekuasaan Informal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bambang Setiyawan, pedagang cermin di Pejompongan, meninggal dunia setelah dikeroyok seusai demonstrasi 27 Agustus lalu. Pada malam yang sama, Hercules dan anggota GRIB Jaya berada di sekitar lokasi. GRIB membantah keterlibatan anggotanya dalam kematian Bambang, tetapi mengakui Hercules turun untuk membubarkan massa yang mereka anggap merusuh. Perkara pidananya masih harus dibuktikan. Soal politiknya sudah cukup jelas untuk dibicarakan. Sebuah organisasi masyarakat merasa memiliki ruang untuk ikut mengendalikan demonstrasi.
Hercules bukan figur tanpa sejarah politik. Hubungannya dengan Prabowo Subianto sudah lama diketahui publik, sementara GRIB juga pernah menyatakan dukungan politik dalam pemilu. Fakta tersebut tidak membuktikan adanya perintah, koordinasi atau keterlibatan kekuasaan negara dalam peristiwa 27 Agustus 2026. Menarik hubungan kausal sejauh itu tanpa bukti justru ceroboh. Mengabaikan konteks politik di sekitar aktor informal juga membuat analisis kehilangan makna.
