Premier Oil's Tuna Block Development in Natuna Delayed Due to EU and UK Sanctions

Senin, 20 Maret 2023 | 11:05 WIB
Premier Oil's Tuna Block Development in Natuna Delayed Due to EU and UK Sanctions
[]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA - The development of the Tuna Block on Natuna Island cannot proceed due to sanctions imposed on Premier Oil Tuna BV, a subsidiary of Harbour Energy Group that operates the oil block, by the European Union and the United Kingdom.

The sanctions are in response to Premier Oil's partnership with Russian company Zarubezhneft. The sanctions came after Russia's invasion of Ukraine earlier in 2022.

Zarubezhneft holds 50% of the participating interest (PI) in the Tuna Field project, while the other half is owned by Harbour Energy. In its 2022 annual report, Harbour Energy stated that, after the Indonesian Government approved the Tuna Field development plan in December 2022, the Scottish-based energy company has not been able to provide any progress updates on the development of the block.

"Further progress is influenced by the EU and UK sanctions that limit our ability as an operator to provide certain services to our Russian partners in the Tuna license. We are working with our partners to find solutions that will enable us to advance the project in 2023," Harbour Energy's annual report stated.

Minister of Energy and Mineral Resources, Arifin Tasrif, stated that the Tuna Block project will continue to run, even if a new partner needs to be found. "Yes, if the operator is non-Russian, it will continue to run. If we need to find a new partner, we will push for it because the progress is good," he explained when met at the Ministry of Energy and Mineral Resources Building on Friday (17/3).

Arifin warned against the Tuna Field project, which has good development and prospect, being forced to stop. "If the progress is good, why would we stop it?" he said.

Previously, there was a plan for Indonesia to export natural gas to Vietnam through the Tuna Block. Although he could not specify the volume of gas to be exported, Minister Arifin gave an idea that the potential gas that could be produced from the Tuna Block is between 100 mmscfd to 150 mmscfd. "We are targeting to be able to export using gas pipelines by 2026," Arifin explained.

Bagikan

Berita Terbaru

Fiskal Ngegas, Menkeu Minta Moneter Longgar
| Sabtu, 29 November 2025 | 09:02 WIB

Fiskal Ngegas, Menkeu Minta Moneter Longgar

Menteri Keuangan menilai fiskal masih menjadi pendorong utama ekonomi dan meminta bank sentral melonggarkan moneternya

Reformasi Bea Cukai demi Menutup Kebocoran Ratusan Triliun Rupiah
| Sabtu, 29 November 2025 | 08:51 WIB

Reformasi Bea Cukai demi Menutup Kebocoran Ratusan Triliun Rupiah

Maraknya praktik underinvoicing dalam ekspor-impor mengindikasikan bahwa ukuran shadow economy di Indonesia masih besar

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Menyemai Inovasi di Setiap Kebijakan

Indonesia ternyata kekurangan terkait strategi pengembangan kebijakan yang berbasis pada dampak yang dihasilkan.​

Aroma Neo Orde Baru
| Sabtu, 29 November 2025 | 07:05 WIB

Aroma Neo Orde Baru

Menyerahkan kembali fungsi pemeriksaan kepada entitas asing merupakan bentuk pertaruhan kedaulatan yang nekat.

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi
| Sabtu, 29 November 2025 | 06:10 WIB

IHSG Sepekan Menguat 1,12% di Akhir November, Saham-Saham Ini Naik Paling Tinggi

Pada periode 24-28 November 2025, IHSG mengakumulasi kenaikan 1,12%. IHSG ditutup pada 8.508,71 pada perdagangan terakhir, Jumat (28/11). 

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026
| Sabtu, 29 November 2025 | 05:25 WIB

Target Kontrak Baru Wijaya Karya Gedung (WEGE) Rp 3 Triliun di Tahun 2026

WEGE mulai menerapkan pendekatan bisnis dengan menggandeng mitra strategis untuk menggarap sebuah proyek baru.

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:50 WIB

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah

PP Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan nasional

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:50 WIB

Wajib Setor Laporan Keuangan ke Pemerintah, Beban Bank Akan Bertambah

PP Nomor 43 Tahun 2025 tentang Pelaporan Keuangan ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan nasional

LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis Asuransi, Ini Detailnya
| Sabtu, 29 November 2025 | 04:20 WIB

LPS Siapkan Skema Penjaminan Polis Asuransi, Ini Detailnya

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kaji penjaminan polis asuransi hingga Rp 700 juta. Adatiga jenis jaminan untuk klaim dan pengalihan portofolio 

INDEKS BERITA

Terpopuler