Presiden akan Bertemu dengan Investor Saham

Kamis, 20 Maret 2025 | 04:15 WIB
Presiden akan Bertemu dengan Investor Saham
[ILUSTRASI. Foto multiple exposure pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN]
Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah anjlok, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin (19/3) ditutup menguat 1,42% ke level 6.311,66. Pada Selasa (18/3), IHSG sempat merosot lebih dari 5% sebelum ditutup melemah 3,84% ke level 6.223,39. 

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai penurunan IHSG merupakan hal biasa yang terjadi di beberapa negara. Luhut menepis anggapan longsornya indeks saham pada Selasa lalu akibat hilangnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi di dalam negeri. 

"Di mana saja bisa terjadi begitu (koreksi), dan kebetulan kita turun 6%. Itu saja," ungkap Luhut saat dijumpai di Kompleks Parlemen, kemarin. 

Baca Juga: Saham-Saham Mahal Penggerus IHSG

Meski begitu, pemerintah memastikan persoalan kinerja IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal diawasi dengan cermat. Selain itu, pemerintah berkomitmen akan lebih hati-hati dengan masalah disiplin fiskal.

Lebih lanjut, Luhut juga memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan bertemu dengan para investor pasar modal untuk menindaklanjuti merosotnya IHSG.

"Nanti jadwalnya akan diatur oleh Sekretaris Kabinet," janji Luhut. 

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Indonesia Kantongi Tarif Amerika 10%
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:45 WIB

Indonesia Kantongi Tarif Amerika 10%

Indonesia memperoleh tarif perdagangan sebesar 10% untuk ekspor ke Amerika Serikat (AS) berdasarkan hasil investigasi Pasal 301 UU Perdagangan AS

Setoran Pajak Moncer, Alarm Tetap Menyala
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:31 WIB

Setoran Pajak Moncer, Alarm Tetap Menyala

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak Januari-Mei sebesar Rp 834 triliun​        

Hobi Unik Bos Logisticsplus International (LOPI): Mencuci Mobil Sendiri Saat Weekend
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:28 WIB

Hobi Unik Bos Logisticsplus International (LOPI): Mencuci Mobil Sendiri Saat Weekend

Presiden Komisaris LOPI Arfindi Batubara punya hobi tak terduga: mencuci mobil sendiri. Ada pesan penting dari ayahnya di balik kebiasaan ini.

Rupiah Anjlok dan Kemasan Mahal, Peritel Mengerek Harga Jual Produk
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:26 WIB

Rupiah Anjlok dan Kemasan Mahal, Peritel Mengerek Harga Jual Produk

Tekanan biaya produksi ini memaksa pelaku industri pangan, UMKM, hingga peritel mengerek harga jual produk agar bisa bertahan.

Pemerintah Klaim Fiskal Aman, tapi Belum Mampu Redakan Kekhawatiran
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:23 WIB

Pemerintah Klaim Fiskal Aman, tapi Belum Mampu Redakan Kekhawatiran

Realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp 180,4 triliun

Regulasi Tarif Baru Tiket Pesawat Segera Terbit
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:20 WIB

Regulasi Tarif Baru Tiket Pesawat Segera Terbit

Pembahasan tarif baru pesawat sudah memasuki tahap akhir dan sinkronisasi antar kementerian sebelum ditetapkan

 Kuli Bongkar Muat Jadi Konglomerat
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:14 WIB

Kuli Bongkar Muat Jadi Konglomerat

Kisah hidup dan perjalanan karier Jerry Hermawan Lo dari kerja serabutan hingga menjadi bos JHL Group

Strategi Investasi Berubah Total, Arfindi Batubara Pilih Strategi Lebih Konservatif
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:00 WIB

Strategi Investasi Berubah Total, Arfindi Batubara Pilih Strategi Lebih Konservatif

Arfindi A. Batubara, Komisaris Utama LOPI, bagikan strategi jitu capai untung dari properti. Pelajari kunci diversifikasi asetnya sekarang

Industri Manufaktur di Balik Tekanan Rupiah
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:10 WIB

Industri Manufaktur di Balik Tekanan Rupiah

Ketergantungan industri manufaktur terhadap bahan baku impor menciptakan efek domino yang mematikan.

Miskin Se-Indonesia
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:05 WIB

Miskin Se-Indonesia

Jika ekonomi saat ini mengandalkan belanja pemerintah bukan lagi dari konsumsi publik yang tengah loyo berarti ekonomi sedang terganggu.

INDEKS BERITA