KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah era industri hijau menjamur di berbagai sektor indusrtri, ternyata asuransi masih belum menggarap bisnis ini secara serius.
Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Information and Applied Technology Dody A.S. Dalimunthe menyampaikan, selama ini telah banyak menginisiasi penerbitan produk-produk asuransi tersebut kepada anggotanya.
Saat ini, produk yang sudah berjalan adalah asuransi pertanian, asuransi perikanan, asuransi gempa bumi. Sementara, saat ini juga sedang dikembangkan asuransi kelembaban tanah berbasis index cuaca.
“UNDP juga sedang mengupayakan diskusi terkait pengelolaan ekosistem terumbu karang yang mungkin dapat dikolaborasikan dengan produk asuransi,” ujar Doddy.
Namun Dody mengakui, tidak banyak perusahaan asuransi yang masuk ke produk asuransi dengan objek pertanggungan livestock. Hal tersebut dikarenakan beberapa perusahaan mengalami kesulitan data risiko. Kondisi pandemi juga menjadi salah satu alasan, produk asuransi hijau belum bisa masif dijalankan perusahaan asuransi.
