KONTAN.CO.ID - Hampir setiap lima tahun sekali sejak Reformasi bergulir, pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden mengusung tema-tema ekonomi untuk mencari suara. Sudah menjadi rahasia umum, tema terkait harga sembako murah selalu digadang-gadang dan menjadi pemanis materi kampanye termasuk jurus jitu untuk memenangkan debat.
Memang tak ada yang salah dengan iming-iming menawarkan harga sembako murah tersebut. Harga sembako murah tentu akan menguntungkan konsumen sebagai pembeli. Namun, harga sembako murah sebut saja beras, ibarat bencana bagi petani yang harus menunggu dan merawat padi berbulan-bulan lamanya.
