Berita Bisnis

Prospek Bisnis ROTI Masih Nikmat

Senin, 06 September 2021 | 21:19 WIB
Prospek Bisnis ROTI Masih Nikmat

Reporter: Vina Elvira | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Produsen roti dengan merek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk optimistis dapat mempertahankan tren kinerja positif hingga pengujung tahun nanti. Proyeksi tersebut dengan asumsi kondisi pandemi Covid-19 semakin membaik. 

Head Investor & Public Relations PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Hadi Susilo menyatakan, manajemen juga sangat yakin dengan potensi penjualan produk roti untuk tahun-tahun yang akan datang. Hal itu lantaran permintaan roti dinilai masih akan terus berkembang di Indonesia, khususnya untuk segmen produksi massal. 
 
"Kenapa produksi massal ini terus berkembang? Karena laju urbanisasi juga masih akan terus terjadi, seperti peningkatan pendidikan. Di mana masyarakat sekarang lebih berminat terhadap produk yang higienis dengan harga kompetitif serta enak untuk dikonsumsi," ungkap Hadi dalam paparan publik ROTI secara virtual, Senin (6/9). 
 
Optimisme emiten berkode saham ROTI di Bursa Efek Indonesia ini juga didasari keberhasilan mereka dalam menjangkau distribusi produk yang luas. 
 
Hingga saat ini ROTI telah berhasil memasok produk hingga 34 provinsi di seluruh Indonesia. Begitu pula dengan kesiapan kapasitas produksi dari 14 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air, dengan total produksi mencapai 5 juta potong per hari.
 
"Sebanyak 14 pabrik kami sudah berproduksi, dan pabrik ke-15 dalam proses pembangunan, yang diharapkan selesai tahun depan. Dengan itu semua, kami siap memimpin pertumbuhan industri roti di Indonesia," sambung Hadi. 
 
Nippon Indosari tengah menjalankan ekspansi perluasan kapasitas produksi di Palembang Sumatra Selatan serta pengembangan pabrik baru di Pekanbaru, Riau. 
 
Proyek pabrik tersebut diperkirakan rampung pada awal tahun depan, sehingga dapat langsung berkontribusi terhadap pertumbuhan penjualan dan produksi ROTI di tahun 2022. 
"Kami berkeyakinan kapasitas produksi sudah cukup untuk menopang laju penjualan beberapa tahun ke depan. 
 
Sehingga ke depan, fokus manajemen Sari Roti adalah lebih memperluas distribusi, memperbanyak outlet, dan meningkatkan penjualan sehingga produksi bisa menyesuaikan naik dan mengoptimalkan tingkat utilitas pabrik," jelas Hadi. 
 
Tetap adaptif
 
Untuk memuluskan rencana ekspansi tahun ini, ROTI mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 150 miliar. Hadi bilang, hingga Juni 2021 dana capex telah terserap Rp 126 miliar atau 84% dari total capex. 
 
"Penyerapan dana capex sangat baik dan ini juga terlihat kami sangat optimistis dengan permintaan dari produk-produk kami," ungkap Hadi.
 
Demi mempertahankan kinerja di tengah dinamika dan kondisi pandemi Covid-19, manajemen ROTI pun tak lupa mencanangkan sejumlah strategi khusus. 
 
Misi utama ROTI adalah tetap adaptif dan aktif melakukan analisis secara komprehensif terhadap daya beli, pola konsumsi, pola belanja, serta pola aktivitas masyarakat Indonesia yang dinamis. "Jadi yang paling penting bukan hanya untuk analisis saja, kami juga harus dinamis dan adaptif terhadap perubahan kondisi terkait pandemi Covid-19," tambah Hadi. 
 
Tak lupa, Nippon Indosari tetap mengencangkan strategi digitalisasi customer experince mereka, dengan aktif menjual produk-produk Sari Roti melalui berbagai platform. 
 
Alhasil, manajemen ROTI mengharapkan setiap konsumen dapat menggunakan berbagai akses fasilitas untuk mendapatkan produk-produk Sari Roti, bahkan di tengah kondisi mobilitas masyarakat yang terbatas.      


Baca juga