Prospek Cerah RAJA Pasca Akuisisi PT LNG, Pemain FLNG Pertama di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 07:20 WIB
Prospek Cerah RAJA Pasca Akuisisi PT LNG, Pemain FLNG Pertama di Indonesia
[ILUSTRASI. Kontan - PT Rukun Raharja, Tbk Kilas Online (Dok. PT Rukun Raharja/PT Rukun Raharja, Tbk)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) resmi meluaskan langkah bisnisnya ke sektor gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) dengan mengakuisisi sebesar 5% saham PT Layar Nusantara Gas (LNG).

Langkah ini dilakukan dengan nilai transaksi yang mencapai US$ 38,57 juta. Melalui keterbukaan informasi, Senin (11/5), RAJA disebut telah melakukan pembayaran deposit kepada Genting LNG Pte Ltd, anak usaha tidak langsung Genting berhad, yang memiliki sebesar 95% kepemilikan di PT LNG.

Bila menilik latar belakang PT LNG di Linkedin, perusahaan ini merupakan kendaraan pengembangan proyek LNG terapung (FLNG) pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan proyek Gas Genting di Papua Barat.

Baca Juga: Rukun Raharja (RAJA) Caplok Saham Layar Nusantara Gas

Hal tersebut turut menyiratkan bahwa PT LNG adalah bagian dari Genting Energy, divisi minak dan gas di bawah payung Ganting Berhad. Sebagaimana yang sudah bisa diterka, fokus bisnisnya pun fokus pada sektor midstream gas, FLNG, pengolahan LNG hingga transportasi gas.

Proyek pengembangan FLNG ini juga disebutkan sebagai yang pertama di Indonesia, sehingga artinya, LNG akan diproduksi dan diproses di fasilitas terapung dekat dengan sumber gas, tidak hanya kilang darat konvensional. 

Langkah akuisisi ini diambil oleh RAJA sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi sebagai perusahaan energi terintegrasi, khususnya di sektor hilirisasi gas. RAJA sendiri selama ini bergerak di sektor distribusi gas bumi, infrastruktur midstream migas, jasa penyaluran energi, hingga investasi di energi terintegrasi.

Melihat aksi korporasi RAJA ini, Senior Investment Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat bahwa kepemilikan yang diambil alih RAJA sebenarnya masih minoritas, namun memang langkah ini tetaplah menyimpan nilai strategis bagi Perseroan.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Bea Masuk Plastik 0% Berlaku Enam Bulan, Ini Peluang dan Risiko Bagi Emiten di Hilir
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bea Masuk Plastik 0% Berlaku Enam Bulan, Ini Peluang dan Risiko Bagi Emiten di Hilir

Risiko pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak, biaya pengiriman, dan gangguan pasokan global masih membayangi industri plastik.

Volatilitas Bitcoin Menurun, Harga Masih Dibayangi Inflasi AS dan Keputusan The Fed
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Volatilitas Bitcoin Menurun, Harga Masih Dibayangi Inflasi AS dan Keputusan The Fed

Harga bitcoin diprediksi bergerak di US$ 75.000–US$ 100.000 hingga akhir 2026, dengan asumsi tidak terjadi guncangan besar pada ekonomi global.

Mengukur Kontribusi Ekonomi Syariah
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Mengukur Kontribusi Ekonomi Syariah

Rantai nilai halal atau halal value chain disebut menyumbang sekitar 24,9% terhadap PDB nasional    

Tambah Modal Usaha, HRTA Siap Menggelar Private Placement
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Tambah Modal Usaha, HRTA Siap Menggelar Private Placement

Untuk memuluskan aksi ini, manajemen HRTA akan minta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat (16/10). ​

Potensi Penerimaan dari Fasilitas Pajak Tak Banyak
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Potensi Penerimaan dari Fasilitas Pajak Tak Banyak

Estimasi penerimaan pajak yang bisa masuk dari fasilitas ini hanya Rp 40,2 triliun​                 

BEI Tetapkan Harga Teoritis Rights Issue BUVA Rp 520 per Saham
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:52 WIB

BEI Tetapkan Harga Teoritis Rights Issue BUVA Rp 520 per Saham

Penetapan ini mengacu ke harga BUVA pada akhir cum di pasar reguler per 13 Oktober 2026 sebesar Rp 590 per saham.​

Saham ISAT Direkomendasikan Buy, Simak Target Harga dan Prospek Bisnis AI
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:48 WIB

Saham ISAT Direkomendasikan Buy, Simak Target Harga dan Prospek Bisnis AI

Fasilitas awal Zankore berkapasitas 100 MW dapat menghasilkan laba sebesar US$ 126 juta pada tahun pertama dan US$ 331 juta pada tahun kedua.

Penjualan Emiten Konsumer Berpeluang Naik, Tapi Margin Dibayangi Tekanan Bahan Baku
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Penjualan Emiten Konsumer Berpeluang Naik, Tapi Margin Dibayangi Tekanan Bahan Baku

Tekanan biaya bahan baku dan daya beli membuat pertumbuhan pendapatan belum otomatis berujung pada kenaikan laba.

IHSG Masih Bergerak Fluktuatif
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:37 WIB

IHSG Masih Bergerak Fluktuatif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif di tengah sentimen harga minyak yang masih tinggi

Pembatasan Gas Industri Ganggu Investasi
| Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Pembatasan Gas Industri Ganggu Investasi

Pembatasan pasokan gas bumi mulai menekan aktivitas industri dalam negeri. Rencana ekspansi tertunda, ribuan pekerja berpotensi terdampak.

INDEKS BERITA

Terpopuler