Proyek Bandara Pelosok Digarap Segelintir Kontraktor

Jumat, 15 Juli 2022 | 12:00 WIB
Proyek Bandara Pelosok Digarap Segelintir Kontraktor
[ILUSTRASI. Bandara Maratua yang baru selesai dibangun, di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, Jumat (11/9/2015). KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES]
Reporter: Ratih Waseso, Vendy Yhulia Susanto, Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar tak sedap berhembus dari program pembangunan dan pengembangan bandara di daerah terpencil oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub). Proyek-proyek itu, hanya digarap oleh segelintir pihak.

Indikasinya datang dari proyek Bandara Pogugol Buol di Sulawesi Tengah. Akhir 2021, Kemhub menggelar tender  tiga proyek di bandara ini, dengan pagu masing-masing proyek mulai dari Rp 89,53 miliar hingga Rp 93,82 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KONTAN, dari sebanyak 20 - 24 peserta tender, hanya satu perusahaan saja di masing-masing proyek yang mengikuti tahapan tender, mulai  evaluasi kualifikasi.

Alhasil, PT Pilar Indo Sarana melenggang dengan meraup dua proyek, yakni penyiapan badan runway dengan pagu Rp 93,83 miliar, dan runway strip dengan pagu Rp 93,18 miliar. Sementara proyek infrastruktur sisi darat, dengan pagu anggaran Rp 89,53 miliar, dimenangkan oleh PT Indra Jaya Abadi.

Berdasarkan data yang terekam di situs lpse.dephub.go.id, Pilar Indo Sarana memenangkan sekitar 17 proyek. Jika dihitung-hitung, nilai proyek yang diperoleh Pilar Indo Sarana, nilainya sudah lebih dari Rp 300 miliar.

Baca Juga: Hindari Korupsi, MAKI Sarankan Pembangunan 21 Proyek Bandara Pakai Skema Tender

KONTAN berupaya menghubungi salah satu direksi dan pemegang saham Pilar Indo Sarana bernama M. Faizal Basya, yang namanya tercatat di data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Namun hingga berita ini diturunkan, KONTAN belum berhasil mendapat penjelasan dari yang bersangkutan soal proyek yang mereka kerjakan.

Proyek-proyek tersebut hanya sebagian kecil dari proyek bandara yang dikerjakan Kementerian Perhubungan. Merujuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Kemhub akan membangun 21 bandara baru, dengan target 10 bandara selesai tahun 2024.

Hingga April 2022, pengerjaan dua bandara sudah diselesaikan, serta diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni Bandara Toraja dan Bandara Ngloram Blora. Selain pembangunan bandara baru, Kemhub juga mengagendakan sejumlah pengembangan bandara yang sudah ada.

Berdasarkan data yang diperoleh KONTAN, setidaknya hingga 2023 mendatang ada sekitar 6 proyek bandara baru.

Baca Juga: Soal Rencana Pengembangan dan Pembangunan Bandara, Ini Penjelasan Kemenhub

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiartono tidak berkomentar mengenai minimnya peserta tender sehingga sejumlah proyek pembangunan dan pengembangan bandara dikerjakan segelintir pihak. Dia menegaskan sebagian besar pekerjaan adalah sebagai upaya mempertahankan kinerja keselamatan dan pelayanan. "Itu tidak semuanya bandara baru," kata Nur kepada KONTAN, Kamis (14/7).

Menanggapi persoalan ini, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman mengingatkan upaya untuk menghindari praktik proyek yang hanya dikerjakan oleh segelintir pihak, lewat tender terbuka dan bukan penunjukan langsung. Penunjukan langsung hanya dimungkinkan untuk proyek senilai maksimal Rp 200 juta.

"Menteri Perhubungan bisa membatalkan, untuk pencegahan dugaan "bancakan" dan rencana penunjukan langsung atas paket-paket di 21 bandara ini," ujar Boyamin.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengatakan pengerjaan proyek pengembangan maupun pembangunan bandara hendaknya tetap  melalui skema tender.

Sejumlah catatan dikemukakan Trubus, bila proyek tersebut dikerjakan dengan sistem penugasan atau penunjukan langsung. Pertama, penugasan langsung menutup kemungkinan investor terlibat dalam pembangunan dan pengembangan sehingga membebani anggaran.

Kedua, penunjukan langsung sangat rentan praktik suap yang ujung-ujungnya akan berimbas pada kualitas dari hasil pekerjaan.

Bagikan

Berita Terbaru

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:15 WIB

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global

Rupiah melemah hingga 16.887 per dolar AS. Cari tahu alasan di balik tekanan Moodys dan data ketenagakerjaan AS yang memicu gejolak

Korupsi Pajak
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:10 WIB

Korupsi Pajak

Membersihkan institusi perpajakan bukan sekadar agenda antikorupsi, melainkan prasyarat menjaga kepercayaan pasar.

Peringatan Beruntun dari Lembaga Asing Jadi Tekanan IHSG Pekan Ini
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:05 WIB

Peringatan Beruntun dari Lembaga Asing Jadi Tekanan IHSG Pekan Ini

Penurunan peringkat IHSG memperkuat persepsi bahwa daya tarik pasar domestik di mata investor global sedang menurun

Saham Poultry: Momentum Ramadan Dongkrak Laba, Tapi Ada Ancaman!
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:00 WIB

Saham Poultry: Momentum Ramadan Dongkrak Laba, Tapi Ada Ancaman!

Permintaan tinggi saat Ramadan diprediksi untungkan emiten unggas. Namun, kenaikan harga bungkil kedelai dan kebijakan impor baru jadi tantangan

Intervensi Danantara Akan Mendorong Produksi KRAS
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:00 WIB

Intervensi Danantara Akan Mendorong Produksi KRAS

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menjadi salah satu emiten yang mendapat berkah dari proyek Danantara Indonesia

Dorong Produksi, TPIA Rajin Menerbitkan Surat Utang
| Senin, 09 Februari 2026 | 05:58 WIB

Dorong Produksi, TPIA Rajin Menerbitkan Surat Utang

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V dengan jumlah pokok sebesar Rp 2,25 triliun.​

NPL Perbankan Melandai, Namun Risiko Masih Tetap Mengintai
| Senin, 09 Februari 2026 | 05:56 WIB

NPL Perbankan Melandai, Namun Risiko Masih Tetap Mengintai

Perbankan sukses menekan kredit bermasalah di akhir 2025. Kualitas aset membaik, apakah ini awal keuntungan investor? Temukan faktanya.

Menimbang Prospek Penghuni IDX80
| Senin, 09 Februari 2026 | 05:56 WIB

Menimbang Prospek Penghuni IDX80

Prospek tiga saham yang baru masuk IDX30 yaitu BREN, CUAN dan HRTA, masih dibayangi net sell dana asing

INDEKS BERITA

Terpopuler