Proyeksi IHSG: Berpotensi Menguat Disokong Sentimen Suku Bunga

Kamis, 15 Agustus 2019 | 07:41 WIB
Proyeksi IHSG: Berpotensi Menguat Disokong Sentimen Suku Bunga
[ILUSTRASI. IHSG Bursa Efek Indonesia]
Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi menguat pada perdagangan hari ini. Meski begitu, sentimen negatif global masih mengintai.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyebut, salah satu pendorong indeks saham yakni rapat petinggi Bank Indonesia (BI) pekan depan. Ada ekspektasi BI akan kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menambahkan, dengan adanya sentimen bunga BI, indeks sektor properti dan industri dasar berpotensi naik, sehingga IHSG juga akan terdorong naik.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham SIMP, BBTN, dan TPIA untuk hari ini

Perkembangan seteru Amerika Serikat (AS) dan China juga memberi sentimen positif ke bursa. AS memutuskan menunda penerapan tarif 10% atas produk impor China.

Wawan memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.250–6.300 hari ini. Hitungan Lanjar, IHSG akan bergerak di level 6.200–6.320.

Tapi Analis Panin Sekuritas William Sekuritas menilai ada potensi IHSG melemah. Ini bisa terjadi bila ketidakpastian di Eropa, terkait pertumbuhan ekonomi dan Brexit, menguat.

Kemarin IHSG naik 0,91% ke 6,267,33. Tapi asing net sell Rp 463,75 miliar.

Baca Juga: Peso Argentina terpuruk, rupiah masih bisa bangkit

Bagikan

Berita Terbaru

Alarm dari Fitch, Risiko Korporasi Indonesia Meningkat
| Rabu, 01 Juli 2026 | 07:50 WIB

Alarm dari Fitch, Risiko Korporasi Indonesia Meningkat

Tekanan daya beli, pelemahan rupiah, hingga ketidakpastian regulasi tengah menghantui korporasi Indonesia

Dana SAL di Bank Himbara Diutak-Atik, Respons Pasar ke BBRI, BMRI, dan BBNI Terbatas
| Rabu, 01 Juli 2026 | 07:33 WIB

Dana SAL di Bank Himbara Diutak-Atik, Respons Pasar ke BBRI, BMRI, dan BBNI Terbatas

Tantangan utama perbankan saat ini dari permintaan kredit yang belum sepenuhnya pulih serta kehati-hatian bank dalam menjaga kualitas aset.

Danantara Pangkas BUMN, IPCM Berpeluang Jadi Raja Jasa Pandu dan Tunda Indonesia
| Rabu, 01 Juli 2026 | 07:10 WIB

Danantara Pangkas BUMN, IPCM Berpeluang Jadi Raja Jasa Pandu dan Tunda Indonesia

Cum dividen IPCM jatuh pada 1 Juli 2026 sehingga pelaku pasar perlu mewaspadai risiko dividend trap.

Prospek dan Tantangan Demutualisasi Bursa
| Rabu, 01 Juli 2026 | 07:05 WIB

Prospek dan Tantangan Demutualisasi Bursa

Demutualisasi bursa yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja bursa acap kali memantik kekhawatiran dan sentimen nasionalisme.

Bersaing Berebut Dana dengan Obligasi Korporasi
| Rabu, 01 Juli 2026 | 06:30 WIB

Bersaing Berebut Dana dengan Obligasi Korporasi

Kupon obligasi korporasi yang tinggi memaksa bank mengerek bunga deposito spesial demi menjaga deposan besar.

Koneksi & Kompetensi
| Rabu, 01 Juli 2026 | 06:10 WIB

Koneksi & Kompetensi

Pemerintah semestinya menyadari bahwa kepercayaan publik jauh lebih mahal daripada sekadar memenuhi kepentingan politik atau kedekatan pribadi.

Anjlok Parah di Atas 3% dan Menyentuh 5.600, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Rabu (1/7)
| Rabu, 01 Juli 2026 | 06:02 WIB

Anjlok Parah di Atas 3% dan Menyentuh 5.600, Simak Proyeksi IHSG Hari Ini, Rabu (1/7)

Pelemahan IHSG berlanjut, asing jual bersih Rp70 triliun semester I-2026. Simak proyeksi pergerakan IHSG hari ini. 

Kopi Kenangan Gencar Meracik Ekspansi
| Rabu, 01 Juli 2026 | 05:35 WIB

Kopi Kenangan Gencar Meracik Ekspansi

Kopi Kenangan menargetkan penambahan 300–400 gerai sepanjang 2026 dan hingga Juni sudah  terealisasi 178 gerai.

Neraca Dagang Surplus, Tapi Bakal Makin Kecil
| Rabu, 01 Juli 2026 | 05:30 WIB

Neraca Dagang Surplus, Tapi Bakal Makin Kecil

Menilik proyeksi ekonom terhadap pergerakan neraca dagang Indonesia periode Mei 2026.                    

Klaim Asuransi Kendaraan Mulai Terkerek Efek Rupiah
| Rabu, 01 Juli 2026 | 05:30 WIB

Klaim Asuransi Kendaraan Mulai Terkerek Efek Rupiah

Perusahaan asuransi umum kini semakin rajin memantau biaya perbaikan untuk menghindari lonjakan klaim. 

INDEKS BERITA

Terpopuler