Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2023 Menantang, IMF: The Worst is Yet to Come

Senin, 24 Oktober 2022 | 19:57 WIB
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2023 Menantang, IMF: The Worst is Yet to Come
[ILUSTRASI. BKPM mencatat investasi asing langsung di Indonesia pada kuartal III 2022 tumbuh double digit tapi di sisi lain ada peringatan tentang tantangan ekonomi dunia dari IMF. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU]
Reporter: Anastasia Lilin Y | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan aliran investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia pada kuartal III 2022, tertinggi sepanjang sejarah menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Namun di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan jika situasi terburuk ekonomi belum datang.

Pada Hari Senin (24/10), Kementerian Investasi melaporkan realisasi investasi triwulan ketiga tahun ini mencapai Rp 307,8 triliun. Capaian tersebut tumbuh 1,9% ketimbang realisasi investasi triwulan kedua yang senilai Rp 302,2 triliun. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

SPBU Swasta Pangkas  Harga BBM Nonsubsidi
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:39 WIB

SPBU Swasta Pangkas Harga BBM Nonsubsidi

Penyesuaian harga yang berlaku efektif mulai Rabu (1/7) dilakukan secara selektif pada BBM jenis diesel.

Aturan PMSE Baru, idEA Minta Ruang Adaptasi
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:35 WIB

Aturan PMSE Baru, idEA Minta Ruang Adaptasi

Beleid tersebut mengatur insentif berupa diskon biaya layanan sebesar 50% bagi UMK di platform marketplace.

Kredit Bank Milik Konglomerat Melambat, Pertumbuhan Laba Tak Seragam
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:35 WIB

Kredit Bank Milik Konglomerat Melambat, Pertumbuhan Laba Tak Seragam

Sejumlah bank milik konglomeratmencatat pertumbuhan laba yang terbatas, bahkan ada yang mengalami penurunan, seiring melambatnya ekspansi kredit 

Penerbitan Obligasi dari Bank Semakin Semarak
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:30 WIB

Penerbitan Obligasi dari Bank Semakin Semarak

Meningkatnya penerbitan obligasi oleh perbankan dipicu oleh semakin ketatnya likuiditas akibat pertumbuhan kredit yang lebih cepat dibanding DPK

Bank Berlomba Memperkuat Layanan Bagi Nasabah Kaya
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:30 WIB

Bank Berlomba Memperkuat Layanan Bagi Nasabah Kaya

Nasabah kaya bukan hanya penyumbang utama DPK, tapi juga pendorong stabilitas pendanaan dan profitabilitas jangka panjang. 

Kemenpar Kejar Legalitas OTA Asing
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:28 WIB

Kemenpar Kejar Legalitas OTA Asing

Selain memudahkan pengawasan, langkah tersebut juga diharapkan menciptakan kesetaraan perlakuan.antara pemain lokal dan asing

TPIA Masih Ambles 76% YtD, Analis Sebut Peluang Rebound Baru Muncul Akhir 2026
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:27 WIB

TPIA Masih Ambles 76% YtD, Analis Sebut Peluang Rebound Baru Muncul Akhir 2026

Ada tiga faktor utama yang berpotensi menjadi pendorong kinerja keuangan TPIA pada beberapa tahun mendatang.

Tarif Listrik Ditahan, Beban Fiskal Mengintai
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:21 WIB

Tarif Listrik Ditahan, Beban Fiskal Mengintai

Pemerintah menahan tarif listrik, beban pembayaran kompensasi ke PLN menjadi sorotan karena berdampak pada kas PLN

Rupiah & IHSG Anjlok: Waspada, Ini Risiko Investasi Anda ke Depan
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:15 WIB

Rupiah & IHSG Anjlok: Waspada, Ini Risiko Investasi Anda ke Depan

Rupiah melemah 7,36% ytd, IHSG ambles 34,74%. Simak prediksi ahli tentang tekanan global dan strategi bertahan di pasar yang bergejolak.

Mimpi Petinggi BEI
| Kamis, 02 Juli 2026 | 06:10 WIB

Mimpi Petinggi BEI

Pada akhirnya, pasar modal tidak memerlukan ambisi yang berlebihan, yang dibutuhkan adalah konsistensi membangun kepercayaan.

INDEKS BERITA

Terpopuler