Rasio NPF Bank Syariah Melandai

Kamis, 21 Maret 2019 | 05:36 WIB
Rasio NPF Bank Syariah Melandai
[]
Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alhamdulillah, upaya bank syariah menekan laju pembiayaan bermasalah berbuah manis. Hal ini terlihat dari rasio pembiayaan bermasalah alias non performing financing (NPF) bank umum syariah (BUS) yang beranjak turun menjadi 3,26% akhir 2018 lalu. Padahal, rasio ini sempat menggunung di tahun 2017 sebesar 4,76%.

Penurunan ini datang dari membaiknya kualitas kredit BUS. Tercatat total pembiayaan bermasalah tahun lalu mencapai Rp 6,59 triliun, menurun dibandingkan Rp 9,03 triliun pada tahun 2017 atau menyusut 26,94% secara year on year (yoy).

Meski begitu, beberapa BUS masih mencetak peningkatan NPF tahun lalu, seiring laju pembiayaan yang melesat. BNI Syariah misalnya yang membukukan kenaikan tipis NPF dari 2,89% menjadi 2,93%.

Sebabnya, pembiayaan BNI Syariah tumbuh 19,93% yoy di 2018 menjadi Rp 28,3 triliun. Direktur BNI Syariah Dhias Widhiyati beranggapan, kendati NPF naik, pihaknya tetap menjaga kehati-hatian. Tercermin dari rasio pencadangan yang naik menjadi 97% dibandingkan setahun sebelumnya 86%. Rasio ini diramal akan stabil hingga akhir 2019.

Sementara itu, NPF tahun ini diproyeksi lebih rendah dibandingkan tahun 2018. Sebagai upaya menekan NPF, BNI Syariah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya lebih selektif memberi pembiayaan hingga memperkuat manajemen resiko.

BCA Syariah juga mencatat NPF naik tahun lalu menjadi 0,35%, dari 0,32% di 2017. Malah, Direktur Utama BCA Syariah John Kosasih menyebut rasio tersebut kembali naik di bulan Februari 2019 ke level 0,45%.

Namun, pihaknya tak khawatir lantaran posisi tersebut masih di bawah batas aman yakni 1%. "NPF kami memang geser tipis karena ada nasabah telat bayar, tapi semestinya bulan depan (Maret 2019) sudah oke (membaik)," katanya kepada KONTAN, Rabu (20/3). Rasio pencadangan BCA Syariah juga sangat tinggi yaitu 200% menurut John.

Di sisi lain, Mandiri Syariah justru membukukan NPF membaik ke 3,28% di 2018 setelah sempat menggunung hingga 4,53% di tahun sebelumnya. Direktur Keuangan Mandiri Syariah Ade Cahyo Nugroho menilai rasio tersebut mampu ditekan hingga ke posisi 2,5%. Target itu sejalan dengan minat go public pada tahun 2020 mendatang.

Bagikan

Berita Terbaru

Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan
| Selasa, 28 April 2026 | 10:05 WIB

Outlook Negatif Membayangi Rupiah, Risiko Domestik tak Lagi bisa Diabaikan

Dua jangkar penentu nasib rupiah: kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal pemerintah dan kredibilitas otoritas moneter.

Harga Ayam Naik, Tapi Margin Pebisnis Unggas Tetap Tertekan
| Selasa, 28 April 2026 | 09:30 WIB

Harga Ayam Naik, Tapi Margin Pebisnis Unggas Tetap Tertekan

Analis menilai outlook sektor unggas masih positif, tetapi pertumbuhannya akan alami perlambatan dibandingkan tahun 2025.

Saham-Saham Bank di Luar KBMI IV Moncer, Simak Faktor Pendorongnya
| Selasa, 28 April 2026 | 09:28 WIB

Saham-Saham Bank di Luar KBMI IV Moncer, Simak Faktor Pendorongnya

Investor mesti tetap mewaspadai potensi membengkaknya pos cadangan kerugian pinjaman dan biaya dana.

Siapkan Insentif Industri Terdampak Harga Plastik
| Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Siapkan Insentif Industri Terdampak Harga Plastik

Pemerintah akan segera membahas rencana pemberian stimulus bagi industri yang terdampak kenaikan harga plastik

Terungkap, Investor Bisa Membeli Instrumen Emas Baru Ini Layaknya Saham
| Selasa, 28 April 2026 | 08:58 WIB

Terungkap, Investor Bisa Membeli Instrumen Emas Baru Ini Layaknya Saham

OJK ngebut siapkan ETF emas, tiga MI serius susun prospektus. Tren harga emas naik jadi pendorong. Cek keuntungannya.

Kepatuhan Formal Wajib Pajak Baru Mencapai 62%
| Selasa, 28 April 2026 | 08:56 WIB

Kepatuhan Formal Wajib Pajak Baru Mencapai 62%

Pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) hngga 26 April 2026 mencapai 11,95 juta.

Puncak Kinerja Sudah Terjadi di Kuartal I, Emiten Konsumer Bersiap Hadapi Perlambatan
| Selasa, 28 April 2026 | 08:42 WIB

Puncak Kinerja Sudah Terjadi di Kuartal I, Emiten Konsumer Bersiap Hadapi Perlambatan

Daya beli masyarakat terutama menengah ke bawah paling rawan tertekan efisiensi anggaran pemerintah.

Prospek Cerah Valuasi Murah, Saham TLKM Jadi Buruan Utama Institusi Asing BNY Mellon
| Selasa, 28 April 2026 | 08:14 WIB

Prospek Cerah Valuasi Murah, Saham TLKM Jadi Buruan Utama Institusi Asing BNY Mellon

The Bank of New York Mellon (BNY Mellon) rajin memborong saham TLKM saat harga sahamnya tengah terjerembap.

Arus Dana Asing Deras Keluar, Sebagian Kembali Masuk ke Dua Emiten Konsumer Ini
| Selasa, 28 April 2026 | 07:57 WIB

Arus Dana Asing Deras Keluar, Sebagian Kembali Masuk ke Dua Emiten Konsumer Ini

Investor asing masih memburu saham yang sensitif terhadap tren penurunan suku bunga dan kebal dari hantaman isu geopolitik secara langsung.​

Pergerakan IHSG Selasa (28/4) Berpeluang Sideways
| Selasa, 28 April 2026 | 07:43 WIB

Pergerakan IHSG Selasa (28/4) Berpeluang Sideways

IHSG Selasa (28/4) akan bergerak sideways dalam kisaran 7.000-7.250, cek rekomendasi saham sebelum investasi.

INDEKS BERITA