Rating Agency

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:10 WIB
Rating Agency
[ILUSTRASI. Adi Wikanto (KONTAN/Indra Surya)]
Adi Wikanto | Senior Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Taklimat Presiden Prabowo Subianto saat sidang paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Juli 2026 tentang rating agency bisa berisiko terhadap pasar saham domestik. Prabowo menyebut tak perlu takut dengan lembaga pemeringkat investasi dunia. Menurutnya, global rating agency hanya menakut-nakuti Indonesia, yakni dengan pemberian rapor jelek hingga penurunan rating sehingga tidak ada yang mau invest di Indonesia.

Mungkin, pidato tersebut sebagai upaya membangun kepercayaan diri nasional. Dalam praktik ekonomi modern, rating agency bukanlah alat untuk menakut-nakuti, melainkan instrumen penting bagi investor global mengukur risiko investasi.

Pasar keuangan bekerja berdasarkan persepsi, kredibilitas, dan kepastian. Institusi asset manajemen global yang mengelola dana triliunan dolar mengambil keputusan berdasarkan indikator yang diakui secara internasional, seperti peringkat utang negara, prospek ekonomi, tata kelola kebijakan, dan penilaian dari lembaga pemeringkat investasi. Karena itu, peringkat investasi dari lembaga seperti S&P, Moody's, maupun Fitch justru menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan kepercayaan pelaku pasar. 

Indonesia sudah merasakan dampaknya. Dari awal 2026 hingga pekan pertama Juli ini, arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia tercatat mencapai Rp 75 triliun. Kondisi ini terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) menghentikan sementara perubahan indeks yang melibatkan saham Indonesia sejak Januari 2026.

Ingat! MSCI bukan sekadar lembaga indeks. Namun bagi investor global, status dan kebijakan MSCI sangat menentukan alokasi investasi. Banyak dana investasi internasional yang mengikuti indeks MSCI.

Dampaknya nyata. Setelah dana asing keluar, pasar saham Indonesia mengalami tekanan hebat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 9.000 anjlok hingga berada di kisaran 5.000-an. Pada akhir perdagangan sesi I Selasa, 21 Juli 2026, IHSG berada di level 6.315,01 atau merosot 27,81% secara year to date.

Percaya pada kekuatan ekonomi nasional tentu penting. Namun, kepercayaan diri jangan sampai mengabaikan mekanisme pasar global. Rating agency dan lembaga indeks internasional bukan musuh Indonesia. Mereka adalah bagian dari ekosistem investasi dunia yang turut menentukan seberapa besar kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Kopi Kenangan Memacu Ekspansi Gerai di Semester II
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:19 WIB

Kopi Kenangan Memacu Ekspansi Gerai di Semester II

Perusahaan tetap berfokus merealisasikan target ekspansi yang telah ditetapkan sejak awal tahun, yakni menambah 300–400 gerai baru sepanjang 2026.

Menanti BI Rate, IHSG Rabu (22/7) Masih Punya Ruang Menguat
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:14 WIB

Menanti BI Rate, IHSG Rabu (22/7) Masih Punya Ruang Menguat

IHSG Rabu (22/7) masih berpeluang menguat, dengan level support 6.240-6.250 dan resistance di 6.390-6.400.​

FORU Menyiapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:11 WIB

FORU Menyiapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun

FORU berencana menerbitkan maksimal 215,09 miliar saham baru atau sekitar 99,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh 

Ekspansi Jaringan Toko Berpotensi Mendorong Kinerja ACES di Semester Kedua
| Rabu, 22 Juli 2026 | 07:09 WIB

Ekspansi Jaringan Toko Berpotensi Mendorong Kinerja ACES di Semester Kedua

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) masih solid mencatatkan pertumbuhan same store sales growth (SSSG) sebesar 2,2% pada semester I-2026.

Kilau Emas Kalah Pamor dengan Saham Kecerdasan Buatan
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:55 WIB

Kilau Emas Kalah Pamor dengan Saham Kecerdasan Buatan

Harga emas masih tertekan karena dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS). 

Pergerakan Rupiah Menanti Kebijakan BI Pekan Ini
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:45 WIB

Pergerakan Rupiah Menanti Kebijakan BI Pekan Ini

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,33% secara harian ke level Rp 17.888 per dolar AS.

Bidik Dana US$ 1 Miliar dari Panda Bond
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:26 WIB

Bidik Dana US$ 1 Miliar dari Panda Bond

Pemerintah akan menerbitkan Panda Bond perdana pada tanggal 23 Juli 2026                            

Konflik AS dan Iran Memanas, Dolar AS Masih Jadi Primadona
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:15 WIB

Konflik AS dan Iran Memanas, Dolar AS Masih Jadi Primadona

Eskalasi geopolitik antara AS - Iran yang semakin memanas membuat pergerakan harga valuta asing safe haven bergerak bervariasi.

Mengejar Dana Global Lewat Pusat Finansial
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:10 WIB

Mengejar Dana Global Lewat Pusat Finansial

Pemerintah menargetkan pembangunan Pusat Keuangan Internasional Indonesia dimulai akhir tahun 2026         

Rating Agency
| Rabu, 22 Juli 2026 | 06:10 WIB

Rating Agency

Percaya pada kekuatan ekonomi nasional tentu penting. Namun, kepercayaan diri jangan sampai mengabaikan mekanisme pasar global.

INDEKS BERITA

Terpopuler