Realiasi Buyback Obligasi dan Sukuk PT Timah (TINS) Senilai Rp 235,8 Miliar

Kamis, 26 Agustus 2021 | 14:25 WIB
Realiasi Buyback Obligasi dan Sukuk PT Timah (TINS) Senilai Rp 235,8 Miliar
[ILUSTRASI. Pekerja menurunkan timah dari kapal yang di angkut dari Belitung, Kepulauan Riau di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (11/1/2017). KONTAN/Muradi]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor tampaknya masih betah mendekap obligasi dan sukuk yang telah diterbitkan oleh PT Timah Tbk (TINS).

Ini terlihat dari realisasi buyback obligasi dan sukuk yang diumumkan manajemen TINS hari ini (26/8).

Dari total obligasi dan sukuk yang ingin dibeli kembali sebesar Rp 1,287 triliun, efek yang berminat untuk dijual oleh investor dan dibeli kembali oleh PT Timah sebesar Rp 235,8 miliar.

"Perseroan membeli seluruh nominal efek yang berminat untuk dijual oleh para pemegang efek dengan total nilai efek yang di buyback sebesar Rp 235,8 miliar," kata Wibisono, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Timah Tbk, Kamis (26/8).

 

 

Perinciannya, dari Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri B, nominal efek yang ditawarkan sebesar Rp 720 miliar. Namun, investor hanya ingin menjual Rp 94 miliar.

Lalu, dari Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 Seri B sebesar Rp 180 miliar, realisasinya Rp 62 miliar.

Baca Juga: Dua Kali Gagal RUPST, Emiten Grup Bakrie ini Agendakan RUPST Ketiga 1 September 2021

Terakhir, dari Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap II Tahun 2019 Seri A senilai Rp 387 miliar, realisasi buyback-nya sebesar Rp 79,8 miliar.

Ditambah dengan bunga akrual total sekitar Rp 2,46 miliar, maka TINS merogoh kocek sekitar Rp 242,19 miliar untuk hajatan buyback ini.

Settlement dan pembayaran kepada investor rencananya akan dilakukan pada Jumat, 27 Agustus 2021.

Manajemen TINS sebetulnya memperkirakan kebutuhan dana sebesar Rp 1,308 triliun untuk membeli kembali obligasi dan sukuk tersebut. Sumber dananya berasal dari pinjaman perbankan. 

Merujuk laporan keuangan TINS per 31 Maret 2021, emiten pertambangan timah itu memiliki utang obligasi dan sukuk ijarah sebesar Rp 2,093 triliun.

Selanjutnya: Usai Masuk Lewat Private Placement, Investor Kakap Ini Sudah Dua Kali Jual Saham AISA

 

Bagikan

Berita Terbaru

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG
| Senin, 27 April 2026 | 08:00 WIB

Saham Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) Masih Menarik Berkat MBG

Implementasi program MBG masih menopang kinerja JPFA, program ini menambah konsumsi ayam nasional secara signifikan di 2026.

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May
| Senin, 27 April 2026 | 07:41 WIB

Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May

Bursa saham Indonesia tertatih-tatih berjalan. Apakah fenomena Sell in May berpeluang memperparah IHSG?

Prospek  Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis
| Senin, 27 April 2026 | 07:22 WIB

Prospek Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap Optimistis

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencetak laba fantastis 2025. Prediksi pertumbuhan 2026 tidak lagi tiga digit, simak proyeksi terbarunya!

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 27 April 2026 | 06:57 WIB

IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Badai menerjang IHSG, investor asing lepas saham besar-besaran. Jangan sampai salah langkah, pahami risikonya sebelum Anda bertindak.

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu
| Senin, 27 April 2026 | 06:55 WIB

Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin Lesu

​Kredit konsumer perbankan melambat seiring daya beli masyarakat melemah, mendorong bank semakin ketat menyalurkan pembiayaan.

Dolar AS Melemah Tapi Bakal Bangkit: Kejutan di Tengah Ketegangan Global?
| Senin, 27 April 2026 | 06:45 WIB

Dolar AS Melemah Tapi Bakal Bangkit: Kejutan di Tengah Ketegangan Global?

Dolar AS sempat melemah di akhir pekan, namun kini berpotensi kembali menguat. Ketegangan geopolitik AS-Iran jadi pemicu. 

Hasil Stress Test, Perbankan Tanah Air Masih Kuat Hadapi Gejolak Ekonomi
| Senin, 27 April 2026 | 06:35 WIB

Hasil Stress Test, Perbankan Tanah Air Masih Kuat Hadapi Gejolak Ekonomi

​Stress test menunjukkan perbankan Indonesia tetap kuat menghadapi gejolak global, namun ekspansi kini dibuat lebih hati-hati 

Emiten Sawit: Siap Panen Cuan Berkat Mandatori B50
| Senin, 27 April 2026 | 06:30 WIB

Emiten Sawit: Siap Panen Cuan Berkat Mandatori B50

Mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 berpotensi dongkrak permintaan CPO domestik. Temukan emiten sawit yang paling diuntungkan.

 Strategi Mengerek Pangsa Pasar Perbankan Syariah
| Senin, 27 April 2026 | 06:30 WIB

Strategi Mengerek Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Perbankan syariah tumbuh, tapi pangsa pasar masih di bawah 10%, dengan strategi antara konsolidasi atau ekspansi organik.

Melihat Efek Domino di Balik Pelemahan Rupiah dan Defisit APBN
| Senin, 27 April 2026 | 06:22 WIB

Melihat Efek Domino di Balik Pelemahan Rupiah dan Defisit APBN

Foreign outflow yang terkonsentrasi pada saham-saham big banks, menandai memburuknya sentimen investor asing dari pelemahan nilai tukar rupiah.

INDEKS BERITA

Terpopuler