KONTAN.CO.ID - JAKARTA. "Mulai jam 12 malam nanti, uang Jepang dan uang DeJavasche Bank tidak berlaku lagi. Dan dengan ini tutuplah suatu masa dalam sejarah keuangan Republik Indonesia. Masa yang penuh penderitaan dan kesukaran bagi rakyat kita" (Pidato Bung Hatta, 29 Oktober 1946 melalui corong Radio Republik Indonesia Yogyakarta). Bung Hatta optimistis dengan keberadaan rupiah di tengah mata uang negara lain. Rupiah akan berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan mata uang lain, sehingga akan membawa keberkahan bagi kehidupan rakyat.
Fakta pun demikian. Ketika rupiah pertama kali diluncurkan ke tengah rakyat Indonesia, nilai rupiah sama persis dengan dolar Amerika Serikat (AS). Namun kesetaraan itu tak bertahan lama.
