Rumor DOGE Tembus US$ 3,66, Antara Hype dan Realita Pasar

Selasa, 27 Januari 2026 | 17:23 WIB
Rumor DOGE Tembus US$ 3,66, Antara Hype dan Realita Pasar
[ILUSTRASI. CRYPTOCURRENCY (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Meme coin Dogecoin (DOGE) sempat mencuri perhatian pelaku pasar kripto. Dalam berbagai diskusi, meme coin DOGE dinilai berpotensi melonjak lebih dari 2.000% dari kisaran US$ 0,12 menuju US$ 3,66 dalam waktu dekat.

Sementara itu, koin DOGE tercatat melemah. Berdasarkan data CoinMarketCap, DOGE diperdagangkan di level US$ 0,123 turun 1,06% dalam 24 jam terakhir per Senin (26/1). Mengutip Blocknomi, kinerja DOGE secara mingguan juga masih terkoreksi. Pergerakan DOGE memperpanjang pelemahan yang telah terjadi 4% dalam sepekan.

Financial Expert Ajaib Panji Yudha, menegaskan bahwa analisis Dogecoin tidak bisa hanya melihat harga satuan, melainkan harus menimbang kapitalisasi pasar (market cap).

“Dari US$ 0,12 ke US$ 3,66 berarti kenaikan hampir 2.900%. Jika itu terjadi, market cap DOGE akan melonjak dari sekitar US$ 20,5 miliar menjadi kurang lebih US$ 620 miliar,” ujar Panji kepada Kontan, Senin (26/1).

Baca Juga: OJK: Sebanyak 72% Pedagang Aset Keuangan Digital Masih Rugi

Dengan valuasi sebesar itu, menurutnya, DOGE harus melampaui aset kripto dengan fundamental dan ekosistem jauh lebih kuat. Sebagai perbandingan, market cap solana (SOL) saat ini sekitar US$ 69 miliar, XRP US$ 114 miliar, dan ethereum (ETH) sekitar US$ 345 miliar. Bahkan, DOGE akan menyedot porsi signifikan dari total kapitalisasi pasar kripto global dan bersaing langsung dengan bitcoin yang saat ini berada di kisaran US$ 1,75 triliun.

“Secara struktur pasar, sangat sulit bagi koin berbasis komunitas seperti DOGE untuk menggeser dominasi aset infrastruktur seperti ETH,” jelas Panji.

Lonjakan ekstrem memang bukan hal baru bagi dogecoin. Panji mengingatkan bahwa pada periode Juli 2020–Mei 2021, DOGE pernah melonjak lebih dari 30.000%, dari US$ 0,0023 hingga mendekati US$ 0,74.

Namun, konteks saat ini dinilai jauh berbeda. Pada 2021, jumlah meme coin masih terbatas dan altseason berlangsung masif. Kini, DOGE harus bersaing dengan ribuan meme coin baru, terutama di jaringan seperti solana dan base, yang berebut likuiditas pasar.

“Target US$ 3,66 membutuhkan likuiditas yang sangat besar dan saat ini terlihat terlalu agresif. Proyeksi yang lebih moderat dan realistis untuk 2026 berada di kisaran US$ 0,20–0,30,” ujar Panji.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Ditekan Sentimen Dalam dan Luar Negeri, Rupiah Masih akan Tertekan hingga Akhir Juli
| Selasa, 28 Juli 2026 | 08:32 WIB

Ditekan Sentimen Dalam dan Luar Negeri, Rupiah Masih akan Tertekan hingga Akhir Juli

Potensi kenaikan rupiah masih terbatas karena sentimen pasar tetap terikat pada narasi The Fed yang cenderung hawkish.

Reli IHSG di Bulan Juli 2026, Lanjut Naik atau Turun Lagi?
| Selasa, 28 Juli 2026 | 08:27 WIB

Reli IHSG di Bulan Juli 2026, Lanjut Naik atau Turun Lagi?

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melebar serta defisit neraca perdagangan berlanjut. 

Puradelta Lestari (DMAS) Meraih Pra Penjualan Rp 1,15 Triliun di Semester I-2026
| Selasa, 28 Juli 2026 | 08:23 WIB

Puradelta Lestari (DMAS) Meraih Pra Penjualan Rp 1,15 Triliun di Semester I-2026

Realisasi tersebut setara sekitar 55% dari target pra-penjualan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) tahun 2026 sebesar Rp 2,08 triliun.​

Gelar Private Placement, Mitra Telekomunikasi (MKNT) Punya Pengendali Baru
| Selasa, 28 Juli 2026 | 08:17 WIB

Gelar Private Placement, Mitra Telekomunikasi (MKNT) Punya Pengendali Baru

Dari private placement, PT Headwell Bintang Energi Hijau diproyeksi akan menguasai 668 miliar saham, setara 64,85% saham MKNT

Harga Gas Industri Turun, Industri Padat Energi Mendapat Ruang Bernapas
| Selasa, 28 Juli 2026 | 08:11 WIB

Harga Gas Industri Turun, Industri Padat Energi Mendapat Ruang Bernapas

Kenaikan permintaan gas dari sektor industri dapat menjadi faktor penyeimbang yang mengurangi tekanan terhadap profitabilitas perusahaan.

Likuiditas Tertekan, Laba ADHI Naik Saat Pendapatan Turun di Semester I-2026
| Selasa, 28 Juli 2026 | 08:11 WIB

Likuiditas Tertekan, Laba ADHI Naik Saat Pendapatan Turun di Semester I-2026

Meski pendapatan di semester I-2026 turun -18,35% jadi Rp 3,11 triliun, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencetak laba Rp 8,49 miliar, naik 12,56% (YoY).

IHSG Berpotensi Masih Tertekan, Berikut Rekomendasi Saham di Selasa (28/7)
| Selasa, 28 Juli 2026 | 08:05 WIB

IHSG Berpotensi Masih Tertekan, Berikut Rekomendasi Saham di Selasa (28/7)

Pergerakan IHSG di awal pekan cenderung konsolidatif. Tekanan pada IHSG juga berasal dari koreksi harga minyak yang cukup dalam

Rampungkan Proyek Smelter, Kinerja AMMN Bakal Moncer
| Selasa, 28 Juli 2026 | 08:02 WIB

Rampungkan Proyek Smelter, Kinerja AMMN Bakal Moncer

Smelter tembaga tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah melalui penjualan produk hilir dengan margin lebih.

Emiten Getol Tarik Kredit Saat Bunga Mencekik
| Selasa, 28 Juli 2026 | 07:54 WIB

Emiten Getol Tarik Kredit Saat Bunga Mencekik

Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia mendapatkan pendanaan jumbo dari perbankan domestik dan luar negeri.​

Harga CPO dan Program B50 Membawa Prospek Cerah Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS)
| Selasa, 28 Juli 2026 | 07:53 WIB

Harga CPO dan Program B50 Membawa Prospek Cerah Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS)

Dua katalis utama yang bisa menopang kinerja emiten sawit, yakni implementasi program biodiesel B50, serta kenaikan biaya pupuk dan logistik.

INDEKS BERITA

Terpopuler