Rupiah Loyo, Subsidi dan Bunga Utang Mendaki
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Melorotnya nilai tukar rupiah pasca kebijakan agresif The Fed mengerek suku bunga acuan, membawa risiko bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab belanja pemerintah, berpotensi membengkak, terutama untuk anggaran subsidi energi dan pembayaran bunga utang pemerintah.
Pada Kamis (7/7) kemarin, nilai tukar rupiah ditutup melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp 15.002 per dollar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level 14.999 per dollar AS atau ada selisih Rp 653 di atas asumsi APBN 2022 yang sebesar Rp 14.350/dollar AS.
