Saat Pasar Mulai Meragukan Indonesia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:06 WIB
Saat Pasar Mulai Meragukan Indonesia
[ILUSTRASI. Ilustrasi obligasi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Gayska Vetotama; Wanda Muhamad Ramadhan | Analis Investasi di Industri Jasa Keuangan; Analis Riset Ekonomi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketika perhatian publik tersita oleh pelemahan rupiah, pasar surat utang Indonesia sesungguhnya sedang menyalakan alarm bahaya yang jauh lebih mencemaskan. Sepanjang enam bulan pertama 2026, imbal hasil surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun melesat 108 basis poin ke level 7,13%. Lonjakan biaya utang ini adalah tagihan mahal yang harus ditanggung kas negara akibat keroposnya disiplin fiskal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Tekanan bahkan jauh lebih tajam pada tenor pendek. Imbal hasil SBN tenor 1 tahun melonjak hingga 160 basis poin, sementara tenor 2 tahun terkerek 119 basis poin. Fenomena ini membawa alarm bahaya langsung bagi dunia usaha. Lonjakan imbal hasil surat utang jangka pendek adalah sinyal awal kenaikan biaya dana perbankan. Ketika pemerintah membayar utang jangka pendek jauh lebih mahal, suku bunga kredit modal kerja dan investasi otomatis ikut terkerek sehingga likuiditas sektor riil kian tercekik.

Baca Juga: Ada Transaksi Nego 1,34 Miliar di Saham PACK, Sinyal Investor Strategis Masuk?

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Segmen Bisnis Membaik, ASII Optimistis Kinerja Tumbuh Pada 2026
| Jumat, 11 September 2026 | 05:25 WIB

Segmen Bisnis Membaik, ASII Optimistis Kinerja Tumbuh Pada 2026

Optimisme pertumbuhan kinerja ASII ini ditopang sejumlah sektor usaha yang diproyeksi tetap tangguh hingga akhir 2026.​

Cari Dana Modal Kerja, HRTA Menggelar Private Placement
| Jumat, 11 September 2026 | 05:18 WIB

Cari Dana Modal Kerja, HRTA Menggelar Private Placement

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) akan menerbitkan 460,53 juta saham baru, setara 10% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan. ​

Punya Pengendali Baru, VISI Siapkan Transformasi Bisnis
| Jumat, 11 September 2026 | 05:14 WIB

Punya Pengendali Baru, VISI Siapkan Transformasi Bisnis

Ke depan, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) bakal bertransformasi menjadi bagian dari kelompok usaha di sektor kesehatan.​

Bisnis Masih Melaju, Prospek Emiten Otomotif Semakin Menderu
| Jumat, 11 September 2026 | 05:11 WIB

Bisnis Masih Melaju, Prospek Emiten Otomotif Semakin Menderu

Per Agustus 2026, realisasi volume distribusi mobil dari pabrikan ke diler mencapai 81.756 unit, tertinggi di sepanjang tahun ini.

Pemerintah Perluas Jaring Pajak Digital
| Jumat, 11 September 2026 | 05:00 WIB

Pemerintah Perluas Jaring Pajak Digital

Menteri Keuangan: empat bank BUMN atau Himbara telah siap menjalankan SPP-TDLN setelah melalui tahap pengujian atau sandboxing.

IHSG Turun Saat Dana Asing Keluar, Ini Prediksi Pasar Saham Untuk Jumat (11/9)
| Jumat, 11 September 2026 | 04:50 WIB

IHSG Turun Saat Dana Asing Keluar, Ini Prediksi Pasar Saham Untuk Jumat (11/9)

IHSG mengakumulasi pelemahan 1,18% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 23,80%.​

Imbal Hasil SBN Naik, Fiskal Terseok?
| Jumat, 11 September 2026 | 04:42 WIB

Imbal Hasil SBN Naik, Fiskal Terseok?

Pemerintah harus memperketat ikat pinggang dengan memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memiliki dampak terhadap produktivitas ekonomi.

Ekonomi Sulit, Prospek Asuransi Properti Masih Berat
| Kamis, 10 September 2026 | 21:26 WIB

Ekonomi Sulit, Prospek Asuransi Properti Masih Berat

Pada semester I-2026, AAUI mencatat pendapatan premi asuransi properti tergelincir 13,6% secara tahunan menjadi hanya Rp 15,51 triliun

Redemption Berlanjut, Unit Penyertaan Reksadana Anjlok 30 Miliar Dalam 5 Bulan
| Kamis, 10 September 2026 | 15:11 WIB

Redemption Berlanjut, Unit Penyertaan Reksadana Anjlok 30 Miliar Dalam 5 Bulan

Data OJK menunjukkan, total dana kelolaan reksadana pada Agustus 2026 mencapai Rp 656,90 triliun, naik tipis dibandingkan Juli 2026.​

Kepemilikan SRBI Tembus Rekor, Porsi Dana Asing Hampir 28% dari Outstanding
| Kamis, 10 September 2026 | 13:02 WIB

Kepemilikan SRBI Tembus Rekor, Porsi Dana Asing Hampir 28% dari Outstanding

Kepemilikan investor asing pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menembus Rp 294,66 triliun pada Agustus 2026

INDEKS BERITA

Terpopuler